Di Parade Militer 1 Oktober, Cina Tampilkan Rudal Hipersonik DF-17

Bila 1 Oktober di Indonesia diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, maka di Cina 1 Oktober dirayakan sebagai Hari Nasional Republik Rakyat Cina, menyiratkan 70 tahun Partai Komunis berkuasa sejak 1949. Pada perayaan tahunan yang digelar di Beijing, sudah menjadi tradisi dipamerkan defile alutsista tercanggih dari militer Cina. Dan pada 1 Oktober 2019, dihadapan Presiden Cina Xi Jinping, publik dunia dikejutkan dengan ditampilkannya rudal balistik (nuklir) berkemampuan hipersonik DF-17.

Baca juga: Stonefish “Carrier Killer” – Ancaman Terbesar untuk Kapal Induk AS di Masa Depan

Dengan kecepatan hipersonik, para analis militer meyakini bahwa rudal ini dapat menembus berbagai sistem anti hanud (pertahanan udara) yang dimiliki oleh Amerika Serikat dan NATO. Analis menyebut rudal DF-17 sebagai ancaman bagi stabilitas regional, lantaran karena kecepatannya hanya memungkinkan sedikit waktu bagi lawan untuk merespon serangan yang kelak dilancarkan Cina.

Dikutip dari situs aljazeera.com, Center for Strategic and International Studies menyebutkan bila DF-17 mampu menyerang daratan AS dalam hitungan waktu 30 menit. DF (Dongfeng)-17 telah diuji coba perdana pada 1 November 2017. Dari segi kategori, DF-17 adalah medium range ballistic missile, meski informasi tentang rudal ini sangat terbatas, komunitas intelijen AS memperkirakan jangkauan DF-17 berada di antara 1.800 dan 2.500 kilometer. Kecepatan luncur DF-17 disebut-sebut mencapai Mach 5.

Selain DF-17, Cina diketahui juga memiliki DF-21D anti-ship ballistic missile (AShBM) – atau yang populer sebagai rudal Stonefish. Rudal yang dikenal sebagai “Carrier Killer” ini dapat melesat hingga kecepatan Mach 10. Dengan kecepatan Mach 10, tanpa diketahui titik diketahui titik peluncuran rudal, maka satu-satunya cara AL AS untuk menghindari Stonefish adalah melalui peperangan elektronika. (Gilang Perdana)

6 Comments