Category: Meriam

PLC-181 155mm 6×6 – Digelar di Perbatasan India, Inilah Self Propelled Howitzer Terbaru Cina

Adopsi alutsista Cina, bisa diibaratkan “palugada” (apa loe mau gue ada– red), lantaran segala jenis persenjataan berhasil dibuat Negeri Tirai Bambu, entah itu hasil reverse engineering atau copy-an, yang jelas lini alutsista di tiga matra dominan berasal dari produksi dalam negeri. Pun dengan lini persenjataan artileri medan (armed), mulai dari howitzer bermacam kaliber sampai MLRS (Multiple Launch Rocket System) telah sukses diproduksi dan di ekspor. Namun, bagaimana dengan self propelled howitzer, alias howitzer swa gerak? Apakah Cina juga telah memproduksi jenis senjata tersebut? (more…)

Prototipe Howitzer Pindad ME-105, Layakkah ‘Dibangkitkan’ Kembali?

Pertama kali diperlihatkan ke publik pada Indo Defence 2008, meriam howitzer ME-105 yang dirilis PT Pindad langsung membetot perhatian publik. Betapa tidak, inilah sosok meriam tarik pertama yang wujudnya secara nyata berhasil dibuat oleh perusahaan dalam negeri. Saat itu, Indonesia sudah berhasil memproduksi kapal patroli cepat, pesawat intai, panser sampai senapan serbu, namun ironisnya, lini persenjataan artileri seperti seolah terlupakan, terlepas dari upaya produksi munisi yang telah dilakukan oleh PT Pindad selama ini. (more…)

Hancurkan Sasaran Berupa Drone, USS Portland Sukses Uji Tembak Senjata Laser di Perairan Hawaii

Berlokasi di Perairan Hawaii, pada 16 Mei lalu berlangsung momen penting dalam lini persenjataan di arsenal AL Amerika Serikat, yaitu untuk pertama kalinya dilakukan uji tembak senjata laser dengan sasaran sebuah drone di perairan terbuka oleh kapal jenis LPD. Uji tembak yang dilakukan dari Landing Platform Dock (LPD) USS Portland seolah menjawab tantangan AL Cina, yang beberapa saat lalu telah mencoba ‘melepaskan’ laser ke pesawat intai P-8A Poseidon AL AS di Laut Pasifik. (more…)

Atmos 2000 – Pilihan Artileri Filipina untuk Self Propelled Howitzer

Bila Indonesia mengoperasikan Self Propelled Howitzer beroda ban TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), maka pilihan Filipina rupanya beda. Dengan anggaran pertahanan yang tengah kritis, rupanya Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana telah melanjutkan kontrak pengadaan Atmos (Autonomous Truck Mounted howitzer System) 2000 155 mm buatan Soltam Systems (Elbit Systems), manufaktur persenjataan asal Israel. Dengan nilai sekitar US$47 juta, AD Filipina nantinya akan menerima dua baterai Atmos 2000. (more…)

Bedah Meriam 2A70 – Senjata Utama Pada Ranpur Amfibi BMP-3F Korps Marinir

Berdasarkan informasi dari siaran pers Kementerian Pertahanan Rusia (21/4/2020), dikatakan bahwa Angkatan Darat Rusia di tahun 2020 ini akan menerima lebih dari 100 unit BMP-3 IFV (Infantry Fighting Vehicle). Meski tak disebutkan secara persis varian BMP-3 IFV yang bakal diterima AD Rusia, namun merujuk dari siaran pers, konfigurasi persenjataan pada BMP-3 IFV Rusia terlihat mirip dengan BMP-3F yang kini dioperasikan oleh Batalyon Tank Amfibi Resimen Kavaleri Korps Marinir. (more…)

Msta-S – Self Propelled Howitzer Baru Rusia dengan Munisi Standar NATO

Setelah Kalashnikov merilis beberapa senapan serbu dengan standar kaliber NATO, kini giliran jenis senjata self propelled howitzer alias howitzer swagerak generasi baru, diperkenalkan Rusia dalam standar kaliber NATO. Yang dimaksud adalah Msta-S howitzer yang mengusung kaliber 155 mm/52. Dibangun dari platform tank T-80, Msta-S belum lama ini berhasil melakukan uji tembak perdananya, yang menandai fase berikutnya, yaitu pengiriman Msta-S ke salah satu negara di Timur Tengah. (more…)

Oto Melara 76mm Eks KRI Slamet Riyadi 352 Uji Tembak Perdana di Paiton

Setelah resmi dipensiunkan pada 16 Agustus 2019, arsenal persenjataan yang menjadi ‘kenang-kenangan’ dari KRI Slamet Riyadi 352, yakni meriam reaksi cepat Oto Melara 76 mm pada haluan frigat Van Speijk Class tersebut, kini telah tepasang pada simulator sistem senjata kapal perang yang berada di Paiton, Jawa Timur. Dan ada kabar bahwa untuk pertama kalinya, pada 21 November lalu telah dilakukan uji penembakan untuk pertama kalinya Oto Melara sebagai senjata pertahanan pantai. (more…)