Category: Meriam

T5-52 Condor, Self Propelled Howitzer dari Platform Tatra T815-7 8×8

Kehadiran heavy truck yang satu ini kerap membetot perhatian, sosoknya yang sangar dan futuristik dengan penggerak 8×8, menjadikan truk dalam arsenal Korps Marinir ini menjadi yang paling diunggulkan dalam meladeni medan berat. Inilah Tatra T815-7 8×8 yang di Korps Baret Ungu digunakan pada platform tank transporter dan kendaraan peluncur MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Vampire. Dan masih dari jenis truk yang sama, Tatra T815-7 berhasil disulap sebagai self propelled howitzer 155 mm. (more…)

Norinco SH15 155mm 6×6: Self Propelled Howitzer Produksi Cina dengan Standar Munisi NATO, Siap Ekspor!

Alutsista jenis apa pun rasanya hampir semua dapat ditiru oleh Cina, terlebih bila produk yang dimaksud punya nilai jual untuk pasar ekspor. Seperti pada segmen self propelled howitzer alias howitzer swagerak dengan platform truk 6×6, bila selama ini Nexter dengan CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie) menjadi pemimpin di pasar kaliber 155/52 mm, maka segmen tersebut rupanya sudah dilirik untuk dimasuki oleh Negeri Tirai Bambu. (more…)

Selain KRI Slamet Riyadi 352, Meriam di KRI Ki Hajar Dewantara 364 Juga Sudah Dilepas

Berita tentang dilepasnya meriam pada frigat Van Speijk Class – KRI Slamet Riyadi 352, menjadi bahan perbincangan di kalangan netizen pecinta dunia militer di Tanah Air. Memasuki masa purna tugas, beberapa persenjataan dan perangkat elektronik yang masih dapat digunakan dari kapal perang buatan Belanda itu memang terus dikaryakan untuk tugas lain, seperti Oto Melara 76 mm yang dipersiapkan untuk melengkapi simulator tempur di Paiton. (more…)

Jelang Purna Tugas, Oto Melara 76mm di KRI Slamet Riyadi 352 Beralih Peran

Sembari menunggu kesiapan tempur optimal dari frigat RE Martadinata Class, debut frigat Ahmad Yani Class (aka – Van Speijk Class) masih sebisa mungkin dipertahankan. Pihak TNI AL sendiri sebenarnya telah mencanangkan pada tahun 2017 untuk memensiunkan secara bertahap 6 unit Van Speijk Class. Bahkan ditargetkan keenam frigat yang pernah menjadi flagship Satuan Kapal Eskorta (Satkor) akan pensiun penuh pada tahun 2022. (more…)

Tangkal Hujan Artileri, Korea Selatan Andalkan Arthur Radar Fire Finder

Anda masih ingat dengan teknologi radar fire finder yang dikembangkan oleh Armed TNI AD? Meski masih dalam tahap prototipe, namun rintisan teknologi pelacakan asal arah dan posisi tembakan terus dikembangkan lebih lanjut, meski bukan berbasis radar, Dislitbangad dan ITB mengembangkan apa yang disebut Sapta Pangrungu, kemudian TNI AL lewat Dislitbangal juga menelurkan apa yang disebut Gun Fire Locator. (more…)

Hantam Tiga Sasaran, Medium Tank Pindad Sukses Lakukan Uji Daya Gempur

Serangkaian uji pada prototipe medium tank “Harimau Hitam” PT Pindad untuk meraih sertifikasi dari Dislitbangad terus dilalukan. Setelah merampungkan ‘mine blast test’ dan uji dinamis yang meliputi jelajah on road, off road, lintas pasir, dan ketahanan bergerak 3 x 24 jam, kini medium tank dengan bobot 30 ton ini telah menyelesaikan tahapan akhir uji coba, yaitu uji daya gempur (firing test) yang telah dilangsungkan di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (more…)

RIMPAC 2018: Howitzer LG-1 MKII Korps Marinir Muntahkan Proyektil

Dalam jagad alutsista, boleh jadi Howitzer Tarik (Towed Howitzer) LG-1 MKII dari Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL layak menyandang predikat ‘duta artileri,’ pasalnya Howitzer buatan Perancis ini beberapa kali telah dibawa dalam operasi di luar negeri. Selain kini dua pucuk LG-1 MKII ikut disertakan dalam RIMPAC (Rim of Pacific) 2018, sebelumnya di RIMPAC 2014, tiga pucuk Howitzer juga pernah diboyong ke Hawaii. Bahkan dalam operasi pembebasan sandera MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia (2011), empat unit LG-1 MKII turut bersama tank BMP-3F dipersiapkan di lambung LPD KRI Banjarmasin 592, takkala suatu waktu ada perintah untuk melakukan operasi amfibi ke pesisir Somalia. (more…)