Dukung Mobilitas Helikopter Tempur, Cina Kerahkan Kapal Angkut Berat Milik Sipil

Meski militer Cina telah mengoperasikan armada kapal induk dan kapal pendarat (LPD dan LST) yang punya kemampuan membawa helikopter. Namun, bila terjadi peperangan, terutama dalam skenario ofensif pada wilayah yang selama ini diklaim, maka diperkirakan Cina masih membutuhkan sokongan armada kapal sipil untuk mendongkrak mobilitas armada helikopter.

Baca juga: USNS Kilauea, Kapal Angkut Amunisi yang Pernah Lakukan Jamming di Laut Timor

Bagi AL Cina, komponen helikopter serang dan transport mungkin sudah diantisipasi dengan keberadaan armada kapal perang, namun hal yang berbeda bagi mobilitas helikopter serang dan transport yang dioperasikan oleh AD Cina. Guna mendukung pergerakan helikopter-helikopter milik AD maka dibutuhkan sokongan dari unsur lain.

Yang dimaksud unsur lain tak lain adalah komponen sipil. Seperti sudah lumrah di berbagai negara, saat menghadapi konflik atau kebutuhan operasi lintas laut berskala besar, maka komponen sipil dapat digunakan untuk keperluan transport dan logistik militer. Selain kondang dilakukan Inggris selama Perang Malvinas, Indonesia tercatat juga pernah mengerahkan komponen sipil dengan mengrahkan armada maskapai udara komersial selama Operasi Seroja untuk mendukung mobilitas pasukan ke daerah operasi.

Dalam konteks apa yang dilakukan Cina dengan armada helikopter angkatan daratnya, belum lama ini Brigade Udara dari China’s People’s Liberation Army Ground Force (PLAGF) telah melakukan latihan pendaratan dan lepas landas beberapa helikopter di atas kapal angkut berukuran besar.

Dikutip dari Janes.com (21/8/2020), disebutkan informasi latihan tersebut tersiar dari rekaman video yang ditayangkan website js7tv.cn yang dimiliki saluran China Central Television 7 (CCTV 7). Dalam video yang ditayangkan pada 19 Agustus 2020, nampak helikopter serang AD Cina jenis Harbin Z-19 dan helikopter angkut berat Z-8.

Helikopter Z-8 tengah melakukan pendaratan.

Dari capture video, terlihat helikopter-helilopter itu tidak saja melakukan aksi pendaratan dan lepas landas, melainkan juga diperlihatkan kegiatan pengisian bahan bakar dan mempersenjatai kembali helikopter dengan rudal. Terlihat juga, bahwa kapal angkut tersebut dibekali dek yang cukup luas dan dapat menampung setidaknya tiga unit helikopter berukuran besar.

Mungkin untuk alasan keamanan, label dan identitas kapal angkut tersebut disamarkan selama tayangan video. Meski begitu, dilihat dari ciri-cirinya, tidak terlalu sulit untuk mengidentifikasi profil kapal angkut yang dimaksud.  Berdasarkan informasi dari vesselfinder.com, kapal yang dimaksud tak lain adalah Zhen Hua 28 dengan bendera Hong Kong.

Baca juga: Tandingi Radar ‘Konde’ Milik AH-64E Apache, Inilah Radar Pengedali Tembakan di Helikoper Serang Harbin Z-19

Zhen Hua 28 masuk kategori heavy load carrier dan dioperasikan Shanghai Zhenhua Heavy Industries. Dibangun pada tahun 1988, kapal ini punya bobot mati 40.000 ton. Dari spesifikasi, Zhen Hua 28 punya panjang 232 meter dan lebar 42 meter. Dengan menggunakan data pelacakan kapal online, diketahui kapal ini telah tiba di Pelabuhan Laut Kuning Lianyungang pada 5 Agustus dan berlayar untuk latihan pada 8 Agustus lalu. (Bayu Pamungkas)

11 Comments