Khawatir Ancaman Cina, 31 Desember 2023, C-130 “Seaplane” Sudah Harus Terbang Perdana

Apakah ini bisa terwujud atau sebaliknya, sepertinya akan menjadi taruhan bagi kedigdayaan militer Amerika Serikat. Pasalnya ada permintaan dari Komandan Air Force Special Operations yang mengharapkan pesawat angkut amfibi C-130 Seaplane untuk bisa terbang pada tahun 2023. Pembahasan seputar C-130 varian amfibi telah berjalan sejak beberapa tahun belakangan, namun belum diketahui persis tentang progres pada pesawat buatan Lockheed Martin tersebut.

Baca juga: Komando Operasi Khusus AU AS Serius Kembangkan C-130 Hercules Varian Amfibi, Siap Demo dalam 17 Bulan

Dikutip dari TheDrive.com (21/9/2022), “versi amfibi dari pesawat transportasi tempur multirole MC-130J Commando II akan terbang tahun depan, kata Komandan Air Force Special Operations Command (AFSOC). “Kami sedang menunggu hasil dari proses anggaran 23 [Tahun Anggaran 2023] yang terus berjalan dengan sejumlah tantangan,” kata Letnan Jenderal James Slife kepada wartawan di Air and Space Forces Association (AFA) Maryland. “Tetapi antisipasinya adalah bahwa kami akan mengadakan demonstrasi terbang di tahun kalender berikutnya.”

“Saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa rencana kami adalah untuk melakukan demo pada 31 Desember tahun depan,” kata Slife. Ia menekankan bahwa demo terbang kemungkinan besar akan menampilkan satu pesawat dan akan ditujukan untuk memvalidasi model rekayasa digital yang sejauh ini telah dijalankan pada kemampuan pesawat.

Dengan kekhawatiran atas ancaman dari Cina, Komando Operasi Khusus AS (SOCOM) telah mencari opsi untuk memindahkan orang dan peralatan ke lokasi yang sulit di atau di tepi area yang berpotensi diperebutkan. Mampu lepas landas dan mendarat di atas air menawarkan banyak keuntungan. Kemampuan MC-130 untuk menggunakan landasan terbang yang pendek dan sering kasar telah menjadikannya platform yang menarik untuk dipertimbangkan untuk kemampuan amfibinya.

Baca juga: C-130 Hercules Jadi Pesawat Amfibi, Mungkinkah?

Potensi konflik dengan Cina akan mendistribusikan pasukan AS yang beroperasi di lokasi berjauhan yang mungkin sulit dijangkau dengan moda udara dan laut konvensional. Konsep Force Design 2030 dari Komandan Korps Marinir David Berger didasarkan pada penempatan pasukan dalam jangkauan persenjataan Cina. Pada hari Senin lalu, Jenderal Kenneth Wilsbach berbicara tentang keharusan memiliki persediaan dan logistik yang ditempatkan di seluruh wilayah untuk mengantisipasi upaya Cina untuk memutus jalur pasokan.

Untuk itu, mampu lepas landas dan mendarat di air memiliki potensi untuk mengatasi masalah dan kekhawatiran di atas. Dekade pengembangan evolusioner telah terpilih, MC-130J bersama dengan sejumlah besar dana untuk mengintegrasikan navigasi,, komunikasi, dan peningkatan kemampuan bertahan ke dalam badan pesawat.

“Kami telah melakukan semua pemodelan dan simulasi, dan kami menetapkan tata letak desain umum untuk cara yang akan kami lakukan,” kata Slife tentang desain pesawat, yang dijuluki MC-130J Commando II (MAC). Untuk bisa menjadi pesawat amfibi, pemodelan tangki gelombang – wave tank modeling dibuat untuk memastikan bahwa desain yang dipilih stabil.

Untuk maksud di atas, AFSOC bekerja sama dengan Air Force Research Lab (AFRL) Strategic Development Planning and Experimentation (SDPE) untuk mengembangkan MC-130J Commando II.

Selain pengujian tangki gelombang, AFSOC dan mitra sektor swasta telah menguji prototipe MAC melalui “desain digital, virtual reality modeling (VR), dan computer-aided designs (CAD) yang dikenal sebagai Digital Proving Ground (DPG), yang akan membuka jalan untuk simulasi digital, pengujian, dan pembuatan prototipe.

“Pengujian tangki gelombang yang telah kami lakukan sejauh ini menunjukkan bahwa desain yang kami pilih berkinerja seperti yang kami inginkan,” kata Slife. Angkatan Udara saat ini sedang membuat “modifikasi amfibi” pada C-130. Untuk itu telah dijalankan serangkaian pengujian, seperti apakah akan membuat desain katamaran atau ponton, atau applique lambung di bagian bawah pesawat.

Baca juga: Prototipe Kedua Pesawat Amfibi Terbesar di Dunia AG-600 ‘Kunlong’ Sukses Terbang Perdana

Meski belum tentu ada kaitannya, belum lama ini Cina telah mengumumkan suksesnya penerbangan perdana prototipe kedua pesawat amfibi terbesar di dunia AG-600 Kunlong. Selain mengedepankan misi sipil, pesawat angkut amfibi buatan Aviation Industry Corporation of China (AVIC) itu, juga punya tugas untuk mendukung misi militer, mulai dari angkutan taktis sampai patroli laut jarak jauh. (Gilang Perdana)

10 Comments