Seputar DSEI 2019Klik di Atas

GAZ-69: Legenda Jip Tangguh Rusia, Mulai dari Angkut Personel Hingga Pelibas Tank

gaz69-2

Buat Russian Fans Boy pastinya mahfum dengan sosok rantis satu ini. Selain lekat dengan sentuhan memori era orde lama, rantis jip GAZ-69 punya arti tersendiri bagi perkembangan kendaraan off road 4×4 di Tanah Air. Meski sudah lama pensiun dari kedinasan, hingga kini GAZ-69 terbilang laris sebagai memorabilia. Debutnya tak sebatas sebagai rantis angkut personel, di negeri asalnya GAZ-69 bahkan dirancang sebagai platform peluncur rudal anti tank.

Dirunut dari sejarahnya, jip ini dirancang oleh Grigoriy Vasserman pada tahun 1953 dan masuk sebagai golongan light truck. Dari beragam varian yang diciptakan selama era Perang Dingin, yang paling menghebohkan ketika kendaraan ini disulap sebagai rantis anti tank. Modal senjata pelumat tank yang digunakan adalah rudal AT-1 Snapper. Bukan hanya sekedar pajangan, aksi GAZ dengan rudal AT-1 sempet dipergoki dalam kancang Perang Arab – Israel.

Baca juga: AT-5 – Rudal Anti Tank BVP-2 Marinir

GAZ 69 dengan peluncur rudal AT-1
GAZ-69 dengan peluncur rudal AT-1
Susunan empat rulda AT-1.
Susunan empat rulda AT-1.
Loading rudal AT-1.
Loading rudal AT-1.
Pernah dibuat dalam varian recoil gun.
Pernah dibuat dalam varian recoil gun.

Debutnya GAZ-69 di Indonesia mungkin hanya bisa ditandingi oleh jip Willys buatan AS. Kiprah jip ini begitu lekat di dekade 60 dan 70-an, merambah mulai dari Sabang sampai Merauke, boleh dibilang, dimana TNI (d/h ABRI) hadir maka GAZ-69 pun dipastikan tak pernah absen. Rupanya ada kisah tersendiri terkait kedatangan jip ini ke Indonesia. Menurut catatan Mikhail Tsyganov alias Mike, wartawan Rusia yang telah sepuluh tahun menetap di Indonesia, GAZ-69 sudah menginjakan rodanya di Tanah Air pada tahun 1958 dan hebatnya telah menjelajah 4.000 kilometer di hamparan pasir dan gunung berapi Pulau Jawa selama 50 hari.

Baca juga: PTS-10 – Kendaraan Angkut Amfibi Terbesar Korps Marinir TNI AL

Berdasarkan informasi Tsyganov, jip GAZ-69 yang hadir di Indonesia adalah buatan pabrik mobil Ulyanovsk yang diproduksi pada rentang tahun 1954-1972 dengan nama UAZ-69, namun di Indonesia tetap dikenal dengan sebutan GAZ-69. Awalnya, GAZ 69 hadir di Indonesia saat ABRI baru saja dibentuk. ABRI membutuhkan kendaraan yang bersahaja dan tidak mencolok yang mampu melewati segala medan. ABRI mengadakan uji coba beberapa kendaraan, antara lain GAZ-69 dari Rusia, dua kendaraan buatan perusahaan Inggris yakni Austin Gipsy dan Land Rover, dan dua perusahaan Jerman yakni DKW dan Steyr Daimler Puch.

Komando GAZ 69 berrpose di kawah Gunung Tangkuban Perahu.
Komando GAZ-69 berrpose di kawah Gunung Tangkuban Perahu.
Memulai ekspedisi keliling Jawa, dimulai dari Bandung.
Memulai ekspedisi keliling Jawa, dimulai dari Bandung.
Dilengkapi dudukan untuk senapan mesin berat DsHK-38.
Dilengkapi dudukan untuk senapan mesin berat DShK-38.

Baca juga: DShK-38 – Senjata Maut Pembabat Fretilin

Untuk mengetahui kehandalan dari lima jenis jip off road tersebut tentu perlu dilakukan pengujian. Maka mobil-mobil tersebut diminta mengelilingi Jawa sebanyak dua kali dalam perlombaan selama 50 hari dengan jarak 4.000 kilometer. Perlombaan itu disebut sebagai ‘uji coba terbesar dan terberat untuk mobil-mobil Eropa yang pernah ada di Indonesia’ oleh salah satu koran Indonesia. Medan yang dilalui sangatlah sulit. Mobil-mobil itu berkeliling di tengah pasir vulkanik hitam pesisir Jawa, memanjat hutan di sekeliling gunung berapi dan cukup sering tidak diizinkan berhenti selain mengisi bahan bakar, memberi pelumas dan pergantian pengemudi. Selain itu, kondisi pada waktu itu sangat berbahaya karena sepertiga Jawa Barat dikuasai oleh kelompok Darul Islam yang setahun sebelumnya mencoba membunuh Bung Karno, namun gagal.

211phdd6217048260_48f4d2d7d1_b

Di perjalanan, DKW mendapat masalah, jip ini terbalik dan berguling-guling saat mendaki bukit di sekitar Jawa Timur. Kendaraan lain seperti Land Rover dan Austin Gypsi pun mengecewakan, diantaranya gagal melintasi sungai, ada saja masalah yang muncul.

Hal tersebut membuat GAZ-69 memenangkan kompetisi. GAZ-69 juga memiliki daya angkut yang melebihi mobil lain, yakni bisa menampung hampir 10 orang. Mobil ini juga memberi penawaran harga yang paling rendah, yaitu 1.800 dolar AS. Awalnya pemerintah Indonesia membeli 4.000 mobil Soviet, selanjutnya Angkatan Udara Indonesia membeli lagi 400 unit. (Tyas)

Spesifikasi GAZ-69

Engine 2.1 (65 Hp) 4d
Doors 4
Power 65 hp
Maximum speed 90 km/h
Fuel tank volume 60 l
Year of putting into production 1953 year
Year of stopping production 1971 year
Coupe type Jeep
Seats 5
Length 3850 mm.
Width 1750 mm.
Height 1930 mm.
Wheelbase 2300 mm.
Front track 1440 mm.
Rear (Back) track 1440 mm.
Position of engine Front, lengthwise
Volume of engine 2112 cm3
Max power in 3800 rpm.
Torque 150/2000 Nm
Fuel System Carburettor
Position of cylinders Inline
Number of cylinders 4
Compression ratio 6.2
Number of valves per cylinder 2
Fuel Type Petrol (Gasoline)
Wheel Drive All wheel drive (4×4)
Number of Gears (manual transmission) 3
Front brakes Drum
Rear brakes Drum
Minimum turning circle (turning diameter) 13 m
Max. weight 1960 kg.
8 Comments