Israel Aerospace Industries Luncurkan “Wind Demon” – Rudal Jelajah Jarak Jauh untuk F-16 Fighting Falcon

Israel Aerospace Industries (IAI) di Pameran Dirgantara Internasional ILA 2024 di Berlin (5 – 9 Juni 2024), merilis versi rudal balistik Lora yang diluncurkan dari Udara dengan label “Wind Demon”. Berperan sebagai Long-Range Air-to-Ground Missiles, Wind Demon ditujukan untuk menyerang target bernilai tinggi dari jarak jauh. Rudal baru ini, dapat diluncurkan dari pesawat tempur dan pembom, menunjukkan kemampuannya, termasuk ideal diluncurkan dari jet tempur generasi keempat F-16 Fighting Falcon.

Baca juga: Sea/Ice Breaker Tampil di Singapore Airshow 2024 – Rudal Jelajah Generasi Kelima Buatan Israel

IAI menyebut, bahwa permintaan dunia akan rudal udara ke darat jarak jauh telah mencapai tingkat yang baru. Wind Demon adalah generasi baru rudal jelajah udara-ke-permukaan, yang menggabungkan kemampuan baru berdasarkan pengalaman bertahun-tahun Israel dalam pengembangan rudal dan drone kamikaze.

Wind Demon ditembakkan dari platform udara, selain untuk F-16, Wind Demon dapat diluncurkan dari helikopter dan pesawat patroli, dan mengikuti rencana misi yang telah ditentukan untuk memenuhi target bergerak atau diam pada jarak melebihi 200 kilometer. Wind Demon dirancang sebagai rudal dengan mekanisme ‘tembak dan lupakan’, meski juga menawarkan kemampuan ‘man in the loop’. Kombinasi kemampuan ini memungkinkan platform untuk mendekati musuh di ketinggian rendah dari jarak jauh.

Man in the loop dalam operasional rudal merujuk pada konsep di mana manusia memiliki peran langsung dan aktif dalam pengendalian dan pengoperasian sistem rudal, terutama dalam tahap-tahap kritis seperti peluncuran, bimbingan, dan serangan akhir. Ini berarti bahwa keputusan penting selama misi rudal, seperti memilih target, melacak target, dan memandu rudal ke target, melibatkan intervensi dan kontrol manusia.

Salah satu contoh aplikasi dari konsep man in the loop ada pada rudal seperti AGM-114 Hellfire, yang dapat dipandu oleh operator menggunakan panduan laser atau kamera video.

Sistem pemandu pada Wind Demon mengandalkan advanced day and night electro-optic, serta laser homing seekers. Wind Demon memberikan deteksi, diskriminasi, dan klasifikasi target yang tepat dengan akurasi yang tinggu untuk operasi siang dan malam.

Untuk daya hancur, Wind Demon dibekali hulu ledak yang beratnya lebih dari 20 kilogram, dan dapat diadaptasi untuk hulu ledak dengan efek blast, fragmentation, and penetration.

Wind Demon memiliki profil desain yang sangat rendah, meningkatkan kemampuan bertahan dengan menghindari deteksi dan gangguan, dikombinasikan dengan rangkaian navigasi yang kebal terhadap jamming dari lawan.

Fitur konektivitas yang ditingkatkan memungkinkan transmisi video real-time, kontrol person-in-the-loop, dan penahan ketinggian rendah selama misi. Dari spesifikasi, Wind Demon punya berat 140 kilogram dan tngkat akurasi circular error probable (CEP) 1 meter. (Gilang Perdana)

Singapura dan Israel Pamerkan Blue Spear – Rudal Jelajah Anti Kapal dengan Mesin Turbojet

2 Comments