Intelijen AS Ketar-ketir, Hotel Rössli di Swiss Milik Warga Cina Berlokasi Hanya 100 Meter dari Pangkalan F-35

Setelah belum lama ada kabar ‘penggusuran’ properti milik warga Cina yang berlokasi tidak jauh dari basis peluncur (silo) rudal balistik antarbenua di dekat Pangkalan Angkatan Udara AS (Francis E. Warren Air Force Base) di Wyoming, kini ada kabar yang masih dalam tajuk dugaan spionase yang diarahkan untuk mengamati alutsista canggih buatan AS. Namun, kali ini lokasinya bukan berada di wilayah AS, melainkan di negeri yang terkenal dengan keindahan alamnya, Swiss.

Baca juga: Washington ‘Gusur’ Properti Milik Warga Cina, Berlokasi Tak Jauh dari Basis Peluncur (Silo) Rudal Balistik Antarbenua

Hotel Rössli, sebuah hotel kayu yang berusia seabad di Desa Alpen Unterbach, Swiss, belakangan menjadi fokus perhatian agen intelijen AS, pasalnya lokasi hotel ini jaraknya berdekatan dengan bandara (pangkalan udara/lanud) Meiringen, tempat Angkatan Udara Swiss berencana untuk menempatkan jet tempur stealth F-35A Lightning II.

Sangat indah dan disukai pelancong manca negara, Hotel Rössli menawarkan pemandangan pegunungan yang tertutup salju dan air terjun di dekatnya. Namun, pemandangan dari belakang hotel itulah yang menarik perhatian intelijen AS. Terletak hanya 100 meter dari belakang hotel, terdapa Lanud Meiringen.

Hotel Rössli

Meiringen adalah bandara yang cukup terkenal bagi para penggemar penerbangan, lokasinya terletak di ketinggian 570 meter antara Pegunungan Alpen Bernese Oberland, dan pangkalan udara ini hampir tidak terlihat oleh orang-orang yang mengunjunginya untuk pertama kali. Jika bukan karena menara kendali futuristik dan beberapa helikopter yang diparkir di apron besar di samping landasan pacu utama, akan agak sulit untuk menyadari keberadaan Meiringen.

Seperti dikutip Theaviationist.com, Meiringen hanya dikelilingi oleh pagar yang biasanya bersifat “simbolis”, terkadang hampir tidak ada, dan terdapat sistem perlintasan sebidang yang diaktifkan selama operasi penerbangan untuk mencegah gangguan pada landasan pacu atau taxiway. Terkait perlintasan sebidang, ada jalan lokal melintasi landas pacu dari Utara ke Selatan dan dari Timur ke Barat: sepasang lampu mengatur penyeberangan landasan pacu yang diberikan hingga beberapa saat sebelum pesawat lepas landas.

Posisi Hotel Rössli dari Google Maps

Pangkalan udara ini semacam “ruang terbuka” yang besar, dengan pesawat lokal terletak di dalam tempat perlindungan gunung dan hanggar pemeliharaan terletak di bangunan modern di sepanjang jalur utama.

Pelancong dapat dengan leluasa berjalan mendekati ambang landasan pacu dan taxiway serta mengambil foto sebanyak yang Anda mau. Singkatnya, pangkalan udara ini adalah surganya para spotter aviasi, sementara ‘diperkirakan’ akan menjadi mimpi buruk bagi intelijen AS.

F/A-18C Hornet Swiss dengan latar Hotel Rössli.

Menurut laporan Wall Street Journal, sejak tahun 2018, Hotel Rössli dimiliki oleh keluarga asal Cina, Wang. Hotel ini pernah digerebek oleh polisi federal Swiss tahun lalu. Pejabat keamanan nasional AS dan Inggris berargumentasi bahwa tampilan depan hotel yang indah menawarkan badan intelijen Cina sebagai lokasi utama untuk mengumpulkan informasi tentang F-35.

Ketika minat Swiss terhadap F-35 meningkat, para pejabat intelijen AS dan diplomat di Swiss berulang kali memperingatkan bahwa agen intelijen Cina, yang beroperasi di bawah perlindungan diplomatik di Jenewa, berusaha mengumpulkan informasi tentang jet tersebut. “Badan Intelijen Federal Swiss hanya memiliki sekitar lima staf yang fokus pada Cina,” kata Ralph Weber, pakar Cina di Universitas Basel. “Kebijakan Swiss-Cina pada dasarnya ditujukan untuk tidak memprovokasi Tiongkok,” tambahnya.

F-5E Tiger II Swiss dengan latar Hotel Rössli.

Pada tahun 2022, Swiss berkomitmen untuk membelanjakan 6 miliar franc Swiss (6,18 miliar Euro), untuk pembelian F-35, yang diperkirakan akan tiba pada tahun 2028, yang menandai investasi militer terbesar dalam sejarah negara tersebut. Namun, para pejabat AS merasa Swiss tidak cukup menangani keamanan di sekitar lapangan terbang.

Bantahan
Sementara keluarga Wang membantah menggunakan hotel tersebut untuk spionase, mereka mengklaim bahwa hotel tersebut hanyalah tempat peristirahatan bagi pelancong. Meski begitu, ada beberapa alasan yang membuat badan intelijen Barat khawatir, yakni keluarga Wang tidak terbiasa dengan adat istiadat kuliner Swiss dan tingginya biaya tenaga kerja lokal.

Meski Ditentang Oposisi, Swiss Telah Jatuhkan Pilihan Pada Jet Tempur F-35A

Seringkali mereka kembali ke Cina Daratan, termasuk saat puncak musim liburan. Kemunduran hotel dan kedatangan pekerja baru dari Cina, beberapa di antaranya tanpa izin tinggal, semakin memicu kecurigaan. Latar belakang keluarga Wang juga menimbulkan beberapa pertanyaan, Wang Jin mengaku tumbuh besar di Jerman dan Swiss, dan menyebut dirinya sebagai anak diplomat.

Tidak ada bukti
Terlepas dari kekhawatiran AS, pejabat intelijen Swiss tidak menemukan bukti nyata adanya aksi spionase oleh keluarga Wang. Setelah penggerebekan polisi dan denda untuk pelanggaran kecil, keluarga Wang kembali ke Cina, meninggalkan hotel untuk dijual. Banyak penduduk setempat memandang situasi ini sebagai reaksi berlebihan. Mantan pemilik Kaspar Kohler meragukan efektivitas metode spionase tersebut.

Sebuah keluarga di Swiss telah berusaha membeli Hotel Rössli tetapi tidak bisa mendapatkan pinjaman. Tahun lalu, sebuah iklan online mencantumkan hotel tersebut dijual seharga $1,8 juta. Pada bulan Januari, Komisi Lapangan Udara Unterbach mengetahui bahwa pembeli telah ditemukan, yaknui militer Swiss. Namun, detail tentang pembelian ini tidak diungkapkan ke publik. (Bayu Pamungkas)

Terkait Keamanan Nasional, Australia Ganti Ratusan Kamera Pengintai Buatan Dua Perusahaan Cina

4 Comments