Gaduh Pengadaan Console VIP untuk C-130J Super Hercules, Begini Respon dari TNI AU

(Lockheed Martin)

Sesuai kodratnya sebagai pesawat angkut berat multirole, keluarga C-130 Hercules dirancang mampu menjalankan beragam misi lewat pengaturan konfigurasi lewat pemasangan console. Bila merujuk pada situs Lockheed Martin, console berwujud kontainer dapat dipasang pada varian C-130J Super Hercules, yang salah satunya adalah console VIP. Dan di musim panasnya politik di Tanah Air, pengadaan console VIP untuk C-130J Super Hercules TNI AU menjadi topik hangat di kalangan netizen.

Baca juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Inilah Dassault Falcon 7X dan 8X – Duo Ultra Long Range Advanced Business Jet TNI AU

Perdebatan muncul terkait ugensitas alias prioritas dari pengadaan console VIP seharga Rp128 miliar, yang mana dokumennya telah diumumkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Pengadaan pesawat angkut VIP sebelum ini juga telah dijalankan, yakni dengan akusisi dua unit Dassault Falcon series untuk Skadron Udara 17, ditambah aset pesawat Boeing 737-400 dan 500 hasil konversi dari maskapai komersial.

Merespon hal tersebut, Dispen TNI AU dalam siaran pers menyebut bahwa komitmen TNI AU untuk selalu mengikuti prosedur pengadaan yang menekankan transparansi dan akuntabilitas.Pengadaan Console VIP untuk Super Hercules Tipe C-130J oleh TNI AU adalah inisiatif strategis yang esensial dalam menjaga dan meningkatkan kapabilitas keamanan dan keselamatan mobilitas pimpinan negara.

Presiden Jokowi di kabin VVIP C-130HS A-1341

Proyek ini memiliki latar belakang solid sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk menggantikan dua pesawat VIP lama tipe C-130-H (A-1314 dan A-1341), yang telah dilengkapi dengan console VIP, namun telah mencapai usia tua untuk dijadikan pesawat VIP.

Pesawat A-1341 VIP pertama kali dioperasikan oleh TNI AU pada tahun 1981, kala itu Panglima TNI adalah Jenderal TNI M. Jusuf, sehingga tahun ini sudah memasuki usia 43 tahun. sedangkan pesawat A-1314 VIP diproduksi pada tahun 1979, dan dihibahkan oleh Pelita Air kepada TNI AU pada tahun 1984 saat Jenderal TNI L.B. Moerdani menjabat sebagai Panglima TNI sehingga sudah berusia 45 tahun.

Console VIP lepas pasang yang sedang dibangun secara khusus ini memiliki desain yang memastikan keamanan dan keselamatan maksimum bagi penumpang sekelas Presiden. Keberadaannya sangat penting ketika pimpinan negara harus mengakses daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh pesawat VIP biasa.

Dalam konteks ini, penggunaan pesawat C-130J Super Hercules memunculkan perlunya pembuatan console VIP baru, karena console VIP yang ada di pesawat tipe H tidak dapat dipindahkan ke tipe J. Pesawat C-130 tipe J memiliki keunggulan teknologi dan performa yang signifikan dibandingkan tipe H, sehingga pengadaan console VIP yang sesuai dengan spesifikasi pesawat tersebut menjadi langkah yang tidak hanya strategis tetapi juga mendukung keberlanjutan operasional TNI AU dalam mendukung pergerakan pimpinan negara ke lokasi yang sulit didarati pesawat jenis lain, seperti di landasan rumput.

Baca juga: C-130HS Hercules A-1341: Lokasi Ngopi Bareng Panglima TNI Di Ketinggian 15.500 Kaki

Dengan demikian, proyek Console VIP untuk C-130J Super Hercules tidak hanya mencakup aspek teknis keamanan dan keselamatan maksimum, tetapi juga memiliki implikasi positif yang mencerminkan komitmen TNI AU untuk memberikan standar tertinggi dalam perlindungan dan kenyamanan bagi pimpinan negara dalam transportasi udara.

Kontainer Medik Udara TNI AU – Dari Operasi “Top Secret” Hingga Kesiapan Menghadapi Virus Corona

Console VIP bersifat modular atau palet roll-on/roll-off. Sistem modular menyediakan unit yang terkendali dan mandiri untuk penggunaan transportasi yang aman dan nyaman dengan interior khusus, tingkat akustik terkontrol, area pengendalian lingkungan, dapur, toilet, area meja atau stasiun kerja, dan area komunikasi yang dibuat palet. (Gilang Perdana)

6 Comments