Jarang Dibicarakan dan Sempat Tak Diakui, Inilah Profil “Tower 22” – Benteng Militer AS di Gurun Pasir Yordania

Tower 22

Sebuah pos (benteng) militer Amerika Serikat yang jarang dibicarakan di gurun pasir di ujung timur laut Yordania telah menjadi fokus perhatian setelah serangan drone kamikaze yang menewaskan tiga pasukan AS dan melukai sedikitnya 34 lainnya pada 28 Januai 2024. Pos tersebut dikenal sebagai Tower 22, nama yang terkesan janggal. Nah, seperti apakah sebenarnya Tower 22?

Baca juga: Bingung Identifikasi Drone Kawan atau Lawan, Benteng Pasukan AS di Yordania Kena Serangan Mematikan

Tower 22 berada di dekat zona demiliterisasi di perbatasan antara Yordania dan Suriah di sepanjang tanggul berpasir yang dibuldoser yang menandai tepi selatan DMZ. (Demilitarized Zone). Perbatasan Irak hanya berjarak 10 kilometer (6 mil) dari Tower 22. Daerah tersebut dikenal sebagai Rukban, wilayah gersang yang luas yang pernah menjadi tempat munculnya kamp pengungsi di sisi Suriah sejak bangkitnya kelompok ISIS pada tahun 2014.

Pada puncaknya, lebih dari 100.000 orang tinggal di wilayah tersebut, namun dihalangi oleh Yordania atas kekhawatiran akan penyusupan kelompok ekstrimis ke wilayah Yordania. Kekhawatiran tersebut muncul dari serangan bom mobil tahun 2016 di sana yang menewaskan tujuh penjaga perbatasan Yordania.

Dikutip politico.com, Tower 22 awalnya merupakan pos terdepan Yordania yang mengawasi perbatasan, kemudian mengalami peningkatan dengan kehadiran AS di sana, khususnya setelah pasukan AS memasuki Suriah pada akhir tahun 2015. Komponen kekuatan yang ada di Tower 22 mencakup pasukan teknik, penerbangan, logistik, dan keamanan dengan sekitar 350 personel Angkatan Darat dan Udara AS.

Dari aspek strategis, Tower 22 menawarkan tempat bagi pasukan AS untuk menyusup atau diam-diam meninggalkan Suriah. Sebuah garnisun kecil AS di al-Tanf di Suriah hanya berjarak 20 kilometer (12 mil) di utara Tower 22. Pos tersebut berada di sepanjang jalan raya Suriah menuju Irak dan akhirnya Mosul, yang pernah menjadi basis utama ISIS. Jalan raya tersebut juga merupakan rute pengiriman senjata potensial dari Iran.

(washingtonpost.com)

Kehadiran AS di Yordania berisiko membuat marah masyarakat yang sudah melakukan demonstrasi massal menentang perang Israel – Hamas di Jalur Gaza. Perkiraan menunjukkan sekitar 3 juta dari 11,5 juta penduduk Yordania adalah warga Palestina. Kerusuhan yang meluas dapat mengancam pengausa Yordania. Raja Abdullah II, yang merupakan sekutu penting Amerika Serikat. Pasca serangan drone kamikaze pada 28 Januari lalu, Yordania awalnya membantah keberadaan Tower 22. (Gilang Perdana)

Pangkalan Udara Al Dhafra – Jadi Basis Kekuatan Tempur Tiga Negara di Timur Tengah

One Comment