F-22 Raptor dan E-2D Advanced Hawkeye Jadi yang Pertama Dibekali EGI-M, Apakah Itu?

Northrop Grumman belum lama ini menyebut berhasil melakukan uji coba sistem navigasi jam-proof untuk menggantikan peralatan navigasi standar di pesawat militer. Modernisasi Embedded Global Positioning System (GPS) / Inertial Navigation System (INS), atau yang dikenal sebagai EGI-M, dipasang pada Cessna Citation dan diluncurkan pada bulan Mei lalu.

Baca juga: Dokumen Pentagon Bocor: “Bom Pintar (JDAM) Kehilangan Presisi Akibat Jamming GPS Rusia”

Inti dari sistem EGI-M adalah penerima GPS yang berkemampuan M-Code dan dapat ddengan cepat mengirimkan informasi posisi, navigasi, dan waktu di lingkungan yang sulit mendapatkan akses GPS atau gangguan berupa jamming pada GPS.

Sebagai catatan, M-code adalah sinyal GPS anti jamming yang dapat difokuskan secara tepat pada area target dari satelit GPS Block III menggunakan antena directional gain tinggi, sehingga tidak terlalu rentan terhadap jamming. Sinyal M-code juga dienkripsi untuk mengurangi kemungkinan spoofing GPS.

Sistem baru ini dirancang untuk menggantikan sistem GPS yang ada. Jenis pesawat pertama yang akan menerima EGI-M adalah jet tempur stealth F-22 Raptor dan pesawat AWACS E-2D Advanced Hawkeye. Namun, pada akhirnya semua platform pesawat sayap tetap dan putar (helikopter) akan mendapatkan peningkatan dengan adopsi EGI-M.

“Kemampuan EGI-M yang kami kembangkan memungkinkan prajurit kami untuk bernavigasi secara akurat dan tepat melalui lingkungan yang tidak bersahabat dan diperebutkan,” ujar pihak Northrop Grumman, dikutip dari avweb.com (5/7/2023).

EGI-M adalah singkatan dari Embedded Global Positioning System/Inertial Navigation System – Modernized. EGI-M adalah sistem navigasi terpadu yang menggabungkan informasi dari Global Positioning System (GPS) dan sistem navigasi inersial (INS) untuk memberikan posisi, kecepatan, dan orientasi yang akurat untuk pesawat atau kendaraan.

EGI-M merupakan pengembangan dari sistem navigasi EGI yang lebih awal, dengan perbaikan dan peningkatan dalam hal kinerja dan kemampuan. Sistem ini menggunakan sinyal GPS untuk mendapatkan informasi posisi dan waktu yang akurat, dan juga memanfaatkan sensor inersial yang sensitif untuk melacak gerakan dan perubahan orientasi.

Dengan menggabungkan data dari GPS dan INS, EGI-M dapat memberikan informasi navigasi yang sangat akurat dan andal, bahkan dalam kondisi lingkungan yang sulit seperti dalam cuaca buruk atau di daerah dengan pemotongan sinyal GPS yang terbatas. Ini membantu pesawat atau kendaraan untuk tetap memiliki pemetaan yang akurat dan dapat mengandalkan navigasi yang andal.

Baca juga: Angkatan Darat AS Bersiap untuk Berperang Tanpa GPS, Mulai Adopsi MAPS di 2030

EGI-M digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk di pesawat militer, helikopter, dan kendaraan militer lainnya. Dalam konteks militer, EGI-M membantu meningkatkan kemampuan navigasi dan targeting, dan dapat digunakan dalam operasi udara, darat, dan laut.

Program LN-351 EGI-M dimulai oleh Northrop Grumman dan Angkatan Udara AS untuk memodernisasi LN-251 EGI saat ini dan mempersiapkan skenario operasional di masa depan, di mana lingkungan yang diperebutkan GPS dan penolakan GPS adalah salah satu ancaman yang paling umum. (Gilang Perdana)

4 Comments