Kamov Ka-31 AEW: Helikopter Intai Maritim Spesialis Peringatan Dini

Bicara tentang Airborne Early Warning (AEW), maka di belahan Asia Selatan, nama India adalah yang paling mencuat. Betapa tidak, setelah memiliki radar terbang Netra yang menggunakan platform jet Embraer ERJ 145, namun ‘Negeri Anak Benua’ masih merasa belum cukup.
Baca juga: Dua Dekade Pengembangan, Sistem AEW&C Netra Buatan India Resmi Raih Izin Tempur Akhir
Dan uniknya, AL India mengoperasikan helikopter Kamov Ka-31 Helix dengan kemampuan AEW. Kamov Ka-31 sendiri dikenal sejak lama sebagai helikopter andalan yang ditempatkan pada kapal perang. Helikopter ini terbilang unik, lantaran berdimensi tambun dan memiliki rotor utama ganda, plus Kamov tidak memiliki rotor di bagian ekornya.
Di luar Rusia, India adalah pengguna terbesar Kamov Ka-31 AEW. Dikutip dari airforce-technology.com, disebutkan AL India telah mengorder empat unit Ka-31 AEW pada tahun 1999. Kemudian pesanan ditambah lagi 5 unit pada tahun 2001. Unit perdana Ka-31 AEW mulai masuk kedinasan AL India pada tahun 2003.
Bagi AL India, armada Ka-31 AEW diproyeksikan untuk menjadi kelengkapan alutsista pada kapal induk INS Viraat, kapal induk Admiral Gorshkov yang dibeli dari Rusia dan tiga fregat Talwar (Krivak III) Class. Namun, rupanya jumlah Ka-31 AEW yang ada dipandang belum ideal.
Kamov Ka-31 AEW&C – Helikopter Intai Maritim Spesialis Peringatan Dini https://t.co/3weVGn8L3E pic.twitter.com/iic6qS2hwO
— Indomiliter.com (@indomiliter) September 7, 2020
Seperti dikutip dari Janes.com (20/3/2020), India saat ini dikabarkan dalam negosiasi dengan Rusia untuk membeli 10 unit Ka-31 AEW Diharapkan unit perdana pesanan Ka-31 AEW&C tambahan, bakal diterima India pada tahun 2021, dimana Ka-31 AEW akan ditempatkan pada kapal induk Vikrant.
Lantas apa yang sebenarnya menarik dari Ka-31 AEW ini? Dirunut dari fungsinya, Ka-31 AEW mengemban tugas untuk menteksi ancaman dalam jarak jauh, termasuk disini kemampuan mendeteksi ancaman dari pesawat terbang dan helikopter. Peran pengawasan, pelacakan target sampai transmisi data ke komando atas dilakukan langsung dari kabin helikopter yang punya bobot kosong 11 ton ini. Bagi AL India, keberadaan helikopter ini digadang mampu meningkatkan efisiensi tempur, pertahanan udara dan koordinasi lainnya.
Notice that the ” Red 90″ helicopter aboard Kuznetsov, is a Ka-31 AEW. @CorporalFrisk pic.twitter.com/oLMIuVLutO
— Naval Analyses (@D__Mitch) October 22, 2016
Lantas yang radar AEW yang dibawa adalah E-801M Oko Early Warning Radar, dimana plat radar ditempatkan di bawah fuselage. Mekanisme operasionak radar layaknya radar di permukaan, yaitu antena radar berputar 360 derajat.
Antena yang berbentuk memanjang ditempatkan dalam kondisi terlipat saat tidak dioperasikan, saat navigator mengaktifkan radar, maka antena akan merubah posisi dari horisontal ke vertikal. Setelah terbuka penuh, selanjutnya antena bakal berputar dengan kecepatan 6 rpm.
Secara prinsip, radar E-801M dapat mendeteksi sasara udara sejauh 150 km. Sementara untuk mendeteksi sasaran kapal di permukaan laut sejauh 100 – 200 km. Radar ini disebut-sebut dapat mendeteksi 40 sasaran secara bersamaan. Karena menimbulkan drag, dalam kondisi darurat, antena radar dapat dilepaskan dari udara, termasuk dalam skema pendaratan darurat.
Dalam suatu misi, Ka-31 AEW cukup diawaki oleh seorang pilot dan navigator. Sebagai bentuk perlindungan area kokpit dilengkapi proteksi anti balistik.
The helicopter has been fielded by a total of three countries: Russia, China, and India. India introduced 14 units into service, while China acquired 9, with both nations operating the type within their naval forces. Russia possesses a total of 4 units: two serve in the Naval… https://t.co/grtmLk4IOF pic.twitter.com/yw5QKSWC8Y
— Zsiguli🇭🇺 (@GZsgallos2007) July 23, 2026
Ka-31 AEW ditenagai oleh dua mesin turboshaft Klimov TV3-117VMAR dengan kekuatan tiap mesin 1.633kW. Tangki bahan bakar di helikopter ini diisi dengan bahan busa poliuretan penekan api berkepadatan rendah, yang mencegah penumpukan bahan bakar dan kehilangan bahan bakar jika terjadi kerusakan parah pada pertempuran.
Kamov Ka-31 AEW punya bobot maksimum saat tinggal landas 12,2 ton. Helikopter spealis maritim ini dapat terbang sampai ketinggian 3.500 meter. Kecepatan jelajah mencapai 100 km per jam dan dalam posisi antena tersimpan, helikopter dapat terbang sejauh 600 km. Endurance misi pengintaian Ka-31 AEW adalah 2 jam 30 menit. (Gilang Perdana)
India Kembangkan Netra Mk2 AWACS Berbasis Airbus A321, Jangkauan Radar Tembus 650 Km



Cocok sebagai salah satu penghuni Garibaldi, jika Mesir bisa menempatkan Ka-52 di Mistral harusnya kita bisa dengan Ka-31 AEW di Garibaldi dong 👍😁