F-86 Avon Sabre : “Born to Fight” dari Era Perang Dingin

F-86 Sabre di Museum Dirgantara Mandala - Yogyakarta

Buah dari krisis politik pasca tumbangnya partai Komunis Indonesia, maka berakhir pula era persenjataan asal blok timur. Sejak ditinggalkan oleh Uni Soviet, tak ada cara lain bagi Indonesia untuk melirik arsenal senjata asal blok barat. Salah satu arsenal tempur di era transisi itu adalah F-86 Sabre. Sebuah jet tempur berkursi tunggal yang legendaris di era perang Korea.

Sabre pertama kali diproduksi tahun 1953, kehadirannya tepat waktu dengan momentum perang Korea, perang Taiwan dan perang India Pakistan. Dalam perang Korea Sabre menjadi lawan berat jet tempur MiG-15 dari Korea Utara. Alhasil pasca perang Korea, nama Sabre ikut terdongkrak dan laku keras dibeli oleh banyak negara.

Sabre TNI-AU saat masih operasional

Hingga tahun 1980 Sabre telah diproduksi 11.786 unit, yang merupakan gabungan dari produksi oleh tiga pabrik, North America, juga  diproduksi di Kanada, dan tak ketinggalan lisensinya dibeli Avon Sabre, pabrik pesawat dari Australia yang memproduksi Sabre sebanyak 112 unit. Dilihat dari jumlah produksinya, Sabre menjadi jet tempur yang paling banyak diproduksi di era perang dingin.

TNI-AU di tahun 1973 juga diperkuat dengan 23 unit Sabre dalam program Garuda Bangkit. Sabre yang dioperasikan TNI-AU adalah buatan Australia, karena dibuat oleh Avon, dinamakan Avon Sabre. Walau hanya diproduksi 112 unit, jenis yang diterima TNI-AU adalah versi terbaik dengan peningkatan 60 persen dari struktur rancang bangunnya untuk bisa membawa dua kanon 30mm Aden.

Kokpit F-86 Sabre
Kokpit F-86 Sabre

Dikenal sebagai pesawat yang lincah, Sabre dipercaya untuk memperkuat tim aerobatik di banyak negara. Pun TNI AU di era tahun 70-an juga membentuk Spirit-78 sebagai tim aerobatik andalan di masa itu. Sabre sendiri masuk dalam jajaran operasional skadron 14 yang bermarkas di lanud Iswahyudi, Madiun.

Ada informasi yang menyebut kedatangan Sabre untuk Indonesia didasari alasan politik militer. Konon kabarnya Indonesia bisa mendapatkan Sabre dengan syarat menonaktifkan operasional pembom Tu-16. Maklum meski sudah di embargo oleh Uni Soviet, TNI-AU sampai era tahun 70-an masih sanggup menerbangkan stok terakhir armada bomber Tu-16 lewat cara kanibalisasi suku cadang.

Saat ini kiprah Sabre tinggal sebuah kenangan, salah satunya menjadi etalase yang menghiasi museum Dirgantara Yogyakarta. Beberapa Sabre juga bisa Anda temui sebagai ikon di beberapa bandara di Tanah Air. Tapi ada yang cukup mengherankan, di Bolivia jet tempur ini baru non aktif pada tahun 1993. Artinya lebih dari 41 tahun jet tempur ini beroperasi. Luar biasa….. (Haryo Adjie)

Spesifikasi F-86 Sabre
* Crew: 1
* Length: 37 ft 1 in (11.4 m)
* Wingspan: 37 ft 0 in (11.3 m)
* Height: 14 ft 1 in (4.5 m)
* Wing area: 313.4 sq ft (29.11 m²)
* Empty weight: 11,125 lb (5,046 kg)
* Loaded weight: 15,198 lb (6,894 kg)
* Max takeoff weight: 18,152 lb (8,234 kg)
* Powerplant: 1× General Electric J47-GE-27 turbojet, 5,910 lbf (maximum thrust at 7.950 rpm for five min) (26.3 kN)
* Fuel provisions Internal fuel load: 437 gallons (1,650 l), Drop tanks: 2 x 200 gallons (756 l) JP-4 fuel

Performance
* Maximum speed: 687 mph at sea level at 14,212 lb (6,447 kg) combat weight
also reported 678 mph (1,091 km/h) and 599 at 35,000 feet (11,000 m) at 15,352 pounds (6,960 kg). (597 knots, 1,105 km/h at 6446 m, 1,091 and 964 km/h at 6,960 m.)
* Range: 1,525 mi, (1,753 NM, 2,454 km)
* Service ceiling 49,600 ft at combat weight (15,100 m)
* Rate of climb: 8,100 ft/min at sea level (41 m/s)
* Thrust/weight: 0.38
* Stalling speed (power off): 124 mph (108 kt, 200 km/h)
* Landing ground roll: 2,330 ft, (710 m)
* Lift-to-drag ratio: 15.1
* Time to altitude: 5.2 min (clean) to 30,000 ft (9,100 m)

Armament
* Guns: 6× 0.50 in (12.7 mm) M2 Browning machine guns (1,602 rounds in total)
* Rockets: variety of rocket launchers; e.g: 2× Matra rocket pods with 18× SNEB 68 mm rockets each
* Missiles: 2× AIM-9 Sidewinders
* Bombs: 5,300 lb (2,400 kg) of payload on four external hardpoints, bombs are usually mounted on outer two pylons as the inner pairs are wet-plumbed pylons for 2× 200 gallons drop tanks to give the Sabre a useful range. A wide variety of bombs can be carried (max standard loadout being 2 x 1,000 lb bombs plus 2 drop tanks), napalm bomb canisters and can include a tactical nuclear weapon.

12 Comments