Ditolak Beli F-35, Uni Emirat Arab Jajaki Pembelian Jet Tempur Stealth Chengdu J-20

Sebelum memutuskan untuk memborong 80 unit jet tempur Rafale F4 pada tahun 2021, sejatinya Uni Emirat Arab (UEA) lebih dulu kepincut untuk bisa membeli jet tempur steath F-35 Lightning II, sebagai negara tajir di Timur Tengah, tidak ada yang meragukan secara finansial bahwa UEA mampu membeli F-35.

Baca juga: Sengkarut Antara Jet Tempur F-35, Huawei dan Teknologi 5G

Namun karena alasan politik dan dianggap bermain ‘dua kaki’ dengan Beijing, Washington belum merestui permintaan pembelian dari UEA. Sempat ada rencana dari AS untuk menawarkan F-35 versi ‘downgrade’ untuk UEA, meski belakangan rencana tersebut seolah menguap.

Selain Israel tidak ada negara di Timur Tengah yang mengoperasikan pesawat tempur stealth, dan dengan memiliki pesawat tempur generasi kelima, maka dipercaya suatu negara di Timur Tengah dapat merubah perimbangan kekuatan udara di regional, dan itulah yang dicari oleh UEA.

Penempur stealth Chengdu J-20 membawa empat rudal PL-15 pada weapon bay.

Ketika AS hanya membela kepentingan Israel, maka masih ada jalan bagi UEA untuk membeli jet tempur stealth yang setara, atau mungkin lebih baik daripada F-35. Seperti dikutip The Defense Post (28/5/2024), petinggi UEA disebut sedang menjajaki kemungkinan pembelian jet tempur stealth Chengdu J-20 “Mighty Dragon” buatan Cina.

Laporan tentang potensi penjualan tersebut muncul setelah pejabat senior militer UEA mengunjungi Beijing dan membahas kerja sama yang lebih erat dengan Angkatan Udara Cina.

Abu Dhabi berharap upayanya untuk memperkuat hubungan dengan negara adidaya militer Asia akan meningkatkan peluangnya untuk mendapatkan pesawat tempur generasi kelima.

Cina telah lama membatasi ekspor jet tempur J-20 untuk menjaga kerahasiaan teknologi dan mencegah pihak lawan mempelajarinya secara dekat. Pembatasan ini mencegah dugaan tawaran UEA untuk pengadaan J-20, kecuali Beijing membatalkan kebijakan tersebut.

Misterius, Foto Satelit Rekam Penampakan Jet Tempur Mirip Chengdu J-20 di Pangkalan Udara Terpencil

Pada tahun 2021, Washington sebenarnya menyetujui penjualan 50 unit F-35 dan 18 drone tempur MQ-4B ke UEA dengan potensi kontrak senilai US$23,37 miliar. Namun, kesepakatan tersebut kandas karena kekhawatiran AS terhadap semakin eratnya hubungan UEA dan Cina, khususnya dalam teknologi 5G.

Amerika Serikat berpendapat bahwa teknologi 5G yang dipasok Huawei dan digunakan di tower BTS seluler dekat pangkalan udara, dan fasilitas keamanan nasional lainnya, memungkinkan bagi intelijen Cina untuk mempelajari secara dekat kemampuan operasional F-35 Lightning II.

Selain itu, kesepakatan tersebut terhambat oleh permintaan Israel kepada AS untuk menolak penjualan F-35 ke UEA, karena khawatir hal itu dapat menantang superioritas militer negeri Zionis di wilayah tersebut. (Gilang Perdana)

Tak Mau Kehilangan Kontrak US$23,37 miliar, AS Lanjutkan Proses Penjualan F-35 Lightning II ke UEA

3 Comments