Foto Terakhir KRI Ratulangi, Kenangan Kapal Perang Legendaris TNI AL

Wujudnya memang tak sebesar kapal penjelajah KRI Irian, namun KRI Ratulangi bila dibandingkan saat ini dengan LPD (Landing Platform Dock) Makassar Class, maka sosok kapal tender kapal selam Don Class buatan Uni Soviet ini ukurannya akan terlihat lebih besar. Tentang debut kapal perang ini pun sudah banyak diulas, termasuk dalam artikel yang cukup detail di Indomiliter.com.

Baca juga: KRI Ratulangi – Induk Semang Kapal Selam TNI AL

Kiprahnya yang hadir dalam kampanye Operasi Trikora dan peran vitalnya dalam masa-masa awal Operasi Seroja, menjadikan rekam sejarah kapal dengan bobot mati 9.000 ton ini tak lekang dalam catatan sejarah. Tak sekali dua kali, kapal perang ini melepaskan tembakan bantuan ke daratan dengan meriam kaliber 100 mm-nya untuk membantu pergerakan operasi amfibi di Timor Timur.

KRI Ratulangi eks kapal tender kapal selam Uni Soviet kelas Don, dipersenjatai dengan 4 kanon 100 mm dan 8 kanon kaliber 57 mm. Bila dilihat dari perimbangan jangkauan tembakan dan bobot proyektil, maka kapal perang TNI AL ini jauh lebih unggul dari frigat AL Portugal yang sempat ‘berhadap-hadapan’ di Laut Timor. Kanon kaliber 100 mm pada KRI Ratulangi mempunyai jangkauan tembakan 30 persen lebih besar ketimbang dengan kanon berkaliber yang sama buatan Barat. (BacaProvokasi di Lepas Pantai Dili)

Fungsi utama KRI Ratulangi adalah sebagai kapal induk bagi armada kapal selam TNI AL yang saat itu memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey. KRI Ratulangi melakukan peran dukungan dan pengendali operasi taktis kapal-kapal selam. Keberadaan jenis kapal ini diperlukan untuk menyuplai logistik, merawat, dan memperbaiki peralatan kapal, serta melakukan tindakan medis. Dan karena desain kapal selam kelas Whiskey yang kurang nyaman dan ergonomis untuk awaknya, maka KRI Ratulangi juga dimanfaatkan para awak kapal selam untuk beristirahat selama sedang tidak aktif.

Foto: forums.airbase.ru

Sebagai kapal perang yang bernilai sejarah tinggi, sosok KRI Ratulangi tak bisa dilihat sosoknya oleh generasi muda, pun foto-foto seputaran KRI ini sangat terbatas. Namun foto yang dirilis oleh forums.airbase.ru pada artikel ini sekiranya dapat sedikit mengobati rasa ingin tahu kita, saat dimana KRI Ratulangi sudah tak lagi aktif, ada kemungkinan menjelang dibesituakan.

KRI Ratulangi punya bobot 6.800 ton dalam kondisi standar dan 9.000 ton pada kondisi muatan penuh. Don class mulai diproduksi pada periode tahun 1958 – 1961. Untuk keperluan Angkatan Laut Uni Soviet, kapal Tender jenis Don ini diprodukksi sebanyak 7 unit, dan 1 unit diproduksi untuk digunakan oleh TNI AL (ALRI).

Tampilan bagian buritan Don class submarine tander milik AL Uni Soviet
Barisan awak KRI Ratulangi di haluan.

Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah KRI Thamrin, Kapal Tender Kapal Selam TNI AL

Ada yang unik dari nomer lambung kapal perang ini, mungkin karena dianggap bagian dari Satsel (Satuan Kapal Selam), diketahui KRI Ratulangi memiliki nomer lambung 4xx, tapi dalam beberapa literatur juga terlihat nomer lambung kapal ini adalah 4101. Bahkan ada foto yang tak terbantahkan, bila nomer lambung KRI Ratulangi adalah 552. Mana yang benar, mungkin pihak TNI AL bisa memberikan informasi lebih lanjut. (Haryo Adjie)

Spesifikasi KRI Ratulangi
Galangan : Nikolayev shipyard
Dimensi : 140 x 17,7 x 6,4 m
Berat Standar : 6.800 ton
Berat Penuh : 9.000 ton
Awak : 300 – 450 orang
Jarak Jelajah : 21.000 Km pada kecepatan 10 knot
Kecepatan max : 17 knot
Fasilitas Sensor : Radar Hawk Screech, Slim Net, 2 x Watch Dog ECM system dan Vee Cone Communication System.
Persenjataan : 4 – 100mm guns (4×1), 4 – 57mm guns
Lama berlayar tanpa bekal ulang : 40 hari
Kapasitas Torpedo : 42 torpedoes 533 mm