Helikopter UH-60 Black Hawk Israel Hancur Total Setelah Terlepas dari Sling CH-53 “Yas’ur”

Angkatan Udara Israel (IAF) tengah melakukan investigasi mendalam menyusul insiden kecelakaan logistik udara yang terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026. Sebuah helikopter angkut berat CH-53 “Yas’ur” dilaporkan menjatuhkan muatannya, yang tak lain adalah sebuah helikopter UH-60 Black Hawk, di wilayah perbukitan Israel Utara.

Baca juga: Sikorsky CH-53 Sea Stallion Luftwaffe – Jadi Saksi Sejarah Terbangkan Presiden Jokowi dan PM India Narendra Modi

Media Israel, Channel 12 (N12), menjadi yang pertama yang melaporkan insiden ini, menyusul rilis video amatir yang menunjukkan detik-detik kabel sling pengangkut terputus di tengah penerbangan.

Kronologi Kejadian Helikopter Black Hawk tersebut awalnya melakukan pendaratan darurat di medan terjal di wilayah Utara beberapa hari sebelumnya akibat kegagalan mesin. Karena lokasi pendaratan yang mustahil dijangkau oleh truk pengangkut darat, IAF mengerahkan helikopter raksasa CH-53 untuk mengevakuasi badan pesawat tersebut.

Saat proses pemindahan berlangsung di ketinggian yang cukup signifikan, sistem pengait beban luar mengalami kegagalan teknis. Akibatnya, Black Hawk tersebut terjun bebas dan menghantam area terbuka di bawahnya. Beruntung, lokasi jatuhnya pesawat jauh dari pemukiman warga dan tidak ada personel di dalam helikopter yang dievakuasi, sehingga tidak ada korban cedera.

Meski pihak militer tidak merinci secara detail kondisi puing-puingnya, sumber teknis militer mengonfirmasi bahwa helikopter Black Hawk tersebut dinyatakan total loss (hancur total). Hantaman vertikal dari ketinggian tinggi menyebabkan rangka utama (airframe) mengalami distorsi parah yang tidak mungkin diperbaiki.

Tim teknis IAF hanya bisa menyelamatkan beberapa komponen elektronik sensitif dan bagian-bagian kecil yang tidak hancur untuk dijadikan suku cadang cadangan.

Atas insiden tersebut, Komandan Angkatan Udara Israel segera memerintahkan penghentian sementara seluruh operasi external sling load untuk armada CH-53 hingga pemeriksaan teknis pada mekanisme penguncian kabel selesai dilakukan. Insiden ini menambah beban bagi armada helikopter Israel yang memang sedang dalam masa transisi menuju penggantian unit-unit lama.

CH-53 “Yas’ur”
Secara teknis, Yas’ur berbasis pada platform Sikorsky CH-53D Sea Stallion buatan Amerika Serikat yang mulai digunakan Israel sejak akhir tahun 1960-an. Namun, Israel tidak hanya menggunakannya “apa adanya”.

Karena Israel seringkali harus menggunakan helikopter ini jauh melampaui usia pakai standarnya, mereka melakukan program modernisasi besar-besaran yang dikerjakan oleh IAI (Israel Aerospace Industries). Program ini dikenal sebagai Yas’ur 2000 dan kemudian Yas’ur 2025. Jadi, meskipun rangkanya buatan AS, “otak” dan sistem di dalamnya adalah karya Israel.

CH-53 Yas’ur

Di tangan IAI, Israel mengganti seluruh instrumen analog CH-53 dengan sistem Glass Cockpit mutakhir. Ini termasuk sistem navigasi canggih yang memungkinkan pilot terbang rendah di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk dengan presisi tinggi. Mengingat Yas’ur sering masuk ke wilayah musuh yang penuh dengan rudal panggul (MANPADS), helikopter ini dilengkapi dengan suite peperangan elektronik buatan Israel (seperti sensor peringatan rudal dan pengacau radar) yang dianggap salah satu yang terbaik di dunia.

Untuk misi jarak jauh (seperti operasi khusus ke luar perbatasan), Yas’ur Israel sering terlihat menggunakan tangki bahan bakar eksternal yang besar di sisi samping untuk memperjauh jangkauan terbangnya tanpa perlu mengisi bahan bakar di udara.

Saat ini, armada Yas’ur Israel sudah berusia lebih dari 50 tahun. Alasan Israel terus mempertahankannya (sebelum nantinya diganti oleh CH-53K King Stallion) adalah karena kemampuan angkutnya yang belum tertandingi oleh helikopter lain di inventaris IDF. (Bayu Pamungkas)

Hari Ini 61 Tahun Lalu, Prototipe Helikopter Angkut Berat Sikorsky CH-53 Sea Stallion Terbang Perdana