Inggris Ajukan Arrowhead 120: Gandeng Saab demi Rebut Kontrak Fregat Swedia $6 Miliar

Lanskap pertahanan maritim Eropa semakin menarik setelah Inggris secara resmi mengonfirmasi partisipasi Babcock International dalam persaingan pengadaan fregat terbaru Swedia, Lulea class. Untuk memenangkan kontrak senilai 6 miliar dolar AS ini, Babcock tidak melangkah sendirian; mereka secara strategis menggandeng raksasa pertahanan lokal Swedia, Saab, untuk menawarkan varian Arrowhead 120.
Baca juga: Update Fregat Merah Putih: Indonesia Tambah 2 Unit Arrowhead 140, Total Jadi 4!
Kolaborasi ini menjadi kunci utama bagi Babcock untuk memenangkan hati pemerintah Swedia, karena Arrowhead 120 akan dirancang sebagai kapal “hibrida” yang memadukan keunggulan arsitektur kapal Inggris dengan kecanggihan otak elektronik domestik Swedia.
Keterlibatan Saab dalam proyek ini memastikan bahwa Arrowhead 120 akan mengusung Sistem Manajemen Tempur (CMS) 9LV yang legendaris serta integrasi radar seri Sea Giraffe terbaru. Dengan pendekatan ini, Angkatan Laut Swedia akan mendapatkan kapal dengan teknologi modular yang modern namun tetap memiliki interoperabilitas sempurna dengan armada mereka yang sudah ada.
Penggunaan sistem dari Saab juga memberikan jaminan kedaulatan teknologi bagi Swedia, yang kini memegang peran vital sebagai anggota baru NATO dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Laut Baltik yang dinamis.

Jika menilik spesifikasinya, Arrowhead 120 tampil sebagai sosok yang lebih lincah dan kompak dibandingkan saudaranya yang lebih besar, Arrowhead 140, yang kini tengah dibangun di Indonesia sebagai Fregat Merah Putih. Perbedaan dimensi ini mencerminkan kebutuhan operasional yang sangat kontras antara kedua negara.
Di satu sisi, Indonesia membutuhkan Arrowhead 140 dengan bobot hingga 7.000 ton dan panjang 140 meter untuk mengarungi samudera luas dan menjalankan misi blue water navy jangka panjang di Natuna Utara. Di sisi lain, Arrowhead 120 yang berukuran lebih kecil justru menjadi senjata ideal bagi Swedia untuk bermanuver di perairan pesisir dan wilayah Baltik yang lebih tertutup namun tetap menuntut kewaspadaan tinggi.

Meskipun berukuran lebih ringkas, Arrowhead 120 tetap mewarisi DNA efisiensi dan teknologi siluman dari keluarga Arrowhead. Fokus utama desain ini adalah pada peperangan anti-kapal selam dan pertahanan udara berlapis yang sangat responsif terhadap ancaman modern. Keberhasilan Babcock dan Saab dalam merumuskan kerja sama ini tidak hanya menjadi tantangan bagi kompetitor lainnya di Swedia, tetapi juga membuktikan bahwa fleksibilitas desain kapal modern kini menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan alutsista global yang semakin kompleks.
Secara teknis, Arrowhead 120 yang ditawarkan untuk konfigurasi Swedia memiliki spesifikasi yang sangat mumpuni dengan bobot perpindahan sekitar 4.650 ton. Desainnya menggabungkan lambung baja yang kokoh dengan struktur atas (superstructure) berbahan komposit ringan, sebuah kombinasi yang dirancang untuk menjaga stabilitas sekaligus meminimalisir tanda radar.
Penampakan Korvet Stealth ‘Misterius’ Cina, Desainnya Mirip Korvet Visby Class Swedia
Dengan panjang 120 meter dan lebar 19 meter, kapal ini menggunakan sistem penggerak CODLAD (Combined Diesel-Electric and Diesel) yang memungkinkannya mencapai kecepatan maksimal di atas 24 knot dan memiliki jarak jelajah hingga 6.000 mil laut. Ruang mesinnya pun dirancang fleksibel untuk mengakomodasi berbagai pilihan mesin diesel dan generator sesuai kebutuhan operasional.
Sebagai wahana tempur yang disiapkan untuk beroperasi di lingkungan keras seperti Laut Baltik, Laut Utara, hingga zona Arktik, Arrowhead 120 memiliki penekanan khusus pada ketahanan (endurance) dan kelangsungan hidup di kondisi cuaca dingin ekstrem. Dimensinya yang masuk dalam rentang Kelas Luleå (3.000 hingga 4.500 ton) juga dilengkapi dengan teluk misi (mission bays) yang dapat dikonfigurasi ulang serta ruang internal modular. Hal ini memungkinkan kapal untuk berganti peran dengan cepat atau mengakomodasi sistem kemasan kontainer sesuai tuntutan misi yang dinamis.
Kemampuan udara dan lautnya pun tidak main-main. Dek penerbangannya dirancang mampu menangani pesawat hingga bobot 15 ton, sementara hangarnya siap menampung helikopter angkatan laut menengah seperti NH90 atau MH-60 Seahawk. Selain itu, terdapat opsi untuk mengoperasikan kombinasi helikopter ringan dengan drone udara seperti MQ-8C.
Di bagian belakang, tersedia ramp buritan untuk peluncuran dan pemulihan kapal cepat atau kendaraan bawah laut tak berawak (UUV) hingga panjang 11 meter. Untuk urusan persenjataan, desain ini menyediakan sistem peluncuran vertikal (VLS) hingga 16 sel, delapan rudal permukaan-ke-permukaan, meriam utama hingga kaliber 127 mm, serta meriam sekunder 30 mm yang dilengkapi sensor elektro-optik.
Jika dibandingkan dengan Arrowhead 140 yang diadopsi Indonesia sebagai Fregat Merah Putih, Arrowhead 120 tampil sebagai versi yang lebih ringkas namun sangat padat teknologi. Jika Fregat Merah Putih Indonesia memiliki dimensi lebih besar (140 meter/7.000 ton) untuk misi samudera terbuka (blue water navy), Arrowhead 120 untuk Swedia ini dioptimalkan sebagai pemburu kapal selam dan pertahanan udara yang lincah di perairan regional.
Dengan kapasitas kru standar 80 personel dan ruang tambahan bagi 80 pasukan khusus atau spesialis misi, Arrowhead 120 membuktikan bahwa fleksibilitas desain modular menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan alutsista global di masa depan. (Gilang Perdana)
Polandia Teken Kontrak dengan Babcock, Bangun Tiga Unit Frigat Miecznik (Arrowhead 140)


