Kongsberg Resmi Luncurkan Sistem Hanud SHORAD “NOMADS” – Wujud dari NASAMS Self Propelled 

Melanjutkan demonstrasi yang digelar pada akhir Mei 2023, manufaktur pertahanan asal Norwegia, Kongsberg Defense & Aerospace telah meluncurkan solusi pertahanan udara berbasis terbaru yang diberi label NOMADS (National Maneuver Air Defense System) dalam ajang pameran pertahanan Eurosatory 2024 di Paris (17 – 21 Juni 2024).

Baca juga: Kongsberg Luncurkan Sistem Hanud NASAMS Self Propelled dengan Rudal IRIS-T Buatan Jerman

Dirancang untuk melindungi pasukan yang bergerak, sistem pertahanan udara (hanud) self propolled ini banyak mengambil pelajaran dari perang di Ukraina, sumber tak resmi menyebut bahwa NOMADS mungkin akan dipasok ke Ukraina.

NOMADS menekankan akan terus bangkitnya minat terhadap pertahanan udara jarak pendek – short-range air defense (SHORAD) setelah bertahun-tahun diabaikan, dan akan menjadi bagian penting dari modernisasi militer Norwegia, khususnya di kawasan Arktik. Dirancang bersama dengan Angkatan Bersenjata Norwegia, NOMADS digadang untuk dipasang pada salah satu dari berbagai kendaraan mekanis lapis baja, dengan model dasar diintegrasikan pada ACSV (Armored Combat Support Vehicle) G5 lansiran perusahaan Jerman Flensburger Fahrzeugbau GmbH ( FFG). FFG sejauh ini telah memasok 50 unit ACSV G5 ke Angkatan Bersenjata Norwegia dalam berbagai konfigurasi.

 

Dengan mentransfer teknologi dari NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missiles System), modul NOMADS mencakup sensor aktif dalam konfigurasi radar 3D active electronically scanning array (AESA) dan pengintai laser. Ada juga sensor pasif, dengan kamera siang/malam dan kamera termal.

NOMADS yang disebut juga sebagai NASAMS self propelled dilengkapi dengan radar X-band dan radar Xenta-M yang dikembangkan perusahaan Denmark, Weibel Scientific. Disebutkan jangkauan radar ini mencapai radius 75 km.

Semua sensor pada NOMADS disatukan – dan dapat dikombinasikan dengan data dari sistem off-board – melalui arsitektur komando dan kontrol (C2) yang diambil dari NASAMS dan didukung oleh identifikasi kawan atau lawan berstandar NATO serta komunikasi VHF dan UHF.

Senjata standar untuk NOMADS terdiri dari empat rudal Sidewinder AIM-9X Block 2 atau IRIS-T. Namun, perlu dicatat bahwa empat rudal adalah jumlah yang relatif rendah, sementara AIM-9X juga bukan pilihan berbiaya rendah karena setiap rudalnya menelan biaya hampir setengah juta dollar.

Rudal IRIS-T yang digunakan pada NOMADS telah dimodifikasi untuk dapat digunakan pada peluncur berbasis darat (ground based). IRIS-T (Infra Red Imaging system Tail/Thrust Vector Controlled), adalah rudal udara ke udara jarak dekat/menengah dengan jarak jangkau 25 km. Diproduksi oleh Diehl BGT Defence, Jerman, rudal ini memiliki pemandu infrared denga daya lacak tinggi, serta dapat menyajikan output gambar dengan resolusi tinggi. IRIS-T dapat melakukan manuver 360 derajat, dan dapat dikendalikan lewat radar maupun lewat bidikan dari helm sang pilot.

Sebagai senjata sekunder, NOMADS dibekali dengan konsol remote weapon station untuk senapan mesin berat kaliber 12,7 mm, dan optional radio-frequency directional jammer. Dua yang terakhir disebut tampaknya disertakan untuk menangani ancaman jarak dekat dari drone kecil, termasuk jenis first-person view (FPV).

Menurut Kementerian Pertahanan Norwegia, NOMADS baru-baru ini diuji di Andøya di kawasan Arktik, wilayah operasi utama bagi Angkatan Bersenjata Norwegia dan lingkungan yang semakin strategis secara keseluruhan, mengingat ekspansi militer Rusia di sana.

“Kami telah berhasil melakukan uji penembakan dengan sistem tersebut, di mana kami telah menguji seluruh rantai: Dari sensor yang menangkap target hingga rudal diluncurkan,” ujar manajer proyek Geir Sandberg. Uji coba tersebut melibatkan penembakan rudal udara-ke-udara IRIS-T dari NOMADS. (Gilang Perdana)

Kongsberg Luncurkan Sistem Hanud NASAMS Self Propelled dengan Rudal IRIS-T Buatan Jerman

2 Comments