Direktur Rostec: “Produksi Jet Tempur Sukhoi Su-30, Su-34 dan Su-35 Akan Dilipatgandakan”

Sukhoi Su-35.

Ketika Amerika Serikat lewat Lockheed Martin menyebut bakal merilis produksi unit ke-1.000 jet tempur stealth F-35 Lightning II pada akhir tahun ini, maka diseberang benua, Rusia lewat Rostec juga mengumumkan hal penting terkait produksi jet tempurnya. Yakni jumlah produksi jet tempur Sukhoi Su-30, Su-34 dan Su-35 akan dilipatgandakan.

Baca juga: Banjir Order, Lockheed Martin Target Tuntaskan Produksi Jet Tempur F-35 ke-1.000 Akhir Tahun Ini

Rostec yang menaungi beberapa pertahanan dan strategis di Rusia, menyebut bahw peningkatan produksi sampai dua kali lipat sebagai tanggapan atas permintaan Kementerian Pertahanan Rusia dan situasi global saat ini. Selama wawancara dengan “Russia-24”, Wakil Direktur Jenderal Rostec, Vladimir Artyakov, berbagi informasi tentang kecepatan dan kemajuan implementasi perintah pertahanan negara.

Artyakov mengungkapkan, bahwa peningkatan produksi difokuskan pada pesawat tempur multirole seperti Su-34, Su-30, dan Su-35, yang mana jalur produksi telah ditingkatkan, yang secara efektif berlipat ganda dalam volume.

“Kami telah melakukan modernisasi substansial pada fasilitas produksi dan telah banyak berinvestasi dalam pelatihan spesialis,” kata Artyakov. “Tenaga kerja kami beroperasi tanpa lelah dalam tiga shift, dengan kehadiran manajerial yang terjaga sepanjang waktu. Memobilisasi tenaga kerja kami tetap menjadi fokus utama kami.”

Perbaikan fasilitas produksi pabrik Sukhoi telah dijalankan. Itu termasuk pemasangan peralatan baru dan modernisasi mesin yang ada. Ini membantu meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk memproduksi setiap pesawat.

Selain peningkatan produksi, Rostec berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan desain dan kemampuan jet tempur ini. Ini memastikan bahwa mereka berusaha tetap berada di garis depan teknologi militer dan terus memenuhi kebutuhan peperangan modern

Peningkatan produksi jet tempur Su-30, Su-34, dan Su-35 diharapkan berdampak signifikan pada pasar militer Rusia dan global. Pesawat ini sangat dicari karena kemampuan dan keserbagunaannya yang canggih, dan peningkatan produksi akan membuatnya lebih mudah tersedia di negara-negara di seluruh dunia.

Selain kabar peningkatan produksi je temput multirole, Artyakov juga menegaskan bahwa perusahaan Rusia saat ini sedang memproduksi rudal hipersonik “Kinzhal” secara massal sesuai persyaratan Kementerian Pertahanan Rusia.

Artyakov dengan berani mengesampingkan desas-desus tentang Rusia yang kekurangan rudal, dengan percaya diri menyatakan bahwa produksi rudal hipersonik Kinzhal tidak hanya stabil, tetapi juga kuat. Dia menegaskan bahwa itu sepenuhnya sejalan dengan tuntutan Kementerian Pertahanan, meskipun ada batasan awal karena pengujian dan produksi secara bersamaan. Sekarang, manufaktur telah beralih ke operasi skala penuh.

Baca juga: Rusia Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Ukraina, Termasuk Pertama Kali Gunakan Rudal Balistik Hipersonik Kh-47M2 Kinzhal

Artyakov juga menolak pernyataan dari pihak Ukraina tentang rudal Kinzhal Rusia yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Patriot Amerika Serikat. Ia mencap pernyataan itu sebagai “propaganda”. Dia menyindir bahwa klaim Ukraina tidak lebih dari taktik untuk mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat dengan memuji persenjataan buatan Barat. (Gilang Perdana)