Curigai Ada Campur Tangan Washington di Kisruh Hong Kong, Beijing Tolak Sandar Dua Kapal Perang AS

Pasca berakhirnya latihan tempur Talisman Sabre 2019 di Australia, maka harapan 700 Marinir Amerika Serikat di USS Green Bay (LPD-20) adalah bisa sandar dan melakukan pesiar di Hong Kong, maklum basis Landing Platform Dock berbobot 25.000 ton ini berada di Sasebo, Nagasaki, Jepang. Namun harapan ratusan Marinir tersebut sirna, setelah Pemerintah Cina melarang kapal perang AS itu merapat di Hong Kong.

Baca juga: Type 815 Dongdiao Class Beraksi (Lagi), Kini Mata-matai Talisman Sabre 2019 di Timur Laut Australia

Meski ini bukan perlakukan pertama kali bagi armada AS, tapi pencekalan kali ini terasa berbeda. Beijing begitu khawatir atas eskalasi demonstrasi besar-besaran tentang penolakan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi, dimana Cina menduga ada campur tangan AS di aksi massa tersebut.

Di tengah situasi yang terus memanas dan respon pengiriman militer Cina ke perbatasan Hong Kong, maka bisa ditebak respon Beijing bila kapal perang AS yang ingin merapat. Tak mau ambil risiko, Pemerintah Cina  resmi menolak berlabuhnya dua kapal perang AS. Selain USS Green Bay, kapal perang lainnya adalah USS Lake Erie (CG-70). Yang disebut terakhir adalah kapal penjelajah rudal dari Ticonderoga Class, monster tempur battle proven yang dibekali seabreg alutsista laut papan atas, termasuk tentunya rudal jelajah Tomahawk.

USS Lake Erie

Dikutip dari news.usni.org (13/8/2019), juru bicara US Pacific Fleet Cmdr. Nate Christensen mengatakan bahwa permintaan dari USS Green Bay dan USS Lake Erie untuk mengunjungi Hong Kong telah ditolak.

USS Green Bay adalah bagian dari Wasp Amphibious Ready Group dan berisikan sekitar 700 Marinir dari Marine Expeditionary Unit ke-31 yang berbasis di Jepang. ARG baru-baru ini menyelesaikan latihan Talisman Sabre di luar Australia. USS Lake Erie sendiri merupakan kapal penjelajah berpeluru kendali (guided-missile cruiser) yang berpangkalan di San Diego, California.

Penolakan ini terjadi di tengah protes anti-pemerintah Cina yang sedang berkecamuk di wilayah semi-otonomi Hong Kong sejak awal Juni lalu. Dalam dua hari terakhir, para demonstran telah menduduki Bandara Hong Kong dan polisi khusus Cina telah berjaga di sepanjang perbatasan Shenzhen.

USS Green Bay

Para pejabat di Kementerian Luar Negeri Cina menuduh Pemerintah Amerika Serikat dan CIA secara khusus telah berperan dalam mendorong pecahnya demonstrasi yang ada di Hong Kong. Merespon hal tersebut, Pada hari Selasa, Presiden Trump membantah terlibat dalam aksi di Negeri Tirai Bambu ini.

“Banyak yang menyalahkan saya dan Amerika Serikat, atas masalah yang terjadi di Hong Kong. Saya tidak bisa membayangkan mengapa?” tulis Trump di Twitter pada Selasa, menurut Politico. “Intelejen kami telah menginformasikan bahwa Pemerintah Cina memindahkan pasukan ke wilayah perbatasan Hong Kong. Semua warga harus tetap tenang dan aman!”

“Angkatan Laut AS memiliki rekam jejak yang panjang tentang kunjungannya ke Hong Kong, dan kami berharap mereka akan terus melanjutkan,” ujar Nate Christensen. “Silakan hubungi Pemerintah Cina untuk menggali informasi lebih lanjut tentang mengapa terjadi penolakan permintaan berlabuh itu.”

Beijing sebelumnya memiliki rekam jejak penolakan kunjungan armada AS di pelabuhan pada saat tensi dengan pihak Amerika Serikat sedang tinggi-tingginya. Seperti pada Oktober 2018, para pejabat Cina menolak masuknya USS Wasp (LHD-1) ke pelabuhan, saat Washington dan Beijing terlibat dalam konflik yang menyangkut perdagangan dan kesepakatan senjata dengan Rusia.

“Kami meninjau dan menyetujui permintaan sesuai dengan prinsip kedaulatan dan situasi khusus berdasarkan kasus per kasus,” ujar para pejabat Cina saat itu. Pernyataan itu adalah bahasa yang sama dengan yang digunakan Cina pada tahun 2016 ketika kapal induk USS John C. Stennis (CVN-74) ditolak kunjungannya setelah Amerika Serikat melakukan unjuk kekuatan di Laut Cina Selatan.

Baca juga: Tambah dua Skadron Tempur, TNI AU Segera Perluas ADIZ di Wilayah Perbatasan

Kemudian setelah dua pesawat pembom B-52 mengabaikan peringatan yang diberlakukan Cina atas Air Defense Identification Zone (ADIZ) di atas Laut Cina Timur pada tahun 2014, lantas direspon Cina dengan menolak kunjungan kapal perusak rudal USS Halsey (DDG-97) di Hong Kong. (Nurhalim)

10 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *