Datang dari Perancis, Ranpur VAB MK3 6×6 dengan Logo Pindad Tampil di Indo Defence 2022

(Foto: Istimewa)

Dikapalkan jauh dari Perancis, ranpur roda ban VAB MK3 6×6 kini telah tiba di Jakarta untuk ditampilkan dalam pameran pertahanan Indo Defence 2022 (2 – 5 November 2022). Dengan cat loreng hijau, VAB MK3, ranpur APC ini sepertinya bakal menarik perhatian publik, pasalnya VAB MK3 hadir dengan logo Pindad pada bagian depannya.

Baca juga: PT Pindad Kembangkan Rantis Bushmaster Versi Indonesia

Tampilan logo Pindad pada ranpur yang belum dipesan oleh Kementerian Pertahanan, sekilas mengingatkan pada ranpur Sanca 4×4, yang dipamerkan PT Pindad saat Indo Defence 2016. Sanca adalah ‘varian’ dari ranpur Bushmaster. Kehadiran Sacan Bushmaster kala itu kemungkinan dikaitkan dengan rencana kerja sama antara PT Pindad dengan Thales Australia untuk mengembangkan dan memproduksi Bushmaster di Indonesia. Namun, sejauh ini tak ada kelanjutan atas rencana pengembangan Sanca.

Terkait dengan VAB MK3 6×6 di Indo Defence, dipercaya lebih untuk perkenalan produk kepada klalayak di Indonesia. Terlebih nama VAB (Véhicule de l’Avant Blindé) sudah begitu lekat di Indonesia, pasalnya debut VAB menjadi cikal bakal kelahiran ranpur Anoa produksi PT Pindad.

VAB saat ini diproduksi oleh Arquus, Perancis. Secara umum, VAB MK3 ditawarkan dalam varian troop transport, law enforcement, fire support vehicle, mortar carrier, command post, ambulance, dan infantry fighting vehicle. Varian yang disebut terakhir, IFV ditawarkan dalam adopsi beberapa tipe kanon kaliber medium 20 – 30 mm – TRT-25/30, CMI CPWS 20-25 dan Nexter ARX-25.

VAB MK3 disebut punya bobot sampai 20 ton, sebagai perbandingan bobot VAB lama hanya 13 ton. Melonjaknya bobot panser lantaran diadopsi material lapis baja ekstra untuk melindungi awak dan pasukan.

Meski ciri khas desain VAB (lama) tak ditinggalkan, tapi ada yang menarik pada tampilan VAB MK3, dimana VAB MK3 sudah mengusung konsep modular. Secara umum, VAB MK3 punya panjang 6,7 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,2 meter. Dengan bahan bakar penuh, pada kecepatan 60 km per jam ranpur ini bisa menjelajah sampai 800 km.

Di Paris (Eurosatory 2022), pada 14 Juni lalu, Arquus dan PT Pindad menandatangani Nota Kesepahaman (NK) untuk membangun kolaborasi masa depan dalam platform sistem pertahanan untuk Indonesia. NK ini mencakup pengembangan dan produksi kendaraan lapis baja terbaru, serta sistem dan layanan terkait. Dengan perjanjian ini, kedua perusahaan sepakat untuk menjalin kemitraan resmi dan berskala lebih besar.

Arquus dan PT Pindad telah sukses menjalin hubungan jangka panjang selama 15 tahun terakhir. Sepanjang perjalanan kerja sama, Arquus telah memasok komponen dan suku cadang utama yang telah terintegrasi dalam kendaraan lapis baja buatan Indonesia untuk PT Pindad.

Baca juga: Ranpur VAB MK3 6×6 Terintegrasi dengan Drone Lewat Kabel, Terbang Tanpa Batasan Waktu! 

Dalam rangka kerja sama tersebut, Arquus secara khusus telah memasok powerpack untuk kendaraan APC Anoa 6×6 dan Badak 6×6 IFV, yang saat ini bertugas di Angkatan Darat Indonesia. Arquus juga telah memasok rolling chassis untuk kendaraan Komodo 4×4. (Bayu Pamungkas)

4 Comments