Hindari Friendly Fire, Rusia Luncurkan Sistem ‘Identification Friend or Foe’ untuk Drone

Perang Rusia versus Ukraina telah melibatkan begitu banyak drone, dengan proyeksi belasan sampai puluhan ribu drone dalam berbagai jenis diproyeksikan telah dan akan terlibat dalam perang yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini. Dengan ribuan drone yang beroperasi di angkasa, bukan perkara mudah bagi satuan artileri pertahanan udara untuk mengeliminasi drone di udara, pasalnya tak jarang drone ‘kawan’ menjadi korban salah tembak (friendly fire).

Baca juga: Minotaur Anti Drone Laser System – “Bayraktar TB2 Killer” dengan Sasis Ranpur BTR 8×8

Dengan ukuran yang relatif kecil seperti drone kamikaze First Person View (FPV), maka tidak mudah untuk mengidentifikasi mana drone lawan dan mana drone kawan, terlebih bila dihadapkan pada situasi di garis depan pertempuran.

Dikutip armyrecognition.com (1/12/2023), berangkat dari kondisi di atas, perusahaan Rusia RosElectronics (bagian dari Rostec Corporation), meluncurkan transponder kompak inovatif yang dirancang untuk identifikasi drone. Teknologi baru ini mewakili kemajuan signifikan dalam angan dan pengawasan drone, mengatasi tantangan dalam mengidentifikasi drone teman versus musuh (identification friend or foe) dalam skenario pertempuran.

(The Week)

Dikembangkan oleh NPP ‘Pulsar’, anak perusahaan RosElectronics, pengidentifikasi radar dirancang untuk bekerja dengan stasiun yang menggunakan sistem identifikasi ‘Parol’ Rusia. Sistem ini sangat penting dalam membedakan antara drone yang ramah dan yang bermusuhan, terutama dalam situasi di mana kedua pihak yang berkonflik mungkin menggunakan model drone yang serupa, sehingga mempersulit identifikasi visual.

Transponder ini terkenal karena bobotnya yang minimal hanya 150 gram dan konsumsi daya yang rendah sebesar 100 mW, menjadikannya tambahan yang ideal untuk berbagai jenis drone, baik untuk keperluan sipil maupun khusus militer. Kemampuannya untuk menandai drone ramah pada jarak hingga 100 km dan ketinggian hingga 5 km meningkatkan kegunaannya dalam lingkungan operasional yang kompleks.

Sergey Borovoy, Direktur Jenderal NPP ‘Pulsar’, menyoroti peningkatan penggunaan drone dalam peperangan modern, menekankan peran mereka dalam penyesuaian tembakan, pengawasan, dan operasi ofensif. Teknologi pengenal baru dari NPP ‘Pulsar’ dirancang untuk merevolusi penggunaan drone di zona konflik, memberikan keuntungan taktis yang signifikan dengan memungkinkan pasukan membedakan dengan mudah antara drone teman dan musuh.

Hindari Friendly Fire Pada Peperangan Laut, Dislitbangal Kembangkan Identification Friend or Foe

Selain inovasi terbaru tersebut, NPP ‘Pulsar’ dikenal dengan keahliannya dalam mengembangkan perangkat frekuensi ultra tinggi, daya, fotoelektronik, dan mikroelektronik. Perusahaan ini juga memproduksi peralatan elektronik untuk sistem informasi sipil, yang menandai keserbagunaan dan ketangguhan teknisnya di bidang elektronik. (Gilang Perdana)