Ito 90 – Sistem Rudal Hanud Jarak Pendek Andalan Finlandia dari Basis Crotale NG

Pasca bergabung dengan NATO, Finlandia sontak bersiap untuk menghadapi potensi serangan langsung dari Rusia. Selain mencanangkan pembelian sistem hanud jarak jauh David’s Sling dari Israel, Finlandia juga memobilisasi sistem hanud jarak dekat – SHORAD (Short Range Air Defence).

Baca juga: Resmi Jadi Anggota NATO, Finlandia Borong David’s Sling Untuk Hadapi Serangan Rudal Rusia

Dan bicara tentang SHORAD, negara Skandinavia itu punya Ito 90, yakni short-range air defense missile system yang merupakan versi Finlandia dari sistem rudal hanud jarak pendek Crotale NG buatan Perancis.

Dirancang untuk kebutuhan Finlandia, Ito 90 mempunyai beberapa modifikasi untuk memenuhi persyaratan lokal. Salah satu yang kentara adalah adopsi sasis rantis lapis baja Sisu sebagai platform.

Ito 90 mulai dioperasikan militer Finlandia pada tahun 1992. Total ada 21 unit Ito 90 dibuat dengan produksi dihentikan pada tahun 1993. Semua sistem Ito 90 yang sudah operasional kemudian dimodernisasi antara tahun 2007 dan 2010. Dan pada tahun 2023, dilaporkan semua sistem hanud Ito 90 dalam kondisi operasional penuh.

Sebagai sistem pertahanan udara titik, Ito 90 dirancang untuk melindungi aset stasioner penting, seperti lapangan terbang, pangkalan militer, depot amunisi, jembatan, pembangkit listrik, dan aset lainnya dari pesawat musuh, helikopter, dan serangan rudal.

Mengacu pada Crotale NG, maka sistem hanud Ito 90 menggunakan rudal darat ke udara VT-1 dengan jangkauan maksimum 11 km dan ketinggian maksimum adalah 6 km. Setiap rudal membawa hulu ledak high explosive 13 kg dan memiliki radius mematikan 8 meter. Rudal VT-1 dapat melesat hingga Mach 3.5 (1 160 meter per detik).

Secara teori, akan sangat sulit bagi sasaran untuk menghindar dari uberan VT-1, pasalnya rudal ini dapat bermanuver hingga 35G, sementara pilot hanya dapat menahan tidak lebih dari 9-10G.

Rudal VT-1 beroperasi menggunakan sistem pemandu radio command guidance. Dalam simulasi pertempuran, radar pada kendaraan mengirimkan sinyal ke mana rudal harus diarahkan. Pada kendaraan peluncur juga memiliki kemampuan panduan optik (optical guidance) melalui TV dan kamera infra merah. Dua metode panduan tersebut memungkinkan untuk meluncurkan rudal saat lawan melancarkan jamming pada radar.

Kendaraan peluncur Ito 90 yang teritegrasi dengan radar disebut TELAR. Kemampuan radar memiliki jangkauan deteksi 30 km dan dapat melacak target pada jarak 16 km, sedangkan sistem sensor elektro-optik dapat melacak target pada jarak 15 km. Sebagai catatan, hanya satu rudal yang dapat dipandu ke sasaran pada satu waktu. Waktu reaksi dari saat target terdeteksi hingga peluncuran rudal adalah 5 detik.

Dalam sekali jalan, TELAR dapat membawa delapan rudal yang siap ditembakan. Ito 90 memiliki engagement and acquisition radar yang dibawa oleh kendaraan yang sama (TELAR), sehingga setiap kendaraan TELAR mampu beroperasi secara otonom. Ada tautan radio (radio link) antara kendaraan peluncur Ito 90 yang berbeda. Selain itu, Ito 90 juga dapat menerima data dari radar peringatan dini dari unit lain.

Baca juga: Sistem Hanud Crotale NG ‘Donasi’ Perancis untuk Ukraina Berhasil Tembak Jatuh Rudal Jelajah Rusia

Dari spesifikasi TELAR dengan sasis Sisu 6×6, punya berat 20 ton, dimensi panjang 7,6 meter, lebar 2,9 meter dan tinggi 3,5 meter. TELAR ditenagai mesin diesel Valmet 611 yang menghasilkan tenaga 236 hp. TELAR dapat melaju maksimum 90 km per jam dan jarak jelajah 700 km. (Gilang Perdana)

One Comment