Di Tengah Cuaca Buruk, Helikopter Presiden Iran Bell-412 Jatuh di dekat Perbatasan Azerbaijan

Foto terakhir Bell-412 yang ditumpangi Presiden Iran.

Dengan kondisi cuaca buruk yang berkabut tebal disertai turunnya salju, operasi SAR atas helikopter yang membawa Presiden Iran Embrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian, sampai tulisan ini diturunkan belum membuah hasil. Buruknya cuaca dan beratnya medan hutan, mengharuskan tim SAR harus menempuh dengan berjalan kaki menuju lokasi dugaan jatuhnya helikopter di hutan dekat kota Jollfa, perbatasan antara Iran dan Azerbaijan.

Baca juga: Beda Penyebutan Bell-412 dan NBell-412, Inilah Penjelasannya!

Seperti telah banyak diberitakan, pada Minggu sore rombongan Presiden Raisi yang terdiri dari tiga unit helikopter terbang dalam misi diplomatik meeting di Azerbaijan. Saat kembali ke Iran, konvoi helikopter terjebak dalam cuaca buruk di pebukitan. Dua helikopter dapat meneruskan perjalanan dan mendarat denga selamat, sementara satu helikopter, yakni yang ditumpangi Raisi dan Amirabdollahian, mendapat musibah.

Sumber internasional menyebut helikopter mengalami hard landing, namun, sampai beberapa jam berlalu, belum diketahui kondisi dari presiden Iran dan penumpang lain di dalamya.

Foto terakhir Presiden Iran dan rombongan sesaat sebelum naik helikopter Bell-412.

Meski Iran berkonflik dengan Amerika Serikat, namun, helikopter yang ditumpangi Embrahim Raisi dalam musibah ini adalah Bell-412, helikopter angkut sedang buatan Bell Helicopters, yang bermarkas di Fort Worth, Texas. Ada beberapa varian Bell-412, dan sejauh ini belum ada infiormasi varian Bell-412 apa yang digunakan presiden Iran, apakah versi sipil atau militer.

Sebagai ilustrasi, Puspenerbad TNI AD mengopoperasikan Bell-412 SP, Bell-412 HP dan Bell-412 EP. Sekilas pandang, tidak ada perbedaan yang mencolok dari segi tampilan diantara ketiga varianBell-412. Perbedaan antar varian lebih ditekankan pada adopsi mesin yang berbeda. Bell-412 SP (Special Performace) yang menggunakan dua mesin PT63-BF; Bell-412 HP (High Performance) menggunakan mesin PT63-BE, dan Bell-412 EP (Enhanced Performace) mengusung mesin twin turbine Pratt & Whitney PT63-D.

Perbedaan mesin sudah barang tentu membawa efek pada kinerja, kecepatan, dan kemampuan jelajah. Khusus di Bell-412 EP ditambahkan kemampuan dual digital automatic control flight system dan peningkatan kekuatan tail rotor. Sementara untuk jumlah awak tetap 4 orang (pilot, kopilot dan dua gunner untuk door gun).

Dalam kondisi standar, helikopter ini dapat membawa 11 penumpang dengan senjata lengkap. Sebagai fitur tambahan di NBell-412 EP, ada bekal teknologi autopilot dan radar cuaca. Bahkan, Bell-412 EP punya kemampuan lebih dari yang lain, dengan misi untuk patroli perbatasan, heli ini dibekali perangkat FLIR (Forward Looking Infra Red). (Gilang Perdana)

Autorotation: Jurus Selamat Kala Helikopter Alami Kegagalan Mesin

6 Comments