Duel Penawaran untuk Angkatan Udara Peru, KF-21 Boramae vs Dassault Rafale

Guna menggantikan jet tempur tua seperti Mirage 2000 dan MiG-29, Angkatan Udara Peru (Peruvian Air Force/FAP) sedang mempersiapkan perombakan besar-besaran pada armada pesawat tempurnya. Panglima Angkatan Bersenjata Peru, Jenderal Carlos Enrique Chávez Cateriano, pada tanggal 8 Juli 2024, mengumumkan studi pasar komprehensif untuk jet tempur baru telah selesai.

Baca juga: Sembari Tawarkan Jet Tempur Ringan FA-50, Korea Selatan Ajak Peru Bergabung dalam Program KF-21 Boramae

Dari tiga manufaktur yang memenuhi syarat, teridentifikasi Rafale dari Dassault Aviation dan KF-21 Boramae dari Korea Aerospace Industries (KAI), diperkirakan akan bertarung keras.

Meski tidak bertarung dalam demonstrasi udara, namun, Dassault Aviation dari Perancis dan KAI dari Korea Selatan bakal bertarung di meja penawaran. Seperti dikutip Armyrecognition.com (10/7/2024), KF-21 bakal bersaing keras dengan Rafale, pasalnya Angkatan Udara Peru sudah terbiasa menggunakan jet tempur buatan Perancis, Mirage 2000, yang sampai saat ini masih beroperasi dengan baik.

FA-50 (atas) dan KF-21 (bawah)

Rafale, yang diproduksi oleh pabrikan yang sama, yakni Dassault Aviation, dianggap sebagai penerus alami untuk eksistensi Mirage 2000. Dikenal karena ketangguhannya dalam peran multirole dan battle proven, Rafale yang laku keras di pasar internasional dapat melakukan berbagai peran tempur termasuk superioritas udara, serangan udara ke permukaan, dan pencegahan nuklir, serta dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal yang komprehensif, termasuk sistem peperangan elektronik yang maju.

Sementara, KF-21 Boramae dari KAI, Korea Selatan, ikut dipertimbangkan secara serius. Sebagai pesawat tempur generasi 4,5, KF-21 Boramae dipercaya dapat menjembatani kesenjangan antara pesawat tempur model lama dan pesawat tempur generasi kelima dengan avionik canggih dan keberadaan radar active electronically scanned array (AESA). Ditambah lagi, KAI menjanjikan peningkatan signifikan dalam kemampuan siluman dan tempur dibandingkan pendahulunya.

Meskipun baru saja memasuki tahap produksi, KAI mungkin menawarkan konsesi dalam transfer teknologi dan logistik, sehingga meningkatkan daya tariknya. Lain dari itu, KAI baru-baru ini menandatangani perjanjian untuk memproduksi suku cadang pesawat tempur ringan FA-50 Fighting Eagle di Seman Peru S.A.C., yang dapat diperluas ke KF-21 sebagai bagian dari perjanjian pembelian.

Selain Rafale dan KF-21, Angkatan Udara Peru juga sedang mempertimbangkan opsi lain untuk memastikan keragaman pemasok dan teknologi. Masuk dalam radar pengadaan adalah jet tempur Gripen E/F dari Swedia, serta Eurofighter Typhoon, yang ditawarkan Spanyol ke Peru pada tahun 2013.

FAP juga sedang mengevaluasi F-16 Fighting Falcon dari Lockheed Martin (AS) meskipun ada masalah di masa lalu dengan rantai pasokan suku cadang AS. Boeing F/A-18 E/F Super Hornet adalah kandidat lainnya, yang disukai karena roda pendaratannya yang kuat dan cocok untuk landasan udara yang kasar.

Angkatan Udara Peru saat ini diperkuat delapan unit MiG-29, yang dua unit di antaranya dikonversi menjadi pesawat latih. Untuk Mirage 2000P ada 10 unit (satu unit jatuh) plus dua unit Mirage 2000DP (varian tandem) untuk latih tempur. Untuk menunjang operasional, Angkatan Udara Peru didukung dua pesawat tanker KC-130H Hercules. (Gilang Perdana)

Perancis Sukses Uji Peluncuran Rudal Berkemampuan Nuklir (ASMPA-R) dari Jet Tempur Rafale

3 Comments