F-16 eks Yordania Dijual Ke Publik dalam Kondisi Serviceable

Sebagai alutsista, prosedur penjualan jet tempur boleh dibilang cukup berliku, selain soal kesepakatan dan negosiasi harga, penjualan yang namanya jet tempur membutuhkan persetujuan beragam institusi. Seperti di Amerika Serikat, guna meloloskan penjualan jet tempur F-16 Fighting Falcon misalnya, Kementerian Pertahanan harus mendapat lampu hijau dari anggota senat di parlemen. Tapi kali ini ada yang sedikit unik di Florida, pasalnya ada satu unit F-16 A Block15 MLU (Mid-Life Upgrade) yang justru ditawarkan ke publik secara terbuka.

Baca juga: F-16 Viper Taiwan, Sukhoi Su-35 Cina dan Polemik Bisnis Antara Washington dan Beijing

F-16 A produksi 1980 yang diketahui adalah eks AU Yordania ini telah dijajakan oleh Jet Lease, perusahaan broker dan leasing pesawat di Palm Beach, Florida dalam situsnya. Harga yang ditawarkan adalah US$8,5 juta atau yang berkisar Rp119,6 miliar. Harga semahal itu lantaran kondisi F-16 ini dalam status serviceable, alias dapat diterbangkan.

Menurut laman The Air Force Times, pesawat berjuluk “Viper” ini belum didemiliterisasi. Jika menilik dari spesifikasi yang dicantumkan oleh pihak penjual, harga yang ditawarkan sudah mencakup radar pulse doppler AN/APG-66(V)2, night-vision compatible cockpit, data-bus untuk senjata berpemandu, serta helm yang dilengkapi dengan cueing system. Sebagaimana yang sudah diketahui bersama, kecepatan maksimum dari pesawat ini mampu menembus Mach 2.05 atau berkisar 1.570 mil per jam pada ketinggian 40.000 kaki.

Tarik mundur ke rentang tahun 2008 hingga tahun 2017, Yordania membeli puluhan jet tempur F-16 dari pihak Belanda dan Belgia di bawah inisiatif Peace Falcon. Namun seiringberjalannya waktu dan perkembangan jaman, lusinan pesawat yang jauh lebih canggih pun bermunculan. Sehingga pihak Yordania mulai ’menggugurkan’ satu per satu armada burung tempurnya itu.

Baca juga: Berlangsung Sejak September 2017, Inilah Kabar Proyek eMLU F-16 A/B Block15 TNI AU

F-16 yang kala itu dibuat oleh General Dynamics ini sendiri pertama kali dirilis pada Agustus 1978 yang semula ditujukan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Mengingat antusias terhadap burung tempur ini cukup besar, maka perilisan awalnya pun diadakan di lebih dari 24 negara, termasuk Amerika Serika, Belgia, Denmark, Belanda, Venezuela, Israel, dan Mesir. (Nurhalim)

4 Comments