Kata Menhan Singapura: “AS Kerahkan Jet Tempur Stealth F-35 dalam Misi Khusus di Ukraina”

Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen kini sedang menikmati popularitas, setelah belum lama ini mengumumkan rencana Singapura untuk mengakuisisi delapan unit jet tempur stealth F-35A Lightning II, maka komentar Ng Eng Hen kembali menjadi perhatian netizen, yakni setelah Ng Eng Hen menyebut bahwa AS telah melibatkan F-35 secara aktif dalam misi di Ukraina.

Baca juga: Singapura Pesan Delapan Unit F-35A, Total Operasikan 20 Unit Jet Tempur Stealth F-35A/B di Tahun 2030

Kabar dari petinggi pertahanan dari negara sekutu AS itu, sontak memicu beranggam tanggapan. Pasalnya, AS dan negara-negara NATO justru tidak pernah mengungkapkan hal tersebut, meski pengerahan armada F-35 sangat dimungkinkan dalam membantu Ukraina.

Meski Ng Eng Hen menyebut pelibatan jet tempur stealth F-35 di Ukraina. Namun, Menhan Singapura itu mengatakan misi F-35 di Ukraina bukan untuk berhadapan dengan jet tempur Rusia, melainkan menjalankan misi untuk menunjukkan dengan tepat lokasi sistem rudal anti-pesawat atau rudal hanud Rusia.

“Dalam kegiatan baru-baru ini, AS telah memobilisasi F-35 untuk mengidentifikasi penempatan sistem rudal anti-pesawat Rusia di Ukraina. Informasi intelijen yang dikumpulkan kemudian disebarluaskan ke negara-negara NATO,” kata Menhan Singapura.

Pengungkapan tersebut disampaikan Ng Eng Hen dalam sidang Komite Parlemen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sebagai informasi, Singapura baru-baru ini memutuskan untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya dengan membeli delapan pesawat tempur siluman F-35A tambahan dari Lockheed Martin.

F-35B AS dalam sebuah uji peluncuran ASRAAM di Tahun 2017.

Hal serupa juga dilaporkan pada April lalu oleh BulgarianMilitary.com, berdasarkan pengakuan seorang pilot Angkatan Udara AS, yang mengonfirmasi bahwa F-35 yang dioperasikan digunakan untuk menentukan lokasi sistem hanud S-300 Rusia yang ditempatkan di dekat perbatasan Belarusia-Ukraina.

Komentar Ng Eng Heng tidak hanya memvalidasi penggunaan F-35 oleh Angkatan Udara S dalam upaya pengawasan mereka di Ukraina, tetapi juga sumber online Departemen Militer Singapura menawarkan pandangan mendalam mengenai pesawat ini. Mereka menggambarkan pesawat ini dengan sangat rinci sebagai “radio-electronic vacuum cleaner,” yang pada dasarnya merupakan alat canggih yang mampu mengumpulkan banyak data yang berguna bagi intelijen.

Untuk menunjang misi pengumpul data intelijen, F-35 dilengkapi dengan peralatan terbaik untuk membantu pengumpulan beragam data intelijen. Ini termasuk radar APG-81 AFAR, sistem peperangan elektronik AN/ASQ-239, dan electro-optical EOTS system.

Sederhananya, F-35 adalah komponen tambahan yang telah ditambahkan ke jaringan rumit platform dan sensor yang saat ini digunakan oleh negara-negara Barat, dengan AS sebagai pemimpinnya, untuk memberikan intelijen penting kepada Ukraina.

Radar AN/APG-81 adalah elemen kunci dari kehebatan pemindaian radar F-35 – menunjukkan pelacakan luar biasa melalui mode pemetaan resolusi tinggi. Radar ini mampu mengidentifikasi dan melacak berbagai target di medan yang luas. Sistem canggih ini beroperasi dengan mengerahkan serangkaian modul radar kecil yang mengarahkan pancaran radar secara elektronik. Mekanisme ini memungkinkan F-35 untuk secara bersamaan memindai berbagai sudut tanpa memutar antena parabola.

Komponen penting lainnya dari persenjataan deteksi F-35 adalah Distributed Aperture System (DAS). Konfigurasi ini mencakup enam sensor inframerah definisi tinggi yang ditempatkan secara strategis di sekitar pesawat, menawarkan kepada pilot visual yang komprehensif dan 24/7 dari pemandangan sekitarnya.

Cina Berlakukan Kontrol Ekspor Galium, Produksi Radar AESA untuk F-35 Lightning II Terancam

Selain itu, penting untuk ditambahkan bahwa F-35 dilengkapi dengan AN/ASQ-239 Barracuda, sebuah sistem peperangan elektronik canggih. Sistem ini unggul dalam mengidentifikasi, menemukan, dan melacak radar musuh dan transmisi komunikasi, sebuah fitur penting dalam mendeteksi sistem anti-pesawat.

Meskipun F-35 memiliki fitur-fitur canggih yang memungkinkannya mengenali dan mengidentifikasi sistem musuh, ada situasi di mana fungsi ini tidak selalu membuahkan hasil. Kekuatan Rusia memiliki teknik yang dapat secara efektif ‘menyembunyikan’ sistem mereka dari deteksi F-35, terutama dengan predikat Rusia yang unggul dalam penggelaran sistem jamming. (Gilang Perdana)

Inilah Boeing RC-135 Rivet Joint, Pesawat Intai Inggris yang ‘Dipepet’ Rudal Sukhoi Su-27 Rusia

14 Comments