Category: Meriam

Excalibur Army Perkenalkan “DITA” – Self Propelled Howitzer Terbaru di Kaliber 155mm

(Excalibur Army)

Excalibur Army, tentu bukan nama yang asing dalam jagad alutsista di Indonesia, pasalnya sudah beberapa item persenjataan di TNI yang dipasok oleh manufaktur alat berat dan persenjataan asal Ceko ini. Dan ada kabar terbaru, bahwa Excalibur Army telah memperkenalkan jenis sistem senjata artileri terbaru, yang namanya boleh jadi bakal akrab di telinga orang Indonesia, yaitu DITA. (more…)

Bikin Heboh, Meriam S-60 Ternyata Masih Digunakan dalam Perang Armenia vs Azerbaijan

(Twitter @Ninja998998)

Bagi warganet pemerhati dunia alutsista, sosok meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) S-60 kerap disebut “Si Mbah,” lantaran usianya yang sudah begitu tua. Tapi jangan keburu skeptis pada meriam S-60, selain beberapa pucuk telah di retrofif untuk Arhanud TNI AD, nyatanya meriam lawas ini masih digunakan dalam Perang antara Armenia vs Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. (more…)

Gelar Operasi Pertahanan Pantai, Inilah Tiga Alutsista Armed Korps Marinir dengan Daya Hancur Tinggi

Operasi pertahanan pantai adalah salah satu tupoksi dari Resimen Artileri Korps Marinir yang terdiri dari elemen Armed (Artileri Medan) dan Arhanud (Artileri Pertahanan Udara). Seperti pada Sabtu, 26 September 2020, satu baterai Armed dari Pasmar 2 Surabaya, melakukan latihan penembakan tiga jenis alutsista dalam operasi pertahanan pantai Port Strella Distrik II Misille Island (Paiton Probolinggo). (more…)

Dilengkapi Meriam Kaliber 100mm, Kapal Coast Guard Cina Tampil Percaya Diri di Laut Natuna Utara

Situasi Laut Natuna Utara memanas, kapal patroli penjaga pantai Cina – China Coast Guard (CCG) dengan nomer lambung 5204 menolak meninggalkan area yang menjadi teritori Indonesia dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), demikian tajuk yang mewarnai berita di banyak portal media nasional pada 13 September lalu. Sebagai unsur penindak saat itu adalah Kapal Patroli KN Nipah 321 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. (more…)

Pernah Ditawarkan ke Indonesia, K9 Thunder Dipilih Australia untuk Program Self Tracked Propelled Howitzer

Industri pertahanan Korea Selatan rupanya sedang mendapat angin segar di Australia, setelah awal Agustus lalu mengirimkan dua unit ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Redback ke Melbourne dalam kesertaan uji coba di program Land 400 Phase 3, maka ada kabar terbaru lagi, bahwa Korea Selatan mendapatkan kesempatan untuk memasok Self Tracked Propelled Howitzer untuk kebutuhan AD Australia dalam program LAND 8116 Phase 3. (more…)

PLC-181 155mm 6×6 – Digelar di Perbatasan India, Inilah Self Propelled Howitzer Terbaru Cina

Adopsi alutsista Cina, bisa diibaratkan “palugada” (apa loe mau gue ada– red), lantaran segala jenis persenjataan berhasil dibuat Negeri Tirai Bambu, entah itu hasil reverse engineering atau copy-an, yang jelas lini alutsista di tiga matra dominan berasal dari produksi dalam negeri. Pun dengan lini persenjataan artileri medan (armed), mulai dari howitzer bermacam kaliber sampai MLRS (Multiple Launch Rocket System) telah sukses diproduksi dan di ekspor. Namun, bagaimana dengan self propelled howitzer, alias howitzer swa gerak? Apakah Cina juga telah memproduksi jenis senjata tersebut? (more…)

Prototipe Howitzer Pindad ME-105, Layakkah ‘Dibangkitkan’ Kembali?

Pertama kali diperlihatkan ke publik pada Indo Defence 2008, meriam howitzer ME-105 yang dirilis PT Pindad langsung membetot perhatian publik. Betapa tidak, inilah sosok meriam tarik pertama yang wujudnya secara nyata berhasil dibuat oleh perusahaan dalam negeri. Saat itu, Indonesia sudah berhasil memproduksi kapal patroli cepat, pesawat intai, panser sampai senapan serbu, namun ironisnya, lini persenjataan artileri seperti seolah terlupakan, terlepas dari upaya produksi munisi yang telah dilakukan oleh PT Pindad selama ini. (more…)