Korps Marinir AS Borong 22 Unit F-5 E/F Tiger II Swiss, Tim Aerobatik “Patrouille Suisse” Cari Pesawat Baru

Selain Iran, Korea Selatan, Spanyol, Thailand, Brasil, Tunisia, dan Maroko, Swiss adalah negara di Eropa yang masih eksis mengoperasikan jet tempur F-5 E/F Tiger II. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang menerima batch perdana F-5 E/F pada tahun 1980, maka Angkatan Udara Swiss lebih senior, lantaran mulai mengoperasikan pesawat tempur produksi Northrop itu sejak tahun 1978. Meski berat untuk berpisah, ada kabar bahwa AU Swiss dan tim aerobatik “Patrouille Suisse” telah mengakhiri operasional jet tempur twin engine legendaris tersebut.

Baca juga: Indonesia Hibahkan Spare Part Jet Tempur F-5E Tiger II ke Tunisia

Seperti dikutip Swissinfo.ch (19/3/2024), Swiss telah menyerahkan unit pertama jet tempur F-5 Tiger yang dinonaktifkan kepada militer AS. Pengalihan ini menandai langkah awal menuju pemenuhan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2020 yang melibatkan 22 unit pesawat.

Swiss Federal Office for Armaments (Armasuisse) mengumumkan bahwa Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) mengambil pesawat tersebut pada 18 Maret 2024 dari Pangkalan Udara Emmen, yang mana F-5 Tiger diangkut dengan pesawat angkut Lockheed KC-130J Super Hercules.

Kontrak untuk 22 unit F-5 Swiss senilai sekitar US$32,4 juta, mencakup 16 unit varian F-5E berkursi tunggal dan 6 unit varian F-5F berkursi ganda, penyerahan pesawat mencakup ground equipment, spare parts dam logistical support.

Komposisi awal jumlah F-5 E/F Tiger Angkatan Udara Swiss terdiri dari 44 unit pesawat, yang sebagian telah dijual ke Angkatan Laut AS pada tahun 2008 dan saat ini digunakan sebagai pesawat ‘agresor.’

Saat ini, Swiss menyimpan 25 unit F-5 Tiger dalam inventarisnya, dan 18 unit masih dalam kondisi operasional. Pesawat ini memainkan berbagai peran dalam Angkatan Bersenjata Swiss, termasuk dalam misi target display, training, towing dan test flights.

Sekitar setengah dari armada F-5 Tiger AU Swiss digunakan oleh tim aerobatik Patrouille Suisse. Seiring modernisasi, AU Swiss sedang mempersiapkan pengenalan jet tempur stelath F-35A Lightning II yang akan tiba pada tahun 2028.

Keputusan untuk memensiunkan armada F-5 Tiger juga berasal dari kemampan sensor dan persenjataannya yang sudah ketinggalan zaman, sehingga membuatnya tidak cocok untuk tugas pengawasan udara modern. Akibatnya, armada F-5 Tiger telah dipindahkan ke tugas-tugas sekunder, seperti penarik target dan latihan, yang secara efektif mengurangi beban kerja jet tempur F/A-18 Hornet.

Meski Ditentang Oposisi, Swiss Telah Jatuhkan Pilihan Pada Jet Tempur F-35A

Pensiunnya F-5 Tiger juga menandai berakhirnya era tim aerobatik Patrouille Suisse yang telah menunjukkan kepiawaiannya dengan F-5 sejak tahun 1994. Ada kemungkinan Patrouille Suisse akan menggunakan pesawat latih turboprop PC-7 Platus untuk melakukan atraksi udara. Di sisi lain, armada F/A-18 Hornet akan terus beroperasi hingga tahun 2030, setelah F-35 mencapai tingkat kesiapan operasional penuh dalam aset Angkatan Udara Swiss. (Gilang Perdana)

F-5E Tiger II TS-0510 – Kisah Jet Tempur TNI AU yang ‘Tertahan’ Tujuh Tahun di AS

5 Comments