Dari Helikopter Bell 214, Iran Sukses Luncurkan Rudal Udara ke Darat “Haydar”
Saling ancam antara Iran dengan Amerika Serikat/Israel dalam menyikapi perang di Gaza bisa merembet ke konflik terbuka. Selain jalur damai yang terus diupayakan untuk meredakan bencana kemanusiaan di Palestina, militer Iran juga menggelar latihan perang dengan sandi Eghtedar (Otoritas) 1402, yang berlangsung di distrik Nasrabad, provinsi Isfahan. Yang menarik, dalam latihan ini sukses diuji coba rudal udara ke permukaan Haydar (Heidar)
Meski berkonflik dengan AS, untuk urusan helikopter serang/serbu, militer Iran uniknya masih ‘setia’ menggunakan helikopter buatan AS, yang dulu didatangkan saat Syah Iran Reza Pahlavi berkuasa. Dikutip dari tehrantimes.com (29/10/2023), sebuah helikopter serbu Bell 214 milik Angkatan Darat Iran, berhasil meluncurkan rudal udara ke permukaan Haydar, yang notabene adalah produksi dalam negeri.
Helikopter Bell 214 menembakkan rudal tersebut pada hari Sabtu lalu, yang menjadi hari kedua latihan ekstensif Eghtedar (Otoritas) 1402. Rudal Haydar dapat mencapai target yang ditentukan dengan sempurna dari jarak 30 km, dan menghancurkan target secara sempurna.
Latihan militer Eghtedar 1402 oleh Angkatan Darat Iran dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat pelatihan dan meninjau titik-titik kelemahan dan kekuatan, yang pada akhirnya dapat mengembangkan dan meningkatkan kekuatan pertahanan dan tempur dalam menghadapi ancaman yang akan datang,
Menurut laporan, rudal Haydar dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS), yang memberikan pilot kendali penuh atas rudal dan memungkinkannya terbang ke arah sasaran dengan baik.
Rudal Haydar disebut punya panjang 3,83 meter dan berat sekitar 40 kg. Dalam jarak puluhan kilometer, rudal udara-ke-darat ini dapat menghancurkan sasaran tetap dan bergerak dengan payload hulu ledak 20 kg.
Iran mengklaim bahwa target berupa bunker beton dan ranpur lapis baja musuh akan dengan mudah dihancurkan oleh rudal Haydar.
Haydar (Heidar) adalah rudal udara-ke-darat Iran yang diluncurkan pada 25 April 2019. Selain diluncurkan dari helikopter Bell-214, Haydar juga dipasang sebagai senjata pada helikopter serang AH-1 Cobra.
Baca juga: AH-1 Cobra Iran Punya Rudal Anti Tank Baru, Almaz (Varian Ilegal dari Rudal Spike)
Haydar dirancang dan dibuat oleh Ministry of Defense and Armed Forces Logistics (Iran) dan Islamic Republic of Iran Army Aviation. Rudal ini dapat digunakan melawan sasaran lapis baja. Haydar dapat menembus targetnya sedalam satu meter dan dilengkapi dengan beragam sistem pencari, yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi cuaca. (Gilang Perdana)
Lho bukannya dulu udah diitung ya @tukang ngitung? Xixixixi
Mas Admin,
Dulu ada berita AL kita mau beli
6 heli utility senilai USD 320 juta
8 heli attack senilai USD 375 juta
Jadi nggak ya akuisisi ? Kok seperti lenyap nggak ada kelanjutannya.
Sepertinya sudah tidak ada kabarnya lagi 🙂
Inilah bukti bahwa alutsista buatan US itu masih bisa terbang walaupun diembargo bertahun-tahun. Nggak seperti yang itu tuh jualan alutsista cepet banget grounded nya karena embargo.
iran yang puluhan tahun diembargo uwak sam masih bisa berkembang pesat dan mandiri, wakanda malah….
begitu diembargo lumpuh sudah tak bisa apa² kecuali memanfaatkan yang masih sisa 😂
Sekelas Bell 214 lebih cocok dipasangi 2 hingga 4 tabung peluncur FFAR daripada rudal udara ke darat kelihatannya lebih berat dan apakah kecepatan heli ikut terpangkas oleh berat kedua rudal tersebut?
Dulu super puma kita tak jadi dipasangi Excocet takut helinya jatuh malahan, itu karena Heydar nya Iran lebih kecil rudalnya, tapi heli Bell juga kecilan dibanding Super Puma kita, jadi masalahnya adalah Iran mampu buat rudal2 sendiri sedangkan kita bli-bli saja. Secara musuh bebuyutan spt Iran kita juga dikelilingi musuh bebuyutan.