Category: Resensi Buku

Krisis Catalonia: Kemandirian Sipil dan Militer Yang Dihambat

Pada saat Catalonia melakukan referendum di awal Oktober 2017, sejumlah negarawan dunia khususnya Eropa sangat cemas. Kekhawatiran mereka sangat beralasan sebab referendum yang berujung kemerdekaan Catalonia akan menjadi keniscayaan. Tepat 1 Oktober 2017, hasil referendum yang disahkan oleh Presiden Catalonia, Carles Pudgemont menetapkan bahwa Catalonia ingin merdeka dan berpisah dari Spanyol. Sejumlah analis Eropa mengatakan bahwa bola liar referendum yang berakhir pada opsi merdeka itu dapat meluas ke wilayah otonomi lainnya seperti Skotlandia di Inggris dan Bavaria di Jerman. (more…)

[Resensi] – The Devil’s Alternative – Dibalik Intrik dan Konflik Rusia vs Ukraina

panic-in-the-kremlin

Kemungkinan pecahnya perang terbuka antara Rusia dan Ukraina menjadi isu utama dalam stabilitas politik dan pertahanan internasional, betapa tidak, gesekan antara kedua negara yang pernah disatukan dalam kedigdayaan Uni Soviet mampu menyeret keterlibatan kubu Amerika Serikat dan NATO dalam pusaran babak perang berskala besar. Yang artinya tak menutup kemungkinan asal muasal Perang Dunia Ketiga terjadi akibat gesekan antara dua negara ini. (more…)

[Resensi] – The Dogs of War – Nasib Sebuah Negara di Tangan Tentara Bayaran

dogsofwarcarbine

Tentara bayaran (mercenaries) atau kondang disebut soldier of fortune tak bisa dilepaskan dalam intrik di dunia militer. Dengan latar personel yang berasal dari unit pasukan khusus, strategi dan gebrakan mercenaries telah mencatatkan banyak momen penting dalam sejarah pergolakan di banyak negara. Terlebih kiprah mercenaries di Benua Hitam, Afrika yang menjadi zona favorit tentata bayaran. (more…)

Misteri MH-370: Sempat Menghindari Pantauan Radar Kohanudnas!

cover-1

Boeing 777-200ER (extended range) milik Malaysia Airlines MH-370 adalah pesawat bermesin dua Roll-Royce Tren 892 yang dinilai memiliki teknologi tercanggih dan mencatat rekor keselamatan nyaris sempurna. Hari itu, 8 Maret 2014 pukul 00:41 waktu KL (Kuala Lumpur), MH-370 mengangkut 239 penumpang, termasuk 12 kru. Sesuai jadwal, pesawat akan mendarat pukul 06:30 waktu Beijing. (more…)

The King of Battle Artillery – TNI Angkatan Laut

buku

 “Tuhan berpihak pada pasukan pemilik artileri terbaik.” – Napoleon

Kutipan di atas menggambarkan betapa reputasi kesenjataan artileri sangat vital dan mematikan dalam pertempuran. Dalam Perang Dunia I, Perang Dunia II, bahkan perang yang lebih kuno, Perang Napoleon, artileri terus bertahan menjadi persenjataan yang paling efektif dan mematikan. Kekuatan artileri yang mumpuni membuka masuknya elemen infanteri menuju area lawan, mempersingkat jalannya peperangan dan menghancurkan sisi pertahanan dengan cara yang efektif pula. (more…)

Indonesian Missile – Perisai Angkasa Nusantara

Dengan pudarnya dominasi rudal di Indonesia, tentu ada perhitungan sendiri, di bawah panji kestabilan ekonomi dan membina hubungan yang baik di kawasan, pada era Soeharto pengembangan rudal mulai berjalan, walau sangat lamban, bahkan secara de facto etalase rudal Indonesia sudah tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Tapi harus diakui, tak serta merta sistem rudal Indonesia tertinggal secara keseluruhan, di lini rudal anti kapal, terlihat pemerintah sangat serius untuk memperkuat beragam rudal anti kapal, sebagai bukti adalah Yakhont, yang kini menjadi lambang supremasi alutsista Indonesia.

Khusus pada era orba, pemerintah nampak kurang mempersiapkan militer seumpama menghadapi konflik terbuka antar negara tetangga, berkat sosok Soeharto yang sangat disegani sebagai pemimpin pemerintahan paling senior di ASEAN, beragam alutsista di per-modern, tapi sayangnya dengan kuantitas yang serba minim. Tapi fakta kini berbicara lain, musim telah berganti, era baru pun harus disikapi secara tepat tanpa harus berlebihan. Dengan segala intrik dan konflik di seputar perbatasan, potensi munculnya perang antara negara bertetangga bisa saja meletus di masa mendatang.

Tanpa bermaksud mengharap datangnya peperangan, tapi diyakini, seandainya terjadi duel antara militer Indonesia dan Malaysia, beberapa lakon dalam pertempuran akan memunculkan nama Sidewinder, Maverick, Exocet, atau bisa jadi Yakhont. Uniknya antar negara tetangga di ASEAN, termasuk Malaysia dan Singapura, mempunyai karakter dan jenis alutsista yang serupa. Sebut saja seperti rudal Maverick, Sidewinder, RBS-70, dan Rapier dimiliki oleh Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Inilah yang menarik untuk dicermati, konflik di masa mendatang akan terkait dengan teknologi tinggi, dan bisa dipastikan rudal akan selalu kebagian peran strategis yang menentukkan. Dalam buku “Indonesian Missile, Perisai Angkasa Nusantara” untuk pertama kalinya dibahas tentang sepak terjang dan etalase rudal yang dahulu dan kini memperkuat TNI.

Informasi Buku
Judul  : Indonesian Missile, Perisai Angkasa Nusantara
Penulis  : Haryo Adjie Nogo Seno
Penerbit : Matapadi Pressindo
Hal : xii+158
Harga : Rp45.000
Note : Tersedia di Toko Buku Gramedia

 

 

Buku : Monster Tempur – Kavaleri Indonesia

Setelah kesuksesan Jerman menggelar operasi Blitzkrieg pada awal Perang Dunia II, pamor kendaraan tempur seperti panser dan tank meningkat tajam dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Kesuksesan serangan Nazi Jerman atas Polandia yang didesain oleh Hanz Guderian ini berhasil mengubah secara drastis cara-cara manusia dalam melakukan pertempuran. Inilah yang kemudian menjadikan Perang Dunia II, yang dinamis dan cepat, sangat berbeda dari Perang Dunia I yang cenderung statis.

Dengan daya gerak, daya tembak, dan daya kejut yang besar, unit-unit kavaleri yang terdiri dari tank dan panser terbukti mampu memberikan pukulan yang mematikan bagi lawan. Operasi militer menjadi lebih efisien, cepat, dan tepat sasaran. Kesuksesan operasi, terutama operasi dalam skala menengah dan besar, kini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan elemen kavaleri. Inilah mengapa kavaleri menjadi satu unit penting dalam tubuh organisasi militer, termasuk di Indonesia.

Sebagai sebuah unit dalam tubuh militer Indonesia, unit kavaleri telah memiliki sejarah panjang. Bermula dari kendaraan tempur warisan Belanda, unit kavaleri pernah mengalami masa keemasan di era 1960-an ketika pemerintah melakukan pembelian kendaraan tempur dalam jumlah cukup banyak seperti tank AMX- 13 TNI AD dan tank PT-76 Korps Marinir TNI AL.

Namun, ada juga masa-masa krisis di mana unit kavaleri tidak dapat mengembangkan diri akibat embargo militer, baik material kendaraan maupun suku cadang. Sayangnya, ketika embargo berlalu, unit ini harus menghadapi persoalan lain dalam pengembangannya: keterbatasan anggaran. Alhasil, TNI hanya bisa berpuas diri dengan melakukan penyegaran (retrofit) pada kendaraan tempur lama yang kebanyakan telah uzur, terkadang telah mencapai usia operasional lebih dari 50 tahun.

Meski demikian, perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan warna yang lebih cerah bagi unit kavaleri Indonesia. Pernambahan anggaran kendaraan tempur dan pengadaan kendaraan tempur paling mutakhir gencar dilakukan oleh pemerintah. Yang lebih penting dari itu semua adalah adanya program pengembangan industri persenjataan dalam negeri. Dengan mengandalkan produk-produk lokal yang handal, cerita tentang mandeknya pengembangan akibat adanya embargo tidak akan terjadi lagi.

Buku ini adalah sebuah upaya untuk menengok ke dapur unit kavaleri di dalam tubuh TNI. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini membahas kendaraan-kendaraan tempur kebanggaan Indonesia. Tentu saja, ada keprihatinan melihat uzurnya kendaraan tempur kita, namun ada juga harapan melihat tekad TNI untuk terus melengkapi peralatan tempurnya dengan yang paling mutakhir.

Buku “Monster Tempur, Kavaleri Indonesia” telah tersedia di :
Toko Buku Gramedia, Toko Buku Gunung Agung dan Toko Buku Kharisma

Penulis : Haryo Adjie Nogo Seno
Penerbit : Matapadi Pressindo
Harga : Rp 49.000,-