Indonesia Menyatakan Minat Pada Frigat Stealth La Fayette Class, Bagaimana Peluangnya?

Sebelumnya perlu dipahami, bahwa Letter of Intent (LoI) bukanlah perjanjian atau kontrak pembelian suatu produk, melainkan baru pernyataan minat untuk mengakuisisi, sementara proses pembicaraan dan negosiasi masih harus dilakukan untuk kelanjutannya. Nah, terkait rencana pengadaan kapal perang, rupanya ada yang terlewatkan dari warganet, bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia pada Agustus 2020 telah mengeluarkan LoI kepada Kemenhan Perancis untuk pengadaan frigat La Fayette Class.

Baca juga: Surcouf (La Fayette Class) – Frigat Stealth dengan Komandan Seorang Wanita di MNEK 2018

Bukan hanya frigat La Fayette Class, LoI yang ditandatangani Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga menyebut nama kapal selam Scorpene Class, rudal Exocet dan pesawat tempur Rafale. Ketiganya boleh dibilang sudah ramai dalam cuitan warganet, sebaliknya agak sepi tentang frigat La Fayette Class. Padahal sudah lebih dari sekali frigat ini mampir dan sandar dalam kunjungan persahabatan di Indonesia.

Lepas nanti, apakah LoI akan meningkat menjadi MoU dan berujung ke kontrak pembelian, namun menarik untuk dicermati, seperti apakah sosok frigat dengan kapabilitas stealth ini. La Fayette Class terbilang frigat yang lumayan laris di pasaran dunia, dibangun oleh Naval Group (d/h DCNS), populasi frigat ini setidaknya ada 20 unit. Perancis sendiri mengoperasikan lima unit, yakni La Fayette (F710), Surcouf (F711), Courbet (F712), Aconit (F713) dan GuΓ©pratte (F714).

La Fayette Class dirancang dengan desain modular (terdiri dari 11 modul besar), dimana ciri khas dari strukturnya dibangun dari material light alloy dan glass-reinforced plastic, yang secara keseluruhan dipercaya dapat mengurangi bobot kapal. Kemudian zona-zona vital pada kapal dilapisi material Kevlar, sistem-sistem yang penting diproteksi sebagai redundan. Kompartemen para kru juga dilindungi terhadap ancaman serangan biologi, kimia dan nuklir.

Meski La Fayette Class punya desain minimalis, namun bekal senjata yang ada lumayan padat, sebut saja ada French Naval Gun 100 mm. Dengan munisi 13,5 kg, kanon ini dapat melesatkan proyektil hingga jarak 16 km. Secara teori kanon ini dapat menembakan 80 proyektil per menitnya.

Di bagian geladak, ada dua pucuk kanon PSU yang dioperasikan secara manual, yakni F2 kaliber 20 mm. Kanon ini dapat melepaskan 720 proyektil per menit dengan jarak tembak 10 km.

Untuk rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3, dua peluncur empat sel dipasang dalam posisi midship antara dua tiang. Rudal anti kapal memiliki jangkauan 70 km dan mendekati target dalam mode sea skimming pada kecepatan subsonik yang tinggi, sekitar Mach 0,95. Angkatan Laut Perancis telah memberikan kontrak pada MBDA untuk rudal Exocet MM40 Block 3 yang mulai dipasang pada La Fayette Class sejak tahun 2006. Rudal Blok 3 akan memiliki sistem propulsi turbojet dengan jangkauan 180 km.

Menuju bagian atas hanggar, disematkan satu konsol rudal hanud jarak dekat Crotale CN2, dalam konsol tersebut terdapat delapan rudal yang siap diluncurkan untuk mengangkis seragan rudal anti kapal dan jet tempur lawan. Crotale CN2 mengusung rudal VT-1 yang mampu melesat Mach 3,6 dengan jarak jangkau 13 km. Rencananya kedepan La Fayette Class akan mendapatkan upgrade berupa instalasi rudal Aster 15 yang mengusung konsep vertical launching system (VLS).

Crotale CN2.

Sistem propulsi La Fayette Class mengusung teknologi Combined Diesel and Diesel (CODAD). Sistem ini didasarkan pada empat mesin diesel SEMT Pielstick 12 PA6 V 280 STC dengan kekuatan 21.000 hp. Dua poros mendorong propelan pitch yang dapat dikontrol. Sistem propulsi menyediakan kecepatan maksimum 25 knots dan, pada kecepatan ekonomis 12 knots, jangkauannya adalah 17.000 km. Tanpa bekal ulang, endurance La Fayette Class bisa mencapai 50 hari.

Frigat ini dilengkapi flight deck untuk didarati helikopter medium seberat 10 ton, seperti AS 565 MA Panther, SA321G Super Frelon atau NH-90. Deck penerbangan dapat digunakan hingga level gelombang Sea State 6.

Bila kelak Indonesia jadi mengakuisisi frigat ini, maka Indonesia akan bergabung bersama Singapura (Formidable Class), Arab Saudi (Al Riyadh Class) dan Taiwan (Kang Ding Class), yang sudah lebih dulu mengoperasikan turunan dari La Fayette Class. (Gilang Perdana)

53 Comments