Krasnopol-M2, Munisi Berpemadu Laser Rusia yang Bisa Dilepaskan dari Howitzer Berstandar NATO
|Dirancang mampu ditembakkan dari howitzer berstandar NATO seperti M109, FH77 dan TRF1 CAESAR, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia secara resmi mengumumkan tuntasnya pengembangan KM-1M Krasnopol-M2, yakni artillery guided weapon system atau dikenal juga sebagai munisi howitzer berpemadu laser di kaliber 155 mm.
Dalam siaran pers, Kemhan Rusia menyebut bahwa rangkaian pengujian dan pengembangan dari munisi berpresisi tinggi Krasnopol-M2 di antaranya langsung dalam penggunaan dalam operasi militer khusus di Ukraina. Krasnopol-M2 diklaim punya serangkaian keunggulan dari varian sebelumnya, seperti tingkat presisi dan jangkauan yang lebih jauh.
Menurut keterangan, Krasnopol-M2 secara aktif digunakan di sektor depan selatan Ukraina. Prajurit artikeri Rusia menyebut Krasnopol sebagai “senjata yang sangat berbahaya dan sangat berharga,” seperti salah satunya berhasil mengenai mortir 120 mm yang digunakan oleh musuh. Seperti dalam video pendek yang dipublikasi dalam channel Telegram, diperlihatkan proyektil Krasnopol-M2 diarahkan ke sasaran menggunan drone intai Orlan 10, dan berhasil mengenai sasaran dengan akurat.
Pasukan Rusia menggunakan munisi berpemandu laser Krasnopol-M2 yang diarahkan ke sasaran dengan drone Orlan. pic.twitter.com/euLzPgMhH2
— Indomiliter.com (@indomiliter) January 7, 2024
Krasnopol-M2 dirancang Instrument Design Bureau of Tula dan diproduksi KBP High Precision Weapon. Krasnopol-M2 dapat menarget sasaran pada kondisi siang dan malam hari dari posisi terbuka dan tertutup. Penargetan sasaran jarak jauh dapat dilakukan tanpa melakukan perubahan data.
Operasional Krasnopol-M2 didukung perangkat Malakhit Automated Artillery Fire Control System (AAFCS) yang menyediakan deteksi dan penerangan target (termasuk di malam hari), kontrol survei posisi tembak dan pos pengamatan komando, perhitungan otomatis, dan input data penembakan.
Pada prinsipnya penggunaan jenis senjata ini memerlukan dua elemen utama. Pertama tak lain adalah munisi dengan proyektil berpemandu laser semi-aktif K155M dan propelling charge, dan Malakhit AAFCS.
Dari spesifikasi, Krasnopol-M2 punya jarak tembak minimum 3 km dan jarak tembak maksimum 25 km. Panjang proyektil 1.300 mm dengan bobot sekitar 8 kg. Tipe hulu ledaknya adalah High Explosive Fragmentation (HEF). Bicara tentang hit probability, 0,8 pada jarak sasaran hingga 12 km; tidak kurang dari 0,9 pada jarak sasaran melebihi 12 km, dan 0,6 pada sasaran yang bergerak dengan kecepatan hingga 36 km per jam.
Disasar untuk pasar ekspor, munisi berpemandu laser Krasnopol-M2 dapat dioperasikan pada rentang suhu -40 to +60 celcius. (Gilang Perdana)