Kolaborasi dengan Israel, India Sukses Kembangkan Rudal Hanud Jarak Sedang MRSAM

Ada kabar anyar dari Negeri Bollywood, disebut pada 27 Maret lalu, bahwa Tata Advanced Systems Ltd (TASL) berhasil melakukan uji peluncuran rudal hanud jarak sedang Medium-Range Surface-to-Air Missile system (MRSAM-Army) di Integrated Test Range (ITR), Chandipur di Odisha. Sebuah sasaran dikabarkan berhasil dihancurkan dengan single hit.

Baca juga: Nyaris Perang, Rudal Milik India Meluncur “Tak Sengaja” ke Wilayah Pakistan

MRSAM dikembangkan bersama Defence Research and Development Organisation (DRDO) India, yang berkolabaroasi dengan Israel Aerospace Industries (IAI). Rudal ini dirancang untuk memberikan angkatan bersenjata kemampuan pertahanan udara terhadap berbagai ancaman udara pada jarak menengah. kontrak program MRSAM ditandatangani pada Februari 2009, dimana Angkatan Udara India akan membeli 450 unit rudal MRSAM dan 18 firing units dengan nilai lebih dari US$2 miliar.

Guna memvalidasi semua komponnen rudal, IAI dan DRDO melakukan tiga kali uji terbang sistem senjata MRSAM di ITR pantai Odisha, India, pada Juli 2016. Rudal itu berhasil mencegat target udara yang bergerak di ketiga tes tersebut. MRSAM pertama kali dipamerkan oleh IAI di Aero India 2017 yang diadakan pada Februari 2017. Pada Januari 2019, IAI menandatangani perjanjian senilai US$93 juta dengan Angkatan Laut India dan Galangan Kapal Cochin untuk menyediakan MRSAM naval version.

Setiap sistem senjata MRSAM terdiri dari satu sistem komando dan kontrol, satu radar pelacak, rudal, dan sistem peluncur bergerak. Peluncur bergerak digunakan untuk mengangkut, menempatkan, dan meluncurkan hingga delapan peluru kendali dalam dua deck. Itu dapat menembakkan rudal dalam mode penembakan tunggal atau ripple dari posisi penembakan vertikal.

Sistem manajemen pertempuran menyederhanakan proses menghadapi berbagai ancaman. Ini mengidentifikasi dan melacak ancaman menggunakan radar pelacak. Sistem menghitung jarak antara target dan peluncur dan kemudian menentukan apakah target yang diidentifikasi adalah teman atau musuh. Informasi target kemudian ditransmisikan ke mobile launcher.

MRSAM punya panjang 4,5 meter, berat sekitar 276 kg, dan dilengkapi dengan canard dan fin untuk kontrol dan kemampuan manuver. Sistem pemandu dan hulu ledak MRSAM dilengkapi dengan radar pencari frekuensi radio aktif (RF) canggih, advanced rotating phased array radar, dan bidirectional data link. Radar pencari RF, yang terletak di bagian depan rudal, digunakan untuk mendeteksi target bergerak dalam segala kondisi cuaca.

MRSAM ditenagai dual-pulse solid propulsion system hasil pengembangan dari DRDO. Adopsi sistem propulsi, ditambah dengan sistem kontrol vektor dorong, menjadikan MRSAM dapat melesat dengan kecepatan maksimum Mach 2. Rudal hanud ini punya kemampuan untuk menyergap sasaran pada jarak 70 km.

Di bawah kontrak dengan DRDO, Tata Advanced Systems merancang dan memproduksi sistem manajemen tempur untuk program MRSAM di fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D) di New Delhi, India. Sedangkan Bharat Dynamics (BDL) adalah integrator utama untuk sistem rudal MRSAM. BDL mendirikan fasilitas produksi baru di Hyderabad dengan investasi US$100 juta untuk memproduksi rudal MRSAM dan LRSAM (Long Range SAM). Fasilitas tersebut memiliki kapasitas untuk memproduksi 100 rudal per tahun.

Baca juga: Ukraina dan Polandia Punya Obsesi Bangun Sistem Hanud Jarak Sedang dari Rudal Artem R-27

Kalyani Rafael Advanced Systems (KRAS), perusahaan patungan Kalyani Group dan Rafael Advanced Defense System, dikontrak untuk memproduksi dan memasok kit rudal untuk integrasi akhir oleh BDL. Kontraktor lain yang terlibat dalam pengembangan MRSAM termasuk Bharath Electronics (BEL), L&T, Elta, dan perusahaan swasta lainnya. (Gilang Perdana)

3 Comments