Jadi Varian Single Seat, Jangkauan Operasi FA-50 Fighting Eagle Meningkat 30 Persen

(aviacionline.com)

Setelah sukses masuk ke pasar Eropa, yaitu dengan penjualan ke Polandia, kini Korea Selatan menargetkan pemasaran jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle ke Amerika Serikat. Guna memuluskan rencana ambisius tersebut, Korea Selatan akan menginvestasikan 49,4 miliar won (US$35,7 juta) untuk meningkatkan kemampuan FA-50 agar memenuhi standar Negeri Paman Sam.

Baca juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan Antara T/TA-50 Golden Eagle dan FA-50 Fighting Eagle

Pengumuman tersebut dibuat oleh Kementerian Perindustrian Korea Selatan. Dengan basis kemitraan antara Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin, mendorong optimisme dalam pemasaran FA-50. Bersamaan dengan rencana ekspansi ke pasar AS, KAI sekaligus memperkenalkan varian single seat (kursi tunggal) FA-50, yang disebut F-50.

Nilai investasi US$35,7 juta, termasuk diarahkan pada biaya pengembangan F-50. Proyek FA-50 varian single seat dijadwalkan akan berjalan hingga tahun 2028, di mana pemerintah Korea Selatan akan menyuntikkan dana sebesar 29 miliar won, dengan KAI dan perusahaan mitra lainnya menyumbangkan jumlah sisa yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja jet tempur FA-50.

Konversi dari desain FA-50 ke F-50 mencakup penghapusan kursi belakang untuk menampung tangki bahan bakar, serta penghapusan avionik terkait, yang bertujuan untuk mengurangi biaya dan berpotensi meningkatkan muatan senjata. Yang terpenting, modifikasi ini akan dilakukan dengan tetap mempertahankan kanopi dan garis cetakan luar FA-50 yang ada, sehingga memastikan efektivitas biaya dalam proses pengembangan.

Seperti dikutip eurasiantimes.com, upaya untuk meningkatkan jangkauan FA-50 juga akan melibatkan pengembangan tangki bahan bakar eksternal yang lebih besar dan penggabungan kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air refueling). Peningkatan ini diharapkan secara signifikan meningkatkan fleksibilitas operasional dan ketahanan misi pesawat.

Varian FA-50 single seat juga akan dibekali sistem penghindar tabrakan otomatis – automatic ground collision avoidance system yang dikembangkan di dalam negeri, sekaligus meningkatkan profil keselamatannya. Dengan jangkauan operasional yang diperluas hingga 30 persen, F-50 diklaim siap untuk memenuhi kebutuhan operasi pertahanan udara yang terus berkembang di kebanyakan negara.

Direktur Jenderal Kebijakan Industri Korea Selatan, Lee Seung-ryeol mengatakan, “FA-50 diakui memiliki daya saing terbaik di seluruh dunia dalam hal harga, kinerja, waktu pengiriman, dan biaya operasional.” Ia mencatat, pengembangan varian kursi tunggal akan membuka jalan untuk mendongkrak ekspor.

AU Korea Selatan Terima TA-50 Block 2 Golden Eagle, Jet Latih Tempur dengan Kemampuan ‘Setara’ FA-50

Dalam produksi F-50 kelak, KAI telah menargetkan untuk menguasai lebih dari 50% pasar jet tempur single seat global dengan memproduksi lebih dari 300 unit, menargetkan segmen yang diperkirakan berjumlah sekitar 450 unit.

Keputusan untuk memproduksi pesawat FA-50 berkursi tunggal datang setelah keberhasilan luar biasa KAI dalam mendapatkan kontrak untuk pesawat berkursi ganda FA-50 selama dekade terakhir.

Kesepakatan proyek FA-50 termasuk perjanjian penting untuk memasok 48 unit FA-50 ke Polandia pada tahun 2022, senilai $3 miliar. Pada tahun 2023, KAI juga menandatangani kontrak untuk memasok 18 unit FA-50 ke Malaysia senilai $919,70 juta. Prestasi tersebut semakin menambah kepercayaan diri KAI. Mereka percaya bahwa basis pelanggan yang sudah mapan akan memainkan peran penting dalam memfasilitasi penjualan FA-50.

Rekam jejak perusahaan yang terbukti dalam menghasilkan produk-produk pertahanan berkualitas tinggi, ditambah dengan kemampuannya untuk memenuhi beragam kebutuhan operasional, juga menempatkannya sebagai mitra pilihan dalam pengadaan pertahanan bagi banyak negara. Maka saat ini Korea Selatan dengan dukungan lobi Lockheed Marrtin, dengan penuh percaya diri akan membawa masuk FA-50 ke pasar potensial di AS.

Selain itu, aarget pasar dari F-50 kelak adalah untuk memenuhi kebutuhan spesifik negara-negara yang berbeda, khususnya negara-negara yang masih menggunakan jenis jet tempur lama seperti MiG, Su, F-5, A-37, A-4 Skyhawk, Alpha Jet dan L-39. Pengguna pertama F-50 diperkirakan adalah pembeli asing, dengan Malaysia menjadi salah satu negara yang menjadi target penjualan. Dengan Malaysia yang telah mendapatkan kesepakatan untuk mengakuisisi FA-50, Korea Selatan mengantisipasi bahwa Angkatan Udara Malaysia (RMAF) dapat memilih pesawat tempur ini kelak, khsusunya sebagai pengganti jet tempur ringan single seat Hawk 200. (Gilang Perdana)

Jet Tempur FA-50 Moncer di Pasar Ekspor, KAI Canangkan Varian Single Seat, F-50