DSEI Japan 2019 – Mitsubishi Tampilkan Demonstrator Panser APC “Kelas Berat” 8×8

Siapa yang tak kenal merek Mitsubishi, di Indonesia merek otomotif asli Jepang ini begitu lekak sejak dahulu. Dan dari ajang DSEI Japan 2019 di Chiba, Mitsubishi Heavy Industries (MHI) memperlihatkan sosok ranpur yang disebut armoured personnel carrier (APC) 8×8 demonstrator. Tampil dengan cat putih polos laksana rantis Pasukan Perdamaian PBB, APC demonstrator ini menjadi menarik perhatian klayak pada event yang digelar 18 – 20 November ini.

Baca juga: AV81 Terrex 8×8 – Profil Panser Tercanggih di Asia Tenggara

Menyandang predikat demonstrator, APC kelas berat ini memang disiapkan sebagai pengganti APC Type 96 yang digunakan Pasukan Bela Diri Darat Jepang. Meski produk dalam negeri, dalam program akusisi diharuskan melewati uji coba dan tender. kabarnya MHI untuk program ini mendapat lawan berat dari Patria AMV (Armored Modular Vehicle) dan Light Armored Vehicle (LAV) 6.0 yang diusung General Dynamics Land Systems.

APC demonstrator 8×8 MHI punya panjang 8 meter, lebar 2,8 meter dan tinggi 2,2 meter. Dilihat dari tongkrongannya mencerminkan ranpur angkut personel kelas berat, lantaran bobot kosong ranpur ini mencapai 18 ton dan bobot tempur maksimal di sekitar 28 ton.

Pihak MHI menyebut, konfigurasi APC demonstrator ini dapat disiapkan untuk kebutuhan medical evacuation dan command and control. Secara teknis, panser ini ditenagai mesin Mitsubishi 4VA 4Cycle-4Cylinder diesel yang menghasilkan 400 Kw.

Diawaki oleh dua personel, APC ini dapat membawa 11 pasukan bersejata lengkap, pilihan kursi untuk penumpang sudah menggunakan mine protection seats. Platform ranpur ini memungkinkan untuk pemasangan add-on armour. Berbagai senjata dapat dengan mudah di-install lewat jalur remote control weapon system.

Baca juga: AV8 Gempita 8×8 – Profil Panser Kedua Tercanggih di Asia Tenggara

Sebelum dipamerkan di DSEI Japan 2019, display ranpur ini pernah diperlihatkan saat Eurosatory 2014 di Paris. Kendaraan berpenggerak delapan roda dengan suspensi independen ini disebut-sebut dapat melesat dengan kecepatan 100 km per jam. (Gilang Perdana)

3 Comments