Kamov Ka-32A 11BC: Dari Padamkan Api Sampai Guyur Massa di Kerusuhan 22 Mei

Foto: Tribunnews.com

Bukan perkara mudah untuk memadamkan api yang berkobar di kawasan yang sedang dilanda kerusuhan. Banyak rintanan yang dihadapi petugas pemadam kebakaran (damkar), mulai dari ancaman keselamatan petugas sampai rute jalan penuh puing yang menyulitkan akses mobil damkar untuk sampai di lokasi kejadian. Namun karena kejadian berada di wilayah strategis, kebakaran di tengah kota harus dapat dipadamkan sedini mungkin, maklum di kawasan urban yang padat, api dengan mudah bisa merembet.

Baca juga: Kamov Ka-32A 11BC – Fire Fighting Helicopter dari Rusia dengan Sertifikasi Barat

Seperti yang terjadi saat kerusuhan di kawasan Tanah Abang, dibutuhkan wahana khusus untuk memadamkan api yang berkobar di jalan yang berasal dari ban/puing yang dibakar massa. Wahana khusus tersebut adalah helikopter, ya helikopter yang sama persis untuk menangani kebakaran hutan di Kalimantan.

Pada rentang 21 – 22 Mei 2019, warga DKI Jakarta mungkin telah melihat helikopter yang bentuknya terbilang unik dan terbang wara-wiri di sekitaran Monas, Thamrin dan Tanah Abang. Dibilang unik jelas, lantaran helikopter yang diketahui dari jenis Kamov Ka-32A 11BC yang mengusung rotor utama ganda. Dan tak lazim dibanding helikopter keluaran barat, dimana Kamov Ka-32A tidak menggunakan rotor di bagian ekor.

Bumbi bucket, perlengkapan untuk water bombing.

Ka-32A 11BC populer digunakan saat berlaga sebagai heli pemadang kebakaran (fire fighting) saat misi pemadaman kebakaran hutan di Kalimantan pada tahun 2015 lalu. Ka-32A 11BC disewa oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Sang pemilik helikopter sendiri adalah Pegasus Air Services, perusahaan charter pesawat/helikopter nasional yang berkantor di Jakarta.

Seperti halnya saat misi pemadam kebakaran (fire fighting), saat wara-wiri memadamkam api di Jakarta, helikopter ini nampak dilengkapi Bumbi Bucket yang dapat membawa air 5 ton untuk diguyurkan ke hotspot. Airnya sendiri dapat diambil dari sungai atau dana dalam posisi helikopter hovering.

Dikutip dari tirto.id (22/5), Kamov Ka-32A disebutkan mengambil air dari Sungai Ciliwiung, dan perannya saat itu menyiram kerumuman massa anarkis yang berada di Flyover Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Beberapa kali helikopter ini dimanfatkan guna membubarkan kerumuman massa, selain peran utamanya untuk melakukan pemadaman titik api. Karena dianggap ancaman buat massa yang rusuh, petasan dicoba digunakan untuk ‘menembak’ helikopter ini, yang tentu saja tidak ada efek apa pun karena jarak jangkau petasan yang terbatas.

Dalam sekali terbang, helikopter ini mampu mengudara 2,5 hingga 3,5 jam, dengan menghabiskan 2.000 hingga 2.300 liter bahan bakar, tergantung jarak terbangnya. Ka-32A 11BC adalah varian langsung dari Ka-27, helikopter anti kapal selam andalan AL Rusia. Dikutip dari Wikipedia, Ka-32A 11BC adalah varian sipil Ka-27 yang telah mendapat sertifikasi dari Kanada dan Uni Eropa dengan basis mesin Klimov 2 x TV3-117MA.

Ka-32A 11BC menjadi helikopter asal Rusia yang pertama kali mendapat sertifikasi dari Eropa Barat. Selain peran sebagai heli transport penumpang, Ka-32A 11BC yang multipurpose cocok digunakan sebagai angkut penumpang, medical evacuation, cargo transport, fire fighting, dan SAR.

Mil Mi-17 (Foto: Merdeka.com)

Baca juga: Lawan Kebakaran Hutan, Jet Tempur Gripen Luncurkan Bom Pintar

Selain Kamov Ka-32A 11BC, helikopter lain yang turut dalam operasi guyur dan pemadaman api di 22 Mei adalah helikopter angkut berat Mil-Mi 17 V5 bercat putih yang kabarnya disewa Kementerian Perhubungan. (Haryo Adjie)

12 Comments