Emergency Jettison Fuel Tank, Makna di Balik Insiden F-16 Saat Pitch Black 2018

Sosok jet tempur yang melakukan emergency jettison fuel tank saat laga Pitch Black 2018 hari Senin (30/7) akhirnya diketahui berasal dari F-16 C 80th Fighter Squadron AU Amerika Serikat. AS diketahui memboyong 12 unit F-16 C dalam Pitch Black 2018, dan salah satunya mengalami gangguan mesin sesaat setelah lepas landas di Lanud Tindal, Darwin.

Baca juga: Pitch Black 2018 – Alami Gangguan Mesin, Sebuah Jet Tempur Terpaksa Lepaskan Tangki Bahan Bakar Eskternal

Langkah emergency jettison merupakan prosedur standar dalam keadaan darurat, dimana pilot membuang tangki bahan bakar eksternal untuk mengurangi bobot pesawat dan menghindari insiden pada saat upaya pendaratan darurat. Dalam latihan penerbangan, umumnya F-16 membawa dua atau tiga tangki bahan bakar eksternal. Tidak diketahui persis, tangki bahan bakar mana yang dilepaskan oleh sang pilot.

Konfigurasi cantelan tangki bahan bakar pada F-16 terdiri dari centerline fuel tank yang punya kapasitas 300 galon (1.135 liter) dan cantelan tangki bahan bakar di bawah kedua sayap. Untuk tangki bahan bakar di bawah sayap terdiri dari ukuran 370 galon (1.400 liter) dan 600 galon (2.270 liter). Keberadaan tangki bahan bakar eksternal melengkapi kapasitas bahan bakar internal F-16 yang mencapai 1.055 galon atau setara 3.985 liter, yang ditempatkan pada fusegale dan wing tanks.

Fungsi tangki bahan bakar eksternal pastinya untuk menambah endurance terbang dan jarak jelajah pada ferry flight. Dalam kondisi pertempuran, tak jarang pilot juga harus membuang tangki ini untuk memperingan bobot pesawat dan untuk F-16, pelepasan external fuel tank umumnya digunakan saat meladeni dog fight yang menuntut kelincahan dan manuver tinggi.

Bagi pesawat dengan kemampuan stealth, tangki bahan bakar eksternal menjadi momok tersediri, pasalnya bentukan tangki yang laksana torpedo dapat menghilangkan efek kasat radar. Maka tak heran saat peran stealth difungsikan penuh dalam operasi penyerangan, maka external fuel tank yang terpasang pada jet siluman macam F-22 Raptop dan F-35 Lightning II ya memang harus dibuang.

F-22 Raptor dengan external fuel tank.

F-16 AS Tanpa Conformal Fuel Tank
Guna menyiasati ‘kelemahan’ pada tangki bahan bakar eksternal, dikenal Conformal Fuel Tank (CFT), jenis tangki bahan bakar yang direkatkan ibarat jaket pada punggung pesawat. Meski bobot pesawat bertambah, adanya CFT dijamin tak mengganggu manuver dan aerodinamika pesawat dalam sesi pertempuran.

Negara-negara pengguna F-16 seperti Singapura, Turki, Israel, Oman, Uni Emirat Arab, Polandia dan Maroko sudah menerapkan CFT pada armada F-16-nya.

CFT pada F-16 Block 52+.

Baca juga: Conformal Fuel Tanks, Terobosan Eurofighter Typhoon Untuk ToT di Indonesia

Sementara yang unik justru AS tidak menerapkan konsep CFT pada F-16 milik mereka sendiri. Usut punya usut, ternyata ada alasan tersendiri AS tidak menerapkan CFT di F-16. Dikutip dari beberapa sumber, disebutkan karena alasan doktrin peperangan udara AS yang berbeda dari negara-negara kebanyakan.

Dengan populasi 450 pesawat tanker udara, dimana 10 diantaranya KC-10 Extenders, maka CFT tak dirasa terlalu penting dalam konsep deployment kekuatan udara AS. Terlebih AU AS cukup banyak varian jet tempur dan bomber untuk meladeni berbagai laga dan variasi peperangan. Belum lagi pangkalan militer AS di luar negeri cukup banyak.

Sampai saat ini AU AS (USAF) mengoperasikan 900 unit F-16, dengan 250 unit diantaranya adalah seri F-16 CJ Block50/52, yang sewaktu-watku dapat saja dipasangkan CFT bilamana perlu. Bila di Indonesia F-16 digolongkan sebagai pesawat tempur strategis, maka di AS F-16 digolongkan sebagai jet tempur taktis. (Haryo Adjie)

13 Comments