Dengan Alasan Kuat, Filipina Tambah Pesanan Enam Unit Super Tucano di Tengah Protes dari Senator

Angkatan Bersenjata Filipina melalui Angkatan Udara Filipina (Philippine Air Force – PAF) telah mempertahankan keputusannya untuk membeli enam unit tambahan pesawat serang ringan A-29B Super Tucano buatan Embraer, di tengah pertanyaan keras yang diajukan oleh Senator Raffy Tulfo saat debat pleno anggaran Departemen Pertahanan Nasional pada 28 November 2025.
Baca juga: Kokpit Dilapisi Kevlar, Filipina Resmi Jadi Pengguna “Si Cocor Merah” Super Tucano
Saat ini, Angkatan Udara Filipina (PAF) telah mengoperasikan enam unit A-29 Super Tucano yang bermarkas di Mayor Fernando Air Base (juga dikenal sebagai Sangley Point) Cavite, Filipina. Enam pesawat ini telah terbukti efektif dalam operasi kontra-pemberontakan (counterinsurgency) di wilayah selatan Filipina.
Pembelian tambahan yang dipertahankan oleh AFP ini akan menambah jumlah armada Super Tucano PAF menjadi total 12 unit (enam unit yang sudah ada ditambah enam unit baru).
Seperti dikutip inquirer.net (8/12/2025), Senator Tulfo mempertanyakan pembelian pesawat turboprop serang ringan yang ia anggap “sudah usang” (outdated), terutama karena masalah pemberontakan domestik di Filipina telah berkurang. Tulfo menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada pembelian jet tempur seperti FA-50 untuk memperkuat pertahanan eksternal, mengingat meningkatnya ketegangan di Laut Filipina Barat.
Battle Proven di Kolombia, Afghanistan dan Filipina, Viral Video Super Tucano ‘Unjuk Gigi’ di Papua
Namun, Juru Bicara AFP Kolonel Francel Margareth Padilla, dan Juru Bicara PAF Kolonel Maria Christina Basco, memberikan pembelaan yang kuat, Super Tucano diklaim sebagai pesawat yang efisien biaya (cost-efficient) dan cocok untuk misi (mission-fit).
Pesawat ini memperkuat Konsep Pertahanan Kepulauan Komprehensif (Comprehensive Archipelagic Defense Concept – CADC). CADC adalah strategi baru yang bertujuan melindungi dan mengamankan seluruh wilayah dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina. Meskipun fokus bergeser ke pertahanan teritorial, kebutuhan akan Dukungan Udara Jarak Dekat (Close Air Support atau CAS) tetap penting untuk operasi di daratan dan pulau-pulau Filipina yang memiliki kondisi geografis kepulauan.
Selain CAS, pesawat ini sangat relevan untuk operasi pengawasan, patroli maritim, dan yang sangat penting di Filipina, Bantuan Kemanusiaan dan Respon Bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Response).
Embraer Umumkan Kemampuan Baru A-29 Super Tucano Untuk Lawan Drone dengan Efektif dan Terjangkau
Pada dasarnya, AFP berargumen bahwa Super Tucano adalah pesawat yang tetap relevan karena kemampuannya yang serba guna dan biaya operasionalnya yang rendah, sehingga dapat digunakan secara efektif dalam lingkup pertahanan internal maupun eksternal di bawah strategi pertahanan kepulauan baru Filipina.
Meskipun pesawat serang ringan, Super Tucano juga berfungsi sebagai platform pelatihan tingkat lanjut. Pesawat buatan Brasil ini memungkinkan pilot PAF bertransisi dari pesawat latih dasar ke pesawat tempur taktis yang mampu menggunakan persenjataan canggih dan sistem cockpit modern, mempersiapkan mereka untuk menerbangkan jet tempur FA-50 yang lebih cepat di masa depan.
Super Tucano memungkinkan unit PAF untuk rutin melatih teknik pengeboman dan serangan darat tanpa menghabiskan jam terbang yang mahal pada jet tempur utamanya. (Bayu Pamungkas)
Sembur Basis OPM, Super Tucano Andalkan Tiga Senjata Libas Kelompok Separatis Bersenjata



Super Tucano memang harus ditambah 1 skadron lagi dan barengan dengan tambahan puluhan unit MLRS Astros II Mk.6 lengkap dengan rudal jelajah AV-TM 300 Tactical Cruise Missile dan rudal anti-kapal basis darat MANSUP (Míssil Antinavio Nacional) serta pembelian 2 unit pesawat angkut sedang multiguna turbofan C-390 Millennium 👍
Nah ini dia.
Biaya operasional rendah. Bisa untuk patroli.
Pesawat yang bisa dijadikan tulang punggung pengawasan berbiaya rendah sekaligus untuk melatih skill para penerbangnya.
Tambah lagi lah pesawat tempur Turboprop kita.
Untung senatornya ga ada nyeletuk beli JF-17…hahahaha