DSAR 6 MV Swift Rescue: Kapal Selam Penyelamat, Spesialis Laut Dalam

R0190480

Evakuasi pada kapal selam tentu beda dengan kapal di permukaan, selain dibutuhkan nyali ekstra, sejumlah tahapan serta prosedur ketat harus diterapkan bila ingin selamat mencapai permukaan. Seperti simulasi peran peninggalan kapal dan SAR kapal selam yang secara rutin telah dijalankan oleh awak Korps Hiu Kencana TNI AL. Dengan menggunakan Submarine Escape Immersion Equipment MK-10 Suite, awak kapal selam dapat melakukan free escape melalui conning tower. Meski cukup efektif dan telah teruji, penggunaan MK-10 memiliki keterbatasan.

Baca juga: Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 Uji Free Escape dengan SEIE MK-10 Suite

Submarine Escape Immersion Equipment (SEIE) MK-10 bisa digunakan maksimum sampai kedalaman 182 meter. Yang jadi pertanyaan, bagaimana jika kapal selam kandas di kedalaman lebih dari itu, maklum saja seperti kondisi laut di Indonesia Timur yang banyak memiliki zona perairan dalam. Semisal kapal selam ‘terjebak’ di kedalaman 300 – 500 meter di bawah permukaan, tentu diperlukan cara-cara khusus untuk melakukan SAR (Search and Rescue).

Baca juga: Hugin 1000 AUV – Drone Bawah Laut TNI AL, Mampu Menyelam Hingga 3.000 Meter

MV Swift Rescue
MV Swift Rescue

Jika dihadapkan pada kondisi diatas, awak kapal selam tidak bisa melakukan free escape, maka yang akan mengambil peran adalah wahana DSRV (Deep Submerge Rescue Vehicle). Yakni jenis kapal selam mini yang mampu menyelam sampai kedalaman yang cukup jauh. Karena tergolong wahana yang mahal, tidak semua negara pengguna kapal selam yang mampu mengoperasikannnya. Untuk urusan ini, di Asia Tenggara mengacu pada keberadaan kapal MV Swift Rescue yang dioperasikan AL Singapura. Yang menarik di dalam MV Swift Rescue terdapat wahana Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV) dari DSAR (Deep Search and Rescue) 6 Class buatan James Fisher Defence.

4969831731_8d86014981_b6001245935_be8e34b2b6_bswift_rescue2

Baca juga: ROV Ocean Modules V8 – Robot Bawah Air KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934

Dan sampai saat ini, hanya Singapura kekuatan laut di Asia Tenggara yang mempunyai jenis kapal selam penolong. Proyeksi DSAR 6 pada MV Swift Rescue utamanya untuk mendukung keberadaan enam unit kapal selam yang beroperasi. MV Swift Rescue dibangun oleh galangan ST Marine, anak perusahaan Singapore Technologies Engineering (ST Engineering). Kapal berbobot 4.290 ton ini dirancang untuk sanggup berlayar di kondisi gelombang tinggi sea stage 5. Resminya kapal ini mulai memperkuat AL Singapura pada tahun 2008 dan diawaki 27 orang.

Sebagai kapal rescue untuk awak kapal selam, MV Swift Rescue dilengkapi perangkat kesehatan hyperbaric untuk mengatasi trauma hipotermia. Bahkan di MV Swift Rescue juga terdapat fasilitas helipad untuk mendukung evakuasi medis udara dengan helikopter. Secara keseluruhan perangkat yang terdapat di kapal ini mencakup Transfer under Pressure (TUP) chamber untuk 40 orang, Launch and Recovery System (LARS), Integrated Navigation & Tracking System, Remotely Operated Vehicle (ROV), helipad berkapasitas 12 ton, dan kapal selam DSAR 6.

2-image

Baca juga: USV SAM-3 – Drone Laut Penyapu Ranjau Yang Battle Proven

Flash back ke tahun 2012, TNI AL pernah menandatangani pakta submarine rescue support and cooperation agreement dengan pihak Republic of Singapore Navy (RSN). Salah satu poin dari pakta tersebut adalah dukungan Singapura bila terjadi kecelakaan laut yang menimpa kapal selam Indonesia. Bila ditelaah, perjanjian tersebut akan mengerucut pada keberadaan MV Swift Rescue, apalagi home base kapal ini memang tak jauh dari wilayah Indonesia, sehingga lebih mudah dalam mobilisasi. MV Swift Rescue aktif melakukan dukungan misi SAR saat musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada Desember 2014, dan yang terbaru ikut membantu pencarian hilangnya Malaysian Airlines MH370 di Samudera Hindia.

Baca juga: Evakuasi AirAsia QZ8501: Saatnya Unjuk Kemampuan Sonar Kapal Perang TNI AL

DSAR 6
Kapal selam mini berkemampuan khusus ini dirancang untuk pemakaian lebih dari 25 tahun. Untuk memudahkan evakuasi dan pertolongan, DSAR 6 dilengkapi integrated skirt. DSAR 6 punya bobot yang paling ringan di kelas DSRV, yakni 22,5 ton dan disebut-sebut relatif mudah dipindahkan dengan transportasi udara (via C-17 Globemaster). Bagaimana dengan kemampuan menyelam DSAR 6? Kapal selam mini ini sanggup menyelam sampai maksimum kedalaman 500 meter, bahkan dalam kondisi tertentu, batas kedalaman bisa tembus sampai 700 meter.

ships-and-planes-looking-for-mh370-a-submarine-rescue-vehicle-on-board-the-mv-swift-rescue-a-private-submarine-rescue-vessel-contracted-to-the-republic-of-singapore-navy

Baca juga: Sotong AUV – Prototipe Drone Bawah Laut Rancangan Dalam Negeri

R01904783-image

Sebagai kapal selam penolong, DSAR 6 punya payload 1,2 ton, atau bisa membawa maksimum 17 penumpang sekali jalan. DSAR 6 diluncurkan lewat LARS dan mampu diturunkan saat kondisi laut sea state 5. Sebagai sumber tenaga, DSAR mengadopsi jenis Battery System Fully-redundant Lithium Polymer dengan System Voltage 120V / 24V with 24V emergency supply. Untuk pergerakan kapal ini disokong main propulsion 2 x 10kW electric dan auxiliary propulsion 4 x 3kW hydraulic. Kapal selam ini punya kemampuan menanjak 60 derajat.

Dalam kondisi normal, DSAR 6 punya operational endurance lebih dari 12 jam, sementara dalam kondisi darurat emergency life support bisa mendukung hingga 96 jam. DSAR 6 punya panjang 9,6 meter, lebar 3,2 meter dan tinggi 2,7 meter. Selain Singapura, DSAR 6 juga dimiliki oleh AL Australia dan AL Korea Selatan. (Bayu Pamungkas)

12 Comments