Di Perairan Natuna, KCR KRI Clurit 641 dan KRI Kujang 642 Sukses Uji Tembak Rudal Anti Kapal C-705

KRI Kujang 642

Untuk keempat kalinya, duo KCR (Kapal Cepat Rudal) andalan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I melaksanakan latihan penembakan rudal anti kapal C-705. Berbeda dengan uji penembakan pertama yang gagal pada tahun 2016, maka penembakan rudal C-705 yang berlangsung 8 April 2021 berlangsung dengan sukses di Perairan Natuna.

Baca juga: Puncak Latihan Armada Jaya XXXIV/2016, Uji Tembak Rudal C-705 dan Torpedo SUT “Gagal”

Dikutip dari siaran pers Dispenal, dua kapal perang, yaitu KRI Clurit 641 dan KRI Kujang 642 berhasil melakukan uji penembakan rudal anti kapal C-705 menyasar target berupa eks kapal tanker KRI Balikpapan 901. Disebutkan, penembakan hit on target atau mengenai sasaran yang menyebabkan taget kapal sasaran tenggelam. Sebagai informasi, posisi eks KRI Balikpapan berada lebih kurang 70 km dari kedua KCR.

TNI AL pada Latihan Pra Armada Jaya ini mengerahkan sejumlah alutsista seperti kapal perang, pesawat udara dan kendaraan tempur marinir dengan daerah latihan di Jakarta, Laut Jawa, Laut Natuna Utara dan Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Sasaran eks KRI Balikpapan 901

Latihan yang akan berlangsung dari tanggal 5 hingga 15 April 2021 ini adalah persiapan awal sebelum melaksanakan Latihan Armada Jaya yang merupakan latihan puncak TNI AL. Latihan matra TNI AL yang digelar ini terdiri dari latihan operasi laut gabungan (Opslagab) diperankan oleh Koarmada II Surabaya, latihan operasi gabungan amfibi (Opsgabfib) dilaksanakan oleh Koarmada I Jakarta, latihan pasukan pendarat Korps Marinir (Pasrat Kormar) dilaksanakan oleh Kormar, latihan operasi pendaratan administrasi (Opsratmin) dilaksanakan oleh Kolinlamil dan latihan operasi pertahanan pantai (Opshantai) dilaksanakan oleh Koarmada I dalam hal ini Lantamal IV Tanjung Pinang.

Latihan ini bertujuan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit TNI AL serta kesiapsiagaan peralatan tempur atau Alutsista TNI AL di lapangan. Alutsista yang dilibatkan dalam latihan ini yakni antara lain kapal perang meliputi; Latopslagab menggunakan kapal perang yakni; KRI RE Martadinata 331, KRI I Gusti Ngurah Rai 332, KRI Fatahillah 361, KRI Clurit 641, KRI Kujang 642, KRI Nanggala-401, KRI Aluguro 405, KRI Diponegoro 365, KRI Bung Tomo 357, KRI Teuku Umar 385, KRI Patimura 371, KRI Tjiptadi 381, KRI Pulau Rangsang 727, KRI Sutedi Senaputra 378, KRI Imam Bonjol 383, KRI Sembilang 850. Sedangkan latopsratmin meliputi; KRI Teluk Bintuni 520, KRI Teluk Lampung 540, KRI Teluk Amboina dan KRI Halasan 630.

Tampilan buritan KRI Clurit, tampak 2 unit tabung peluncur C-705

Sekilas tentang rudal anti kapal C-705, rudal ini adalah buatan Cina oleh pabrik China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC). C-705 merupakan keluarga seri rudal C-70X, rudal ini merupakan pengembangan dari rudal C-704.

C-705 mempunyai jangkauan tembak antara 75-80 Km tanpa roket booster, sedangkan bila ditambahkan roket booster jangkauan bisa terdongkrak hingga 170 Km. Dilihat dari jangkauannya, C-705 bisa disebut pula sebagai rudal lintas cakrawala (over the horizon). Untuk urusan kecepatan, meski tak diketahui persis informasi kecepatan luncurnya, banyak disebutkan C-705 masuk dalam kategori rudal high subsonic.

Baca juga: Setelah Dilepas, Peluncur Rudal C-705 Kembali Dipasang di KRI Sampari 628 dan KRI Tombak 629

Dengan bobot hulu ledak 110 kg, C-705 dipersiapkan untuk mengkandaskan kapal perang lawan yang berbobot hingga 1.500 ton. Daya hancur yang dihasilkannya bisa mencapai 95,7 persen, ideal untuk menenggelamkan kapal. Konfigurasi rudal pun di-setting pas untuk dipasangkan pada platform kapal patroli dengan bobot antara 50 – 500 ton. Seperti KRI Clurit memiliki bobot 250 ton, dan dipersiapkan membawa 2 unit C-705 dalam sekali berlayar. (Gilang Perdana)

26 Comments