Intip Chevrolet Camaro Helge Meyer – Sedan Tempur Lapis Baja yang Berjasa Saat Perang Bosnia

(hagerty.com)

Netizen yang besar di era 80/90-an tentu pernah melihat serial Knight Rider yang dibintangi aktor David Hasselhoff. Dengan sedan (KITT) Pontiac Firebird Trans Am berwarna hitam, kendaraan serba ‘canggih dan kebal peluru’ tersebut menjadi perhatian pada zamannya. Dan, rupanya ada yang mengadopsi sedan serupa untuk dioperasikan di medan konflik. Bukan sembarang konflik, pada Perang Serbia-Bosnia (1992 – 1995), sebuah sedan sport Chevrolet Camaro keluaran 1979 ternyata berhasil diciptakan bak ikon di film Knight Rider.

Baca juga: Mungkinkah AMEV Digdori Jadi Bison? Inilah Mobil Evakuasi dari Karoseri Delima Jaya

Mayor Helge Meyer, seorang perwira pasukan khusus Denmark, terbilang berani dan punya nyali besar selama pertempuran kota di bekas wilayah Yugoslavia. Saat malam tiba, sniper tanpa pandang bulu menghajar sasaran di Bosnia, menciptakan ketakutan pada warga yang terisolir dari pasokan logistik dan bahan pangan. Namun, di tengah ketakutan warga, Helge Meyer dengan Camaro bermesin V-8 thunder justru nekad merangsek wilayah konflik guna memasok kebutuhan logistik warga.

Dengan cat warna hitam dof, Chevrolet Camaro yang dibawa Meyer tentu sudah mendapatkan sejumlah modifikasi. Meski tidak dilengkapi senjata, namun sedan tempur ini sudah dibekali proteksi tahan peluru. Dikutip dari hagerty.com, disebutkan bagian lantai dan belakang kendaraan dipasang plat baja, kemudian bagian pintu sudah dilapisi bahan kevlar.

(hagerty.com)

Sadar bahwa roda adalah bagian rawan terkena proyektil, maka ban diisi dengan busa untuk meredam kebocoran. Model ini dipersiapkan agar kendaraan tetap dapat melaju sampai wilayah aman, baru dilakukan penggantian ban.

Dengan dibantu personel AU Amerika Serikat (US Air Force) di luar jam kerja, Meyer melakukan modifikasi agar sedan “Mad Max” ini benar-benar siap maju ke medan perang. Pencahayaan pada bagian interior dilepas, kemudian di pasang modul GPS militer dan radio taktis. Tidak itu saja, lampu bagian depan dilengkapi sensor infrared, sehingga pengemudi dapat membawa sedan ini dengan IR (infrared) goggle serta detektor panas tubuh.

Belakangan, upaya Meyer mendapat dukungan tak resmi dari AD AS (US Army), di mata personel asing, Camaro Meyer dipandang sangat efektif untuk mencapai berbagai lokasi yang tidak dapat dikunjungi oleh kendaraan pemasok PBB yang mudah diidentifikasi dengan cat warna putihnya.

Pada masa tugasnya, Camaro Meyer akrab disebut “Bandits,” bagi warga Bosnia, kehadiran sedan tempur ini merupakan berkah tersendiri, lantaran dari bagasi sedan inilah disalurkan bahan makanan dan logistik. Ditembaki pun sudah kenyang dialami Meyer dengan Camaro-nya, bahkan dikisahkan sempat ada proyektil yang mengenai helm, yang untungnya tidak mengenai kepala.

Baca juga: Minenräumer ‘Minebreaker 2000/2’ – Wahana Penghancur Ranjau dari Platform MBT Leopard

Dirunut dari sejarahnya, Meyer membeli Chevrolet Camaro dari seorang warga AS di Lanud Rhein, Jerman. Dengan sedan bertenaga 170 hp, Meyer masih menyalurkan bantuan kemanusiaan di Bosnia dan Kroasia sampai tahun 1995. (Gilang Perdana)

4 Comments