Inilah BB-1 – Bom Laut Buatan Soviet di Korvet Parchim dan Frigat Van Speijk Class TNI AL

Meski jarang terdengar aktivitasnya, rupanya untuk misi anti kapal selam (AKS), TNI AL masih mengandalkan bom laut (depth charge). Seperti pada Pameran Alutsista TNI 2023 di Lapangan Monas (24-27 September 2023), TNI AL memperlihatkan jenis bom laut tipe BB-1. Dari usianya, bom laut ini bukan amunisi baru lagi, tapi bom laut jenis ini masih mumpuni bila dilontarkan dari korvet Parchim class.

Baca juga: KRI Pulau Raas 722 (Kondor Class) Gelar Latihan Anti Kapal Selam dengan Ranjau Laut Puspenerbal

Dari lembat informasi, disebut bahwa bom laut BB-1 adalah buatan era Uni Soviet, dan dibuat pada tahun 1958. Melihat dari tahun pembuatan, maka diduga bom laut ini didatangkan ke Indonesia satu paket dengan akuisisi kapal perang besar-besaran dari Soviet pada dekade 60-an, yakni sebagai persiapan Operasi Trikora.

Bom laut BB1 yang berbentuk bak tabung gas 12 kg, beratnya mencapai 165 kg. Di dalamnya sudah termasuk hulu ledak TNT seberat 135 kg. Dimensi tinggi BB-1 adalah 712 mm dan diameter 430 mm. Dengan bobotnya, kecepatan tenggelam bom ini mencapai 2,5 meter per detik.

Bom laut BB1 menggunakan sistem detonasi impact water pressure, alias berdasarkan kedalaman tekanan air. Bom lait BB1 dapat di-setting untuk meledak di kedalaman 10 meter (minimal) dan 330 meter (maksimal). Saat meledak di bawah permukaan air, maka daya rusak bom laut ini mencapai radius 20 meter, menjadikan kapal selam dapat hancur atau rusak berat bila masuk dalam radius ledaknya.

Pada Pameran Alutsista 2023 di Monas, TNI AL juga menyertakan alat pelempar bom laut. Menggunakan sistem kerja tracker pegas, pelempar bom laut punya diameter 107 mm, sudut elevasi 45 derajat dan berat pelempar dalam kondisi kosong 194 kg. Yang unik, disebut selain digunakan pada korvet Parchim class buatan Jerman Timur, bom laut BB-1 juga digunakan pada frigat Van Speijk class, yang notabene adalah buatan Belanda/NATO.

Baca juga: APR-3ME – Rudal Anti Kapal Selam Rusia, Hancurkan Kapal Selam di Laut Dalam dan Dangkal

Dari sejarahnya, BB-1 telah digunakan Angkatan Laut Soviet pada akhir Perang Dunia II. Bom laut ini dapat dilepaskan dari B-1 lever rack atau diluncurkan dari BMB-1 depth charge projectors. Pada masa Perang Dingin, Soviet mengembangkan BMB-2 depth charge projector, yang dapat melemparkan BB-1 dengan lebih efektif. (Bayu Pamungkas)