Edge Sinyar – Drone Tempur Bermesin Jet dari Desain Pesawat Jet Bisnis Berkapasitas 5 Orang

Pameran dirgantara dan pertahanan Dubai Airshow 2023 telah rampung pada bulan November lalu, namun masih ada beberapa produk yang menarik dan terlewat untuk dikupas. Salah satu dirilis oleh Edge Group, industri pertahanan dari tuan rumah, Uni Emirat Arab (UEA) yang memperkenalkan desain drone tempur (Unmanned Combat Aerial Vehicles/UCAV) yang diberi label “Sinyar”.

Baca juga: Uni Emirat Arab Kembangkan Mortir Jadi “Smart Bomb”

Sinyar dibangun dari desain pesawat jet bisnis ringan Flaris LAR 1 buatan Polandia berkapasitas 5 orang yang terbang perdana pada 5 April 2019. Dalam hal ini Sinyar adalah versi tanpa awak dari Flaris LAR 1 dengan tupokis sebagai drone tempur.

Di Dubai Airshow 2023, Edge Group menawarkan proposal Sinyar pada 13 November 2023, berupaa drone tempur bermesin jet yang mampu terbang hingga ketinggian 30.000 kaki (9.144 meter) dan membawa payload seberat 450 kg.

Di Dubai Airshow 2023, Sinyar ditampilkan membawa empat munisi pintar berpresisi tinggi Halcon Desert Sting dengan cantelan di bawah sayap (dua per sayap). Pesawat ini memiliki atribut yang mengesankan, termasuk fleksibilitas yang untuk berbagai misi dan kapasitas untuk membawa muatan besar, sehingga menetapkan standar baru dalam lanskap UAV.

Sekilas tentang rudal Desert Sting, adalah smart micro munition yang dikembangkan bersama antara Halcon Systems dari UEA dan Denel Dynamic dari Afrika Selatan. Desert Sting dipandu menggunakan Global Positioning System dan Laser-guided bomb. Jarak jangkau Desert Sting tergantung varian – DS-5 (18 km), DS-8 (15 km) DS-16 (15 km) DS-25 (16 km). Halcon Systems adalah anak perusahaan dari Edge Group.

Dibangun berdasarkan Flaris LAR01—jet ringan 5 tempat duduk yang dirancang untuk penerbangan umum yang dikembangkan oleh perusahaan Polandia Flaris, Sinyar mewakili lompatan maju dalam kemampuan udara otonom. Jet Polandia, dengan awak satu pilot dan akomodasi untuk empat penumpang, pertama kali diperkenalkan di Paris Air Show 2013. Ini adalah satu-satunya jet ringan bermesin tunggal yang saat ini sedang dikembangkan oleh produsen pesawat non-Amerika Serikat.

Ditenagai mesin jet tunggal Williams FJ33-5A yang menghasilkan daya dorong maksimum 8,3kN, versi produksi Flaris LAR01 bertujuan untuk mencapai kecepatan tertinggi Mach 0,72 (889 km per jam) dan kecepatan jelajah 800 km per jam.

Dengan jangkauan 3.500 kilometer dan jangkauan terbang 30.000 kaki, awalnya prototipe Flaris LAR01 dimaksudkan untuk melakukan penerbangan perdananya pada awal tahun 2013, tapi prototipe tersebut terbang pertama kali pada 5 April 2019.

Baca juga: NATO-Ukraina Ketar-ketir, Drone Shahed-136 Iran yang Dipakai Rusia Kini Bermesin Turbojet: Dilengkapi Komponen Eropa

Berbagai fitur untuk keselamatan dan kenyamanan akan diintegrasikan ke dalam desain LAR01. Tidak seperti kebanyakan pesawat bertenaga jet, pesawat ini diklaim mampu dioperasikan dari landasan pacu yang tidak beraspal dan jalur rumput.

Untuk mewujudkan proyek Sinyar dan pengembangan drone tempur di masa depan, Edge Group telah mengakuisisi 50 persen saham Flaris di Polandia. (Bayu Pamungkas)