Kontrak Sejarah AH-64E Apache: Borong 96 Unit, Polandia Jadi Pembeli Terbesar di Luar AS, Unit Pertama Tiba 2028

Kementerian Pertahanan Polandia telah menandatangani kontrak luar biasa dengan Boeing Defense untuk akuisisi 96 unit helikopter serang AH-64E Apache Guardian. Kesepakatan yang dikabarkan bernilai fantastis ini menempatkan Polandia sebagai operator Apache terbesar di luar Amerika Serikat, menandai langkah besar dalam modernisasi militer mereka.
Baca juga: Angkatan Darat Australia Terima Batch Pertama (2 Unit) AH-64E Apache Guardian
Proses pembelian ini diawali dengan persetujuan dari Washington untuk Foreign Military Sale (FMS) pada Agustus 2022, setelah permintaan resmi diajukan oleh Polandia. Paket penjualan potensial yang disetujui AS memiliki nilai maksimum yang diperkirakan mencapai US$12 miliar (dengan US$4,7 miliar untuk harga pesawat inti).
Meskipun nilai kontrak akhir yang dieksekusi antara Polandia dan Boeing mungkin sedikit lebih rendah dari plafon maksimal tersebut, angka ini menyoroti besarnya komitmen finansial yang dikeluarkan Polandia untuk memperkuat Angkatan Daratnya. Unit pertama dari total 96 Apache dijadwalkan akan mulai dikirimkan ke Polandia pada tahun 2028.
Kontrak akuisisi ini bukan sekadar pembelian platform helikopter, melainkan paket komprehensif yang menjamin Polandia mendapatkan kemampuan tempur penuh. Paket tersebut mencakup 96 unit AH-64E Apache Guardian dengan konfigurasi terbaru, sistem pemandu berupa pemasangan Longbow Fire Control Radar yang canggih untuk kemampuan pengawasan dan penargetan segala cuaca.
It’s official! We’ll build 96 AH-64E Apaches for the Polish Armed Forces.
This contract makes Poland the largest #AH64 operator outside of the U.S. With deliveries expected to begin in 2028, @MON_GOV_PL is already training pilots and maintainers.
More: https://t.co/h4TNMKalbj pic.twitter.com/0hDjQOXMJ7
— Boeing Defense (@BoeingDefense) December 1, 2025
Paket pada kontrak pembelian juga termasuk rudal antitank berpemandu presisi AGM-114R2 Hellfire, rudal udara-ke-udara AIM-92K Stinger untuk pertahanan diri, dan APKWS (Advanced Precision Kill Weapon System) yang mengubah roket 70 mm yang belum terpandu menjadi amunisi presisi.
Paket kontrak juga mencakup dukungan suku cadang, dukungan teknis, dan peralatan darat yang diperlukan untuk memastikan operabilitas jangka panjang armada Apache.
Hari ini 50 Tahun Lalu, Prototipe Helikopter Serang AH-64 Apache Terbang Perdana
Polandia memiliki kepentingan yang kuat dalam mendapatkan offset dan alih teknologi dari kontrak-kontrak militer besar, menyusul kesuksesan yang mereka raih dalam alih teknologi yang memungkinkan mereka memproduksi helikopter S-70 Black Hawk melalui kerja sama dengan Lockheed Martin.
Dalam perjanjian Apache ini, isu kerja sama alih teknologi dan kompensasi industri (offset) menjadi elemen yang sangat krusial. Meskipun detailnya tidak diumumkan secara terbuka, perjanjian ini mencakup komitmen dari Boeing untuk menjalin kemitraan industri di Polandia, dengan tujuan memungkinkan perusahaan Polandia mendapatkan know-how teknis untuk pemeliharaan (maintenance), perbaikan (repair), dan overhaul (MRO) Apache. Selain tentunya membangun kemampuan industri lokal untuk mendukung armada Apache dalam jangka panjang, mengurangi ketergantungan pada dukungan asing.
Komitmen offset dan alih teknologi ini penting untuk memastikan bahwa pembelian militer sebesar ini tidak hanya memperkuat militer Polandia, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi sektor industri pertahanan domestik mereka. (Bayu Pamungkas)
PZL Mielec Polandia Rayakan Produksi Unit Ke-100 Helikopter S-70 Black Hawk


