Dubai AirShow 2019 – Untuk Pertama Kali Saab GlobalEye Diperlihatkan ke Publik

Saab GlobalEye di Dubai AirShow 2019 (Foto: David Donald)

Dubai AirShow 2019 yang dihelat hingga 21 November, resmi dibuka Minggu 17 November ini, dan salah satu yang menarik dari pameran dirgantara dua tahunan ini adalah hadirnya untuk pertama kali Saab GlobalEye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) di hadapan publik. Uni Emirat Arab yang notabene merupakan pemesan pesawat ini menjadikan GlobalEye sebagai kebanggaan dalam arsitektur militer negeri kaya di Timur Tengah ini.

Baca juga: Saab Resmi Perlihatkan Pesawat AEW&C GlobalEye Pesanan Uni Emirat Arab

Kilas balik ke Dubar AirShow 2015, saat itulah ditandatangani kontrak pembelian dua unit GlobalEye SRSR (Swing Role Surveillance System) oleh Uni Emirat Arab dengan nilai US$1,27 miliar. Dan pada Februari 2017, Uni Emirat Arab mengumumkan pemesanan untuk pengadaan pesawat ketiga.

Dikutip dari ainonline.com (16/11/2019), disebutkan kemungkinan pesawat pesanan kedua dan ketiga yang akan diserahkan terlebih dahulu, mengingat kedua pesawat konfigurasinya telah disesuaikan dengan kebutuhan customer. Sementara pesawat pertama masih membutuhkan modifikasi pada standar sebelum dapat dikirimkan. Pihak Saab dalam keterangan tertulis menyebut bahwa jadwal penyerahan perdana GlobalEye akan dilangsungkan pada April 2020.

Sebagai informasi, GlobalEye dengan platform Bombardier Global 6000 terbang dalam uji coba perdana pada 14 Meret 2018 di kota Linköping. Kemudian pesawat kedua terbang perdana pada 3 Januari 2019 dan pesawat ketiga terbang perdana pada 30 Agustus 2019. Serangkain uji coba terus dilakukan Saab, termasuk melakukan penerbangan di luar wilayah Swedia, seperti uji coba di iklim yang berbeda, salah satunya di Granada, Andalucia, Spanyol.

Hadirnya GlobalEye di Dubai juga menyiratkan kehandalan pesawat ini dalam operasional di iklim gurun yang panas. Bukan sebatas untuk dipamerkan ke publik, kabarnya GlobalEye dengan full mission fit akan menjalani uji verifikasi dengan initial crew training duties.

Kepada Indomiliter.com, Lars Tossman, Vice President and Head of Airborne Surveillance System menyebut, selain untuk mengintai obyek di udara, GlobalEye dapat mendeteksi obyek di permukaan laut dan daratan. Dalam capture diatas, terlihat pola sebaran radar Erieye ER yang lebih jauh dan lebih lebar dibandingkan sebaran pancaran ground radar (warna hitam). Semakin jauh kemampuan deteksi, maka kemampuan early warning akan semakin baik.

Baca juga: Ketika GlobalEye Memonitor Ruang Udara Indonesia

Dalam simulasi, GlobalEye dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) dapat mengendus sasaran dalam jarak 200 – 400 km. Fitur yang ditawarkan di GlobalEye juga mencakup wide-area ground moving target indication (GMTI) radar modes. Dengan fitur GMTI, GlobalEye sanggup men-track laju kapal (boat) kecil yang melaju kencang, jetski, rudal jelajah, pesawat berkemampuan steatlh, dan periskop kapal selam yang muncul sedikit di permukaan saja dapat diketahui. (Haryo Adjie)

8 Comments