Dua Helikopter AL Malaysia – Leonardo AW139 HOM dan AS555 Fennec Surveillance Tabrakan Saat Flyover, 10 Orang Tewas

Sepuluh personel Angkatan Laut Malaysia (Tentara Laut Diraja Malaysia/TLDM) diwartakan tewas dalam insiden tabrakan antara dua unit helikoper di Stadion TLDM di pangkalan angkatan laut Lumut di Negara Bagian Perak bagian barat pada hari ini (23/4/2024) pukul 09.32. “Semua korban dipastikan tewas di tempat kejadian dan dikirim ke rumah sakit pangkalan militer Lumut untuk diidentifikasi,” kata pihak TLDM, dikutip dari straitstimes.com.

Baca juga: Leonardo AW139M – Modern Medium Lift Utility Helicopter, Penantang Dominasi Black Hawk dan Caracal

Video insiden maut tersebut menunjukkan salah satu helikopter memotong rotor helikopter lainnya sebelum keduanya jatuh ke tanah. Dua helikopter yang terlibat adalah helikopter ringan AS555 Fennec dengan registrasi M502-6 dan helikoptrer Leonardo AW139 Maritime Operations Helicopter (MOH) dengan registrasi M503-3. Kedua helikopter masing-masing membawa tiga awak/penumpang dan tujuh awak/penumpang.

Leonardo AW139 jatuh di tangga stadion TLDM, sedangkan helikopter Fennec jatuh di kolam renang kompleks olahraga di lokasi yang berdekatan. Insiden nahasitu terjadi saat latihan flyover dalam rangka persiapan perayaan Hari Angkatan Laut Malaysia ke-90 yang akan dihelat pada 27 April 2024.

Angkatan Laut Malaysia tercatat mengoperasikan enam unit AS555 SN Fennec Surface Surveillance dan tiga unit Leonardo AW139 HOM. AS555 Fennec berperan sebagai helikopter dengan kemampuan intai, tempur dan punya kapabilitas OTHT (Over The Horizon Target) berkat adopsi sistem radar pada bagian bawah hidungnya.

AS555SN Fennec Surface Surveillance dilengkapi dengan Thales Avionics Nadir 10 navigation system, Sagem 85 T31 three-axis autopilot dan Thales Detexis RDN 85 Doppler radar. Paket navigasinya mencakup sistem penentuan posisi global, VHF omnidirectional radio ranger and instrument landing system (VOR/ILS), automatic direction finder, distance measuring equipment dan marker beacon transponder.

AS555SN Fennec Surface Surveillance TLDM.

AS555SN digunakan untuk misi lintas kapal yang beroperasi dari kapal di atas tonase 650 ton. Helikopter ini juga dapat dilengkapi sistem peperangan anti-kapal selam dan penargetan over the horizon (OTH). Helikopter ini dapat membawa torpedo ingan. Telephonics RDR-1500B X-band yang dipasang di dagu, dan 360° digital colour radar digunakan untuk pencarian dan pengawasan.

Senjata lain yang dapat dipasang termasuk peluncur roket Forges de Zeebruge yang membawa tujuh roket 2,75 inci dan peluncur Thales Brandt 68mm yang membawa 12 roket. Helikopter ini dapat dipersenjatai dengan kanonn pod M621 Giat 20 mm dan pod senapan mesin kembar FN Herstal 7,62 mm dan 12,7 mm.

Leonardo AW139 HOM TLDM.

Puspenerbad TNI AD tercatat juga mengoperasikan AS555 Fennec sebagai helikopter serbu ringan, yang digadang sebagai pengganti NBO-105.

Sementara Leonardo AW139 HOM diperankan sebagai helikopter utility (serbaguna) oleh Angkatan Laut Malaysia. Untuk peran anti bajak laut, AW139 HOM dapat dipasangi door gun berupa senapan mesin FN MAG kaliber 7,62 mm atau senapan mesin berat M3M kaliber 12,7 mm, yang keduanya produksi FN Herstal dari Belgia. Di Indonesia, jenis helikpoter yang sama dioperasikan oleh Polisi Udara dan Basarnas. (Bayu Pamungkas)

FN Light Door Pintle: Sulap NBO-105 Puspenerbal Menjadi Helikopter Gunship

 

8 Comments