Ethiopia Terima Dua Unit Perdana Jet Tempur Sukhoi Su-30K, Eks Pesanan India

Setelah mengirim batch perdana berupa dua unit jet tempur Sukhoi Su-30SME ke Angkatan Udara Myanmar, kini masih dalam keluarga Su-30, Rusia dikabarkan baru saja mengirim dua unit Sukhoi Su-30K ke Angkatan Udara Ethiopia. Kedua pesawat Su-30 yang diterima Angkatan Udara Ethiopia memiliki nomor ekor Ethiopia “2401” dan “2402”.

Baca juga: Angkatan Udara Myanmar Resmikan Batch Perdana Jet Tempur Sukhoi Su-30SME

Dikutip bmpd.livejournal.com (16/1/2024), pengumuman tibanya dua unit Su-30K dilakukan bersamaan dengan serah terima drone Anka buatan Turki. Upacara serah terima Su-30K dihadiri oleh KSAU Ethiopia Marsekal Berhanu Jula dan Panglima Angkatan Bersenjata Ethiopia Letnan Jenderal Yilma Merdasa.

Sebelumnya Direktur Jenderal Rosoboronexport Alexander Mikheev mengungkapkan negosiasi yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ethiopia untuk memasok 18 unit jet tempur Su-30K.

Latar belakang pengadaan ini adalah India yang mengembalikan 18 unit Su-30 ke Rusia pada tahun 2003 karena dianggap kurangnya modernisasi, yang kemudian mendorong adanya diskusi antara Rusia dan Ethiopia pada Juli 2023.

Mikheev dalam konsultasi tersebut mengusulkan alternatif yang berfokusi pada peningkatan kemampuan tempur, yang di antaranya adalah modernisasi menyeluruh terhadap 18 unit jet tempur Su-30K eks India dalam jangka waktu 4 sampai 6 bulan, sembari menunggu penerimaan sumber keuangan dari pihak Ethiopia.

Ia menekankan bahwa empat Su-30K pertama sudah diperbaiki di pabrik pesawat lokal. “Jika ada pendanaan dari pelanggan, kami siap memperbaiki, memodernisasi, dan mengirimkan seluruh batch dalam empat hingga enam bulan,” kata wakil kepala Rosoboronexport.

Akuisisi atas 18 unit Su-30K melengkapi aset Angkatan Udara Ethiopia yang saat ini mengoperasikan 17 unit Su-27, dan jet tempur generasi sebelumnya seperi MiG-23, MiG-21 dan Su-25.

Sukhoi Su-30K (T-10PK) adalah pesawat “transisi”, dibuat sebagai pesawat ke-18 pertama di Pabrik Penerbangan Irkutsk milik Irkut Corporation JSC (sekarang United Aircraft Corporation JSC) untuk dikirim ke India berdasarkan perjanjian program Su-30MKI tahun 1996 dan 1998.

Pesawat Su-30K (nomor seri dari 04-01 hingga 04-10 dan dari 05-01 hingga 05-08) dikirim ke Angkatan Udara India pada tahun 1997-1999, tetapi dikembalikan berdasarkan perjanjian pada bulan Desember 2005 oleh Irkut Corporation kepada pihak India dengan imbalan pasokan ke India berupa 18 pesawat tempur Su-30MKI baru yang diproduksi di Irkutsk pada tahun 2007.

Pada Juli 2011, seluruh 18 unit Su-30K yang telah dikembalikan oleh India dan dikirim ke Pabrik Perbaikan Penerbangan OJSC ke-558 di Baranovichi (Belarusia), di mana armada jet tempur Su-30K disimpan untuk tujuan penjualan kembali, tetap menjadi milik perusahaan Irkut (saat itu UAC). Kabarnya pesawat tersebut tidak dikembalikan ke Rusia untuk menghindari pembayaran pajak.

Pada bulan Oktober 2013, Rosoboronexport JSC menandatangani kontrak dengan Angola untuk membeli 12 dari 18 pesawat tempur Su-30K bekas India dengan pinjaman Rusia. Dilaporkan bahwa ke-12 pesawat tersebut awalnya diperkirakan akan dikirimkan pada awal tahun 2017. Faktanya, 12 unit Su-30K yang dibeli baru dikirim ke Angola dari Oktober 2017 hingga Mei 2019 setelah diperbaiki dan dimodifikasi di ARZ ke-558.

Baca juga: Contoh Buat Indonesia, India Upgrade dan Perpanjang Masa Pakai Sukhoi Su-30MKI Sampai Tahun 2045

Enam unit Su-30K yang tersisa masih disimpan di ARZ ke-558 di Baranovichi, dan nasibnya tidak pasti. Pada akhir tahun 2010-an, berulang kali muncul laporan tentang negosiasi antara pihak Rusia dan Angola mengenai penjualan mereka ke Angola, namun hal tersebut tidak dilaksanakan. Sekarang jelas bahwa pembeli akhirnya adalah Ethiopia. Upacara peresmian dua pesawat tempur Su-30K pertama yang diterima Angkatan Udara Ethiopia adalah jet tempur dengan nomor ekor “2401” dan “2402”. (Gilang Perdana)