Category: Polling Report

[Polling] Iver Huitfeldt Class: Heavy Frigate Paling Ideal Untuk TNI AL

Ada yang menarik dari polling ke-17 yang digelar Indomiliter.com, sejak hari pertama polling dibuka pada 12 Maret 2018, suara responden dominan tertuju kepada satu kandidat. Ya, dalam polling bertema “Heavy Frigate yang Paling Ideal untuk TNI AL,” mayoritas responden sampai pentupan polling pada 12 April 2018, tertuju pada frigat asal Denmark, Iver Huitfeldt Class. Proyek ini dianggap penting, mengingat pengadaan heavy frigate akan digadang sebagai komposisi pengganti frigat Van Speijk Class yang telah lawas. (more…)

Krisis Catalonia: Kemandirian Sipil dan Militer Yang Dihambat

Pada saat Catalonia melakukan referendum di awal Oktober 2017, sejumlah negarawan dunia khususnya Eropa sangat cemas. Kekhawatiran mereka sangat beralasan sebab referendum yang berujung kemerdekaan Catalonia akan menjadi keniscayaan. Tepat 1 Oktober 2017, hasil referendum yang disahkan oleh Presiden Catalonia, Carles Pudgemont menetapkan bahwa Catalonia ingin merdeka dan berpisah dari Spanyol. Sejumlah analis Eropa mengatakan bahwa bola liar referendum yang berakhir pada opsi merdeka itu dapat meluas ke wilayah otonomi lainnya seperti Skotlandia di Inggris dan Bavaria di Jerman. (more…)

[Polling] CH-47 Chinook: Helikopter Angkut Berat Paling Ideal Untuk TNI AD

Dalam polling ke-18 yang digelar Indomiliter.com pada periode 3 Mei – 3 Juni 2017, suara mayoritas netizen telah mendapuk CH-47 Chinook sebagai helikopter angkut berat yang paling cocok digunakan oleh Puspenerbad TNI AD. Chinook produksi Boeing Rotorcraft Systems dipilih oleh 1.555 responden (54,91%), mengungguli rivalnya dari Rusia, Mil Mi-26 buatan Rostvertol yang dipilih 1.277 responden (45,09%). Lewat nama besarnya yang telah mendunia di beragam palagan, menjadikan helikopter twin engine ini dipilih sebagian besar responden untuk mendukung misi mobil udara , berguna saat operasi tempur dan mampu berperan banyak untuk misi SAR dan tanggap bencana. (more…)

[Polling] Sikorsky S-70i Black Hawk: Pilihan Utama Platform Helikopter Angkut Sedang TNI

Bila diibaratkan perolehan suara dalam Pilkada, maka Sikorsky S-70i Black Hawk bisa disebut menang dalam satu putaran. Dalam polling ke-15 yang digelar Indomiliter.com mulai 25 Maret – 25 April 2017, varian internasional dari helikopter UH-60M Black Hawk ini mendulang suara 55,58% dari total 2.429 responden, menjadikan Black Hawk yang bermesin ganda didapuk sebagai helikopter yang paling diunggulkan sebagai platform baru helikopter angkut sedang multirole untuk kebutuhan TNI. (more…)

[Polling] Pandur II: Jadi Pilihan Utama Platform Produksi Ranpur 8×8 Nasional

Berangkat dari tuntasnya penguasaan teknologi ranpur (kendaraan tempur) 6×6, dan tuntutan kebutuhan ranpur lapis baja berpenggerak 8×8, maka mulai muncul jenis panser 8×8 di arsenal TNI yang dipelopori Satuan Kavaleri Korps Marinir TNI AL, hingga berlanjut pada permintaan di Satuan Kavaleri di TNI AD untuk memodernisasi stock ranpur berusia lanjut. Dan ditengah keriuhan kabar pengadaan panser 8×8, tidak terlupa pula proses ToT (Transfer of Technology) di dalamnya, dimana industri pertahanan di dalam negeri nantinya harus mampu memproduksi panser 8×8.

(more…)

[Polling] S-300: Jadi Rudal Hanud Yang Paling Diinginkan Untuk Indonesia

Mungkin jika Amerika Serikat dan Israel tak ‘meributkan’ tentang keberadaan rudal hanud (pertahanan udara) jarak jauh ini, maka debut S-300 boleh jadi tidak akan sekondang seperti saat ini. Keberadaan rudal ini di Iran dan Suriah menjadi faktor dominan bahwa alutsista asal Rusia ini mampu memberi efek deteren yang optimal. Dan imbas popularitas S-300 pun bergaung ke Tanah Air, besar harapan agar rudal S-300 bisa hadir melengkapi sistem hanud TNI. “Jika Vietnam saja bisa beli S-300, mengapa Indonesia tidak,” begitu salah satu ungkapan yang sering diutarakan netizen. (more…)

[Polling] Global 6000 Saab GlobalEye: Pesawat AEW&C Paling Ideal Untuk TNI AU

GlobalEye

Di level pemangku kebijakan, pembahasan tentang pengadaan pesawat intai, khususnya dari jenis AEW&C (Airborne Early Warning & Control) memang kurang greget, maklum fokus pengadaan matra udara masih berkutat di proses pengadaan jet tempur pengganti F-5 E/F Tiger II yang tak kunjung rampung. Ditambah kabar pemangkasan anggaran pertahanan, menjadikan pengadaan pesawat intai seolah tenggelam. (more…)