KRI Polux 935 – Kapal Riset Hidro Oseanografi dari Platform Kapal Patroli PC-40

(Foto: tempo.co)

Armada kapal patroli di kelas PC-40 sudah banyak dioperasikan TNI AL, dan akan terus diproduksi hingga sekitar 40-an unit. Galangan yang memproduksi pun tidak hanya satu, melainkan dipercayakan pada dua galangan swasta nasional, yaitu PT Palindo Marine PT Karimun Anugerah Sejati.

Baca juga: PT Karimun Anugrah Sejati Luncurkan Dua Kapal Patroli PC-40 untuk Satrol Koarmabar

Sebagai kapal patroli, tupoksi kapal patroli PC-40 lebih dipercayakan untuk kebutuhan Satuan Kapal Patroli (Satrol), yaitu kelompok kapal perang dengan nomer lambung 8xx. Dikodratkan untuk beroperasi di wilayah Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut), armada PC-40 Satrol TNI AL mengandalkan senjata utama kanon 30 mm pada haluan, selain ada senapan mesin berat pada sisi buritannya.

Nah, di luar ‘kebiasaan,’ rupanya ada PC-40 yang telah diluncurkan, tapi dengan nomer lambung 9xx, persisnya 935. Dari identitas penomeran, diketahui bila 9xx mencitrakan bahwa kapal yang dimaksud masuk ke dalam kelompok Satuan Kapal Bantu (Satban). Dan seperti yang diramaikan di media sosial, 935 disebut sebagai penomeran untuk KRI Polux.

(Tempo.co)

Dari keterangan yang didapat dari foto.tempo.co (7/6/2021), disebutkan bahwa KRI Polux 935 telah diluncurkan oleh galangan PT Karimun Anugerah Sejati di Batam pada 25 Mei 2021. KRI Polux 935 dikatakan berstatus sebagai kapal bantu hidro oseanografi dan dioperasikan di bawah Komando Pusat Hidro Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal). Fungsi asasi kapal ini yaitu mendukung dan memantapkan peran dan pusat geospasial kelautan Indonesia. Jika melihat dari perannya, maka KRI Polux 935 bisa disebut sebagai kapal riset hidros pertama yang dibuat di Indonesia.

Meski penugasan KRI Polux 935 sudah ditentukan, namun sejauh ini belum diketahui, perangkat survei kelautan apa saja yang nantinya akan dipasang dan melengkapi KRI Polux 935. Seperti diketahui, keberadaan kapal riset bawah laut membutuhkan perangkat elektronik yang serba canggih dan lengkap. Ambil contoh seperti KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934, meski tonasenya terbilang kecil, tapi sarat dengan aneka perangkat sensor canggih.

Nama Polux diambil dari nama bintang raksasa jingga yang berada pada jarak 34 tahun cahaya dari Bumi, berada di rasi Gemini. Pollux termasuk bintang tercerah di langit malam. Sejauh ini belum diketahui, jadwal serah terima KRI Polux 935 kepada TNI AL.

Baca juga: Meluncur, KRI Posepa 870 dan KRI Escolar 871, Dua Kapal Patroli PC-40 Anyar untuk Dua Lantamal

Spesifikasi dasar KRI Polux 935 yaitu punya panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter dan bobot 220 ton. Kapal ini diawaki oleh 35 orang personel. KRI Polux 935 bisa melesat sampai kecepatan maksimal 24 knot, serta kecepatan jelajah 15 knot. Kapasitas bahan bakar dalam sekali jalan adalah 70.000 liter dan punya endurance berlayar selama 6 hari. Dapur pacunya disokong 2 buah mesin diesel MTU yang masing-masing berkekuatan 2480 HP. (Gilang Perdana)

2 Comments