F-16 TS-1603 TNI AU: Dari Overrun ke Sukses Upgrade Falcon Star-eMLU

Memperingati 52 tahun penerbangan perdana F-16 Fighting Falcon pada 20 Januari 2026, banyak pencapain besar telah diraih oleh ‘Elang Penempur’. Dari Indonesia, salah satu yang menarik untuk dibahas adalah keberhasilan TNI AU yang tidak hanya mampu mereparasi kondisi jet tempur yang rusak parah, namun, F-16 yang awalnya diduga total loss justru sukses di-upgrade lewat Program Falcon STAR-eMLU (Enhanced Mid-Life Update).

Baca juga: Setelah Overrun, Mungkinkah F-16 TS-1603 Kembali Mengudara?

Jet tempur yang dimaksud adalah F-16 B (tandem seat) Fighting Falcon dengan nomer TS-1603, yang pada 14 Maret 2017 mengalami mengalami kecelakaan overrun akibat brake malfunction di runway 36 Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru. Meski tidak ada korban jiwa dari kedua penerbang (Mayor Pnb Andri dan Lettu Pnb Marko), pesawat yang berjasa mencetak puluhan fighters TNI AU itu mengalami kerusakan serius.

Dinas Penerangan (Dispen) TNI AU saat itu menjelaskan bahwa tengah dilakukan pemeriksaan pada airframe, fuselage, dan komponen lainnya untuk memastikan tingkat kerusakan, sehingga nantinya baru dapat dipastikan apakah F-16 TS-1603 masih bisa diperbaiki dan diterbangkan lagi atau tidak. Teknisi di skadron secara sekilas menyimpulkan bahwa pesawat masih bisa digunakan, lantaran kerusakan nampak dominan pada bagian hidung (radome) dan vertical stabilizer yang patah.

Dan delapan tahun berselang, persisnya pada 20 Oktober 2025, TNI AU mengumumkan dalam siaran pers, F-16 TS-1603 yang merupakan pesawat kesembilan telah selesai menjalani upgrade dalam program Falcon STAR (Structural Augmentation Rodmap)-eMLU (Enhanced Mid-Life Update) di Skadron Teknik 042.

F-16 BM TS-1603 secara resmi diserahterimakan ke Skadron Udara 3 oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Firman Dwi Cahyono, di Hanggar Skadron Teknik 042 Lanud Iswahjudi.

Dirunut dari sejarahnya, F-16 B TS-1603 resmi dioperasikan TNI AU sejak Mei 1990. Pesawat ini didatangkan dengan cara ferry flight dari Amerika Serikat. Proyek pengadaannya disebut sebagai Bima Sena I yang mencakup total pengadaan 12 unit F-16 A/B dengan nilai per unit pesawat mencapai US$32 juta.

ALE-147 Countermeasure – Sistem Dispenser Flare/Chaff di Jet Tempur F-16 A/B Block15 Falcon Star eMLU

Berbeda dengan F-16 C/D Block 52ID yang menggunakan mainframe Block 25, maka F-16 A/B mengusung Block 15 OCU (Optional Capability Upgrade).

Dengan label OCU, F-16 A/B Block 15 OCU berbeda dengan versi awal dari F-16 produksi awal. F-16 A/B Block 15 OCU dibuat dengan memenuhi standar Operational Capability Upgrade yang mencakup mesin F100-PW-220 turbofans dengan kontrol digital, kemampuan menembakkan AGM-65, AMRAAM, dan AGM-119 Penguin, serta pembaruan pada kokpit, komputer, dan jalur data. Berat maksimum lepas landasnya bertambah menjadi 17.000 kg.

Skadron Udara 3 Terima Unit Kedelapan F-16 Hasil Program Falcon STAR dan eMLU, Tersisa Dua Pesawat Lagi

Meski begitu, F-16 A/B Block 15 OCU yang diterima TNI AU kala itu belum punya kemampuan untuk menembakkan rudal canggih seperti AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) atau rudal BVR (Beyond Visual Range).

Dalam catatan sejarah, F-16 TS-1603 pernah digunakan dalam misi mengusir black flight F/A-Hornet di atas Bawean pada tahun 2003. F-16 TS-1603 juga beberapa kali ditumpangi tamu VIP dalam joy flight, di antara yang pernah dibawa terbang dengan F-16 TS-1603 adalah mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. (Gilang Perdana)

Setelah 7 Tahun, Thailand Tuntaskan Program eMLU F-16 A/B Fighting Falcon

3 Comments