Inggris Kerahkan Eurofighter Typhoon FGR4 dalam Serangan Udara ke Basis Houthi di Yaman

Jet tempur Eurofighter Typhoon kembali memperlihatkan debut tempurnya di Timur Tengah. Hal ini setelah Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memberikan lampu hijau untuk dilakukannya serangan udara ke basis Houthi yang berada di pesisir Yaman. Untuk melancarkan serangan ke Yaman, Angkatan Udara Inggris mengerahkan flight Typhoon FGR4 ke Pangkalan Udara Akrotiri di Siprus.

Baca juga: Kanselir Jerman Melunak, Berikan Lampu Hijau Penjualan Eurofighter Typhoon ke Arab Saudi

Opsi serangan udara dengan senjata berpresisi tinggi yang diambil oleh Inggris dalam pengerahan Typhoon adalah penggunaan rudal jelajah Storm Shadow. Jenis rudal Storm Shadow akan menjadi pilihan utama, pasalnya selain punya kinerja apik yang belum lama ini dibuktikan di perang Ukraina, penggunaa rudal jelajah yang diluncurkan di udara – Air Launch Cruise Missile (ALCM) dapat menghindari jatuhnya korban dari pihak penyerang.

Salah satu sasaran serangan udara Inggris adalah ke basis militer Houthi di wilayah Pelabuhan Hudaydah. Dalam update terkini, serangan udara telah dilancarkan Inggris bersama Amerika Serikat.

Eurofighter Typhoon FGR4 adalah varian yang dirancang untuk melaksanakan berbagai misi, termasuk serangan darat dan dukungan tempur, selain kemampuan tempur udara-ke-udara. Eurofighter Typhoon FGR4 dilengkapi dengan sistem avionik terbaru, termasuk radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang canggih. Radar ini meningkatkan kemampuan mendeteksi dan melacak target, baik di udara maupun di permukaan.

FGR4 dirancang untuk dapat melaksanakan misi serangan darat dan dukungan tempur dengan efektif. Ini termasuk kemampuan membawa dan meluncurkan berbagai jenis senjata presisi untuk menangani target darat. Varian ini dilengkapi dengan sistem elektronik perang yang canggih untuk mendukung tugas pertahanan elektronik dan menghadapi ancaman dari sistem pertahanan udara musuh.

Sejak 2015, Eurofighter Typhoon mampu mengusung Storm Shadow.

Eurofighter Typhoon FGR4 Dibekali dengan dua mesin Eurojet EJ200 afterburning turbofan. Jet tempur twin engine ini dapat melesat lebih dari Mach 2. Jangkauannya tergantung pada konfigurasi dan beban misi, biasanya mencapai lebih dari 3.700 kilometer. Sementara ketinggian maksimum lebih dari 18.000 meter.

Tentang Storm Shadow, adalah rudal jelajah jarak jauh yang artinya dalam operasi serangan darat ini, penerbang tempur tak perlu lagi sampai masuk ke wilayah teritori udara lawan. Singkat kata, berkat rudal jelajah macam ini, keselamatan awak pesawat menjadi terjamin, mengingat peran jet tempur tak lebih sebagai launcher yang jauh dari potensi sergapan interceptor.

Setelah dilepaskan dari jet tempur, rudal Storm Shadow selanjutnya akan terbang rendah mengikuti kontur bumi dengan identifikasi posisi menggunakan GPS (Global Positioning System). Saat mendekat lokasi sasaran, rudal akan melesat tinggi (Mach 0.8 – 0.95) untuk identifikasi akhir sasaran, di tahap akhir ini yang berperan adalah infrared node cone camera atau thermographic camera (Infrared homing).

Mirip Storm Shadow, Taiwan Sukses Meluncurkan Rudal Jelajah Wan Chien dari Jet Tempur Ching Kuo

Prinsip pelepasan Storm Shadow adalah fire and forget, proses pemprograman rudal dilakukan sebelum diluncurkan. Dan setelah diluncurkan rudal dengan sayap lipat berbobot 1,3 ton ini tak dapat dikendalikan oleh operator, atau tak bisa menerima perintah penghancuran diri (self destroy).

Maka dari itu, perencanaan dalam penggunaan rudal ini harus dilakukan secara cermat, pasalnya salah informasi intelijen bukan tak mungkin akan menimbulkan kerusakan kolateral yang besar. (Gilang Perdana)